KUTACANE | Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh generasi muda di Aceh Tenggara. Pada Minggu, 11 Januari 2026, Aliansi Pemuda Agara Peduli Bencana menyalurkan bantuan berupa 11 lemari pakaian ke Pesantren Badrul Ulum yang berlokasi di Desa Lawe Penanggalan/Seldok, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pesantren, Tengku Abdul Khalil, S.H.I., M.Pd.
Bantuan ini merupakan hasil dari donasi yang dihimpun dalam dua hari oleh aliansi sebagai bentuk aksi kemanusiaan untuk membantu para santri yang terdampak bencana hidrometeorologi. Koordinator aliansi, Feri, menyampaikan bahwa kegiatan penggalangan dana dilakukan secara mandiri sebagai respon atas kebutuhan mendesak yang dihadapi pesantren pascabencana. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi, seraya berharap akan ada lebih banyak sumbangan yang dapat disalurkan kepada para santri dan warga terdampak lainnya.

Kegiatan penyerahan bantuan melibatkan berbagai unsur organisasi dan komunitas pemuda, termasuk Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), LSM LIRA Indonesia, LSM Korek, Aliansi Sepuluh Pemuda, serta Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gajah Lues (Mapala UGL). Selain itu, sejumlah mahasiswa Universitas Gajah Lues turut berpartisipasi, bersama enam mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
Dari keterangan pengurus pesantren, diketahui bahwa terdapat 60 santri dan santriwati yang saat ini menempuh pendidikan di tempat tersebut. Banyak dari mereka kehilangan perlengkapan pribadi akibat bencana yang melanda wilayah beberapa waktu lalu. Feri mengatakan meskipun jumlah lemari yang terkumpul masih terbatas, aliansi berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para santri yang membutuhkan tempat penyimpanan barang pribadi mereka. Ia juga menyatakan harapan agar lebih banyak pihak tergerak untuk memberikan dukungan lebih lanjut.
Sebelumnya, Aliansi Pemuda Agara Peduli Bencana juga telah menyalurkan tujuh unit tandon air bersih berkapasitas 1.100 liter kepada warga terdampak di Kecamatan Ketambe. Kegiatan itu disertai aksi gotong royong dengan melibatkan sekitar 300 relawan selama dua hari dan distribusi bantuan berupa 120 bungkus nasi kepada pengungsi di wilayah tersebut.
Langkah-langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan bahwa kepedulian dan solidaritas masyarakat, khususnya dari kalangan pemuda, memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Aksi nyata para relawan ini tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan perhatian yang tulus kepada mereka yang tengah dalam situasi sulit.

Aliansi menyampaikan bahwa kegiatan kemanusiaan ini akan terus dilakukan selama masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Mereka membuka peluang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga, perorangan, dan komunitas lain yang ingin turut berkontribusi. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong dan kepedulian warga menjadi pondasi utama dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
Melalui aksi ini, Aliansi Pemuda Agara Peduli Bencana berharap dapat menjadi jembatan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuktikan bahwa kepedulian tidak memerlukan kekuatan besar, tetapi cukup dengan niat tulus dan kerja bersama. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait diharapkan terus memberikan dukungan agar sinergi antara masyarakat dan pemuda dapat semakin diperkuat dalam menghadapi situasi kebencanaan di masa kini dan mendatang.
Laporan : Salihan Beruh


































