Emak-emak Blokir Jalan Nasional di Ketambe, Tuntut Normalisasi Sungai Alas yang Ancam Permukiman

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 01:30 WIB

50160 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

**Warga Ketambe Blokir Jalan Nasional, Desak Penanganan Alur Sungai Alas Pascabencana** ACEH TENGGARA — Puluhan warga Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir akses Jalan Nasional penghubung Kutacane-Blangkejeren, Rabu (17/12/2025). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap belum adanya penanganan nyata oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Kementerian Pekerjaan Umum, terhadap perubahan alur Sungai Alas yang kini mengancam permukiman warga. Warga mengaku frustrasi karena sudah 21 hari pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut, namun belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah pusat maupun BWS untuk menetralisasi jalur sungai. Kepala Desa Ketambe, Lahat, mengatakan bahwa kondisi aliran Sungai Alas saat ini kian mendekati permukiman warga dan berpotensi menyebabkan abrasi hingga banjir susulan. “Sudah 21 hari pascabencana, namun belum ada penanganan nyata dari BWS. Aliran sungai hingga saat ini sudah mengarah ke permukiman warga. Kami khawatir terjadi abrasi dan banjir susulan karena Aceh Tenggara dalam tiga hari ini terus diguyur hujan,” ujar Lahat saat ditemui di lokasi aksi. Menurut Lahat, banjir besar yang terjadi tiga pekan lalu telah merusak puluhan rumah di bantaran Sungai Alas. Data sementara menunjukkan sebanyak 26 rumah warga terseret arus banjir, sementara 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Jika situasi ini terus dibiarkan tanpa intervensi teknis, bukan hanya rumah warga yang akan terdampak, melainkan juga infrastruktur nasional. “Ini masalah serius. Sungai Alas berhulu di Pegunungan Leuser dan setiap hari arusnya terus mengikis daratan kampung kami. Setiap hujan turun, kekhawatiran itu makin besar,” ungkapnya. Warga setempat sempat mencoba mengalihkan jalur sungai secara swadaya. Mereka menyewa satu unit alat berat demi menjaga agar arus sungai tidak semakin mendekati rumah-rumah penduduk. Namun upaya tersebut belum berhasil karena kuatnya arus dan keterbatasan peralatan. Pihak desa mengaku telah berulang kali mencoba berkordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi teknis. Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, disebut telah mendatangi lokasi sore hari di tanggal yang sama, dengan membawa alat berat yang telah diharapkan warga sejak awal pascabencana. Meski demikian, warga tetap mendesak komitmen konkret dari pemerintah pusat, khususnya BWS, untuk menurunkan tim dan memulai proses normalisasi sungai. Kekhawatiran warga tak hanya terbatas pada dampak terhadap permukiman. Menurut Aini, seorang warga Desa Ketambe yang ikut dalam aksi blokade jalan, potensi rusaknya jalan nasional juga menjadi momok serius, mengingat posisi jalan berada sangat dekat dengan tanggul alam Sungai Alas yang kini terkikis. “Perubahan alur sungai itu tidak hanya mengancam kampung kami. Jalan nasional juga bakal hilang kalau tidak segera ditangani,” ujar Aini. Ia menambahkan bahwa sejak kejadian banjir besar melanda kawasan tersebut, warga hidup dalam kecemasan, terutama saat malam hari. Setiap hujan turun, sejumlah laki-laki di kampung mereka bergiliran berjaga untuk memantau naiknya debit air sungai. Aksi blokade jalan ini menggambarkan kegelisahan warga yang merasa tidak didengar dalam kondisi krisis. Warga berharap bahwa setelah unjuk rasa ini, pemerintah pusat segera mengerahkan sumber daya dan mengambil langkah nyata demi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan jalur transportasi nasional di kawasan tersebut. Di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat mendesak agar upaya rehabilitasi dan normalisasi alur Sungai Alas menjadi agenda prioritas. Sebab bagi mereka, ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan soal tempat tinggal, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka.

Baca Juga :  Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial

Laporan : Salihan Beruh

Baca Juga :  Proyek SD Negeri Lawe Bekung Ditengarai Langgar UU K3, Inspektorat Diminta Turun ke Lapangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

LSM Tipikor Apresiasi Komitmen Kasat Narkoba Aceh Tenggara Berantas Sabu
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti
Bupati Aceh Tenggara dan Kepala Dinas Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti
Tujuh Rumah Hangus, Enam Rumah Rusak Ringan dalam Kebakaran di Desa Kute Bakti Aceh Tenggara
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara Klarifikasi Informasi Fasilitas Kantor, Tegaskan Pelayanan Berjalan Normal
Pemuda Hafiz 30 Juz, Tgk Muhammad Ridho, Menjadi Imam Salat Idul Adha di Desa Tanjung Gabungan
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Membanggakan, Kabupaten Pringsewu Kembali Raih Opini WTP Ke-11

Senin, 25 Mei 2026 - 14:28 WIB

LSM PKPN Lampung Soroti Pengelolaan Keuangan MAN 1 Pesawaran: Dugaan Markup Anggaran hingga Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:56 WIB

LSM TRINUSA Ungkap 10 Kejanggalan Laporan Keuangan Bank Lampung 2024, Desak OJK dan Kejati Turun Tangan

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB

Putra Anggota Kodim 0410/KBL Raih Juara 1 Tinju Gubernur Cup 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kalapas Narkotika Bandar Lampung Turun Langsung Razia Blok Hunian

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

TEMUAN BPK UNGKAP DUGAAN KORUPSI DAN MALADMINISTRASI PT LAMPUNG JASA UTAMA (PERSERODA): LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD LAMPUNG MENUNTUT PENEGAK HUKUM SEGERA BERTINDAK

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

DANA ANTAR BANK NAIK RP380 MILIAR, KREDIT DAN TRANSAKSI BERELASI DISOROT LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:03 WIB

LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Sorot LHKPN Kabag Kesra Kota Bandar Lampung: Ada Kejanggalan Perbandingan Harta 2024–2025

Berita Terbaru