Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Natam Pasca Banjir di Aceh Tenggara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:53 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, WASPADA INDONESIA  – Warga Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, bahu-membahu membangun jembatan darurat di Natam setelah jembatan rangka baja yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Badar dan Darul Hasanah putus akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 10 Januari 2026. Putusnya jembatan ini menyebabkan akses transportasi terputus total bagi puluhan kute di dua kecamatan, memaksa warga dan pelajar menempuh perjalanan memutar puluhan kilometer melalui jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam dan Jembatan Gantung Lawe Pinis Srimuda.

Salah seorang warga Kecamatan Darul Hasanah, Irpansyah Putra, menuturkan bahwa sebelumnya masyarakat telah berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena hujan deras kembali mengguyur wilayah itu, sehingga jembatan alternatif yang baru dibangun kembali hanyut digerus arus Sungai Alas yang meluap. Tidak putus asa, warga kembali bergotong royong membangun jalan darurat menuju lokasi jembatan agar akses sementara dapat digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga :  352 Mahasiswa KKN Angkatan 11 UGL Aceh Di Lepas Bupati Aceh Tenggara

Irpansyah menegaskan pentingnya pembangunan jalan alternatif ini, mengingat banyak warga, termasuk anak-anak sekolah dan guru yang bertugas di Kecamatan Darul Hasanah dan Badar, sangat terdampak akibat harus menempuh jarak yang jauh memutar hingga puluhan kilometer. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas pendidikan, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian. Para petani di Kecamatan Darul Hasanah kini kesulitan membawa hasil bumi ke perkotaan karena harus memutar melalui jembatan Silayakh yang jaraknya sangat jauh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Mahasiswa Aceh Tenggara Desak RUU Perampasan Aset Disahkan, Tuntut Presiden dan Kapolri Bertanggung Jawab atas Represi Aparat

Ia berharap pemerintah dan Balai Wilayah Sungai dapat segera membangun tanggul pengaman di Sungai Alas serta memperbaiki jembatan rangka baja Natam agar dapat kembali dilalui seperti sediakala. Menurutnya, keberadaan tanggul pengaman yang kokoh sangat penting untuk mencegah jembatan kembali ambruk saat debit air Sungai Alas meningkat dan arus menjadi deras. Irpansyah menilai, pembangunan jembatan rangka baja saja tidak cukup tanpa adanya tanggul pengaman, karena arus sungai yang deras berpotensi kembali menghantam dan merusak jembatan.

Warga berharap upaya gotong royong yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian pemerintah agar solusi permanen segera diwujudkan, sehingga aktivitas masyarakat, pendidikan, dan perekonomian di dua kecamatan tersebut dapat kembali berjalan normal.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi
Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi
Dana Desa Atau Dana Dinasti? LSM Kaliber “Bedah” Borok Anggaran Kuta Tengah!
Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!
Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara
Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi
Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir
Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:09 WIB

Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:04 WIB

RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PDIP Ungkap 8 Tantangan Utama Bangsa dalam Penutupan Rakernas I

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:34 WIB

DARURAT PEMBUNGKAMAN PERS: AKPERSI Bongkar Rangkaian Teror, Kekerasan, dan Kriminalisasi Wartawan Sepanjang 2025

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:23 WIB

IACN Desak KPK dan Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Senilai Rp.75 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:36 WIB

DARURAT PEMBUNGKAMAN PERS: AKPERSI Bongkar Rangkaian Teror, Kekerasan, dan Kriminalisasi Wartawan Sepanjang 2025

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:41 WIB

Dugaan Korupsi Menggurita di Halmahera Timur: Sekda Diduga Jadi Otak Manipulasi Anggaran Miliaran

Berita Terbaru