LSM Trinusa Soroti Dugaan Korupsi dan Pembengkakan Anggaran di Diskominfo Kota Bandar Lampung

hayat

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:43 WIB

50186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Selasa (20/01/2026), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa DPD Provinsi Lampung kembali menyerukan transparansi dan audit mendesak terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2025 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung. Seruan ini didasari temuan analisis atas Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang menunjukkan pola pengeluaran diduga bermasalah, berpotensi pembengkakan anggaran, dan bahkan indikasi korupsi. Koordinator LSM Trinusa, Faqih Fakhrozi, S.Pd., secara tegas meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum untuk lebih jeli mengawasi pengadaan melalui sistem elektronik.

Fokus Analisis dan Temuan Pola Pengeluaran
Berdasarkan data 90 item utama dalam RUP, LSM Trinusa memetakan dugaan indikasi ke dalam beberapa kategori krusial:

1. Pengadaan Barang dan Jasa Teknologi Informasi dengan Nilai Sangat Tinggi
LSM menyoroti sekumpulan pengadaan jasa internet dan teknologi yang nilainya mencapai miliaran rupiah, di luar pengadaan alat tulis dan operasional biasa. Contoh yang menonjol meliputi:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jasa Layanan Internet: Terdapat lima paket pengadaan bandwidth internet untuk berbagai lokasi dan keperluan dengan total nilai mencapai Rp 2.802.000.000.

Pengadaan Perangkat Keras TI: Nilai pengadaan peralatan seperti CCTV “Seribu Wajah”, Personal Computer, Firewall, dan Cloud Storage mencapai Rp 2.582.000.000.

Baca Juga :  LSM Jati Tuntut Transparansi Pengelolaan Dana BOS SMA se-Provinsi Lampung, Diduga Terjadi Korupsi Terstruktur

Jasa Tenaga Ahli TI: Dua item pengadaan jasa tenaga informasi dan teknologi senilai Rp 721.403.138.

2. Pengulangan dan Fragmentasi Pengadaan yang Dipertanyakan
Analisis menunjukkan pola pengadaan barang serupa yang dipecah-pecah menjadi banyak paket bernilai kecil hingga menengah, terutama untuk alat tulis kantor, kertas, dan bahan cetak. Sebagai contoh, terdapat lebih dari 20 paket terpisah untuk kategori “Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor” dengan nilai masing-masing antara Rp 1 juta hingga Rp 64 juta. Pola seperti ini dapat menyulitkan pengawasan dan berpotensi digunakan untuk menghindari prosedur pengadaan yang lebih ketat.

3. Anggaran Iklan dan Penyelenggaraan Acara yang Signifikan
Satu item “Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan” tercatat bernilai Rp 727.723.319. Besaran anggaran untuk fungsi publikasi ini, bersama dengan item jasa penyelenggaraan acara lainnya, dinilai perlu transparansi lebih lanjut mengenai output dan kewajaran harganya.

Konteks dan Kritik terhadap Sistem E-Purchasing
Faqih Fakhrozi menegaskan bahwa pengadaan melalui sistem E-Purchasing berpotensi lemah dalam pengawasan dan justru dapat menjadi celah korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Pernyataan ini memiliki dasar, di mana kelemahan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah elektronik pernah disoroti sebagai celah korupsi karena fungsi audit elektronik yang belum berjalan optimal. Meski dirancang untuk transparan, sistem ini tetap rentan jika ada pengondisian pemenang atau kolusi. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dinilai sangat penting untuk mengatasi kelemahan pengawasan internal pemerintah.

Baca Juga :  Innalillahiwainnailaihirojiun, Anggota DPR RI Tamanuri,Mantan Bupati Way Kanan Meninggal Dunia

Desakan untuk Investigasi Mendalam
LSM Trinusa mendesak beberapa langkah konkret:

Audit Khusus oleh BPK: Meminta BPK melakukan audit investigatif terhadap realisasi anggaran Diskominfo Kota Bandar Lampung, khususnya pada paket-paket bernilai tinggi dan yang memiliki pola fragmentasi. Dalam hukum, audit perhitungan kerugian negara yang sah umumnya berasal dari lembaga seperti BPK atau BPKP.

���Tindakan Aparat Penegak Hukum**: Mendesak Kejaksaan dan Kepolisian untuk memeriksa secara hukum jika ditemukan indikasi pidana. Pola seperti penggelembungan anggaran (mark-up) atau perencanaan yang mengarah ke penyedia tertentu merupakan modus korupsi pengadaan barang dan jasa yang telah dikenal.

Transparansi Publik: Diskominfo Kota Bandar Lampung diminta membuka data perbandingan harga, spesifikasi teknis, dan dokumen penunjukan penyedia barang/jasa kepada publik untuk memastikan akuntabilitas.

Respons dan Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, Diskominfo Kota Bandar Lampung belum memberikan tanggapan resmi.

LSM Trinusa menyatakan akan mendokumentasikan temuan ini secara lengkap dan mengajukannya secara resmi kepada BPK Perwakilan Provinsi Lampung serta pihak berwenang lainnya dalam waktu dekat.

(Hayat)

Berita Terkait

Kasus Bullying Viral di SMP Ambarawa Berakhir Damai, Praktisi Hukum Dorong Penyuluhan Hukum bagi Pelajar Pringsewu
Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional & Hari Lahir Pancasila 2026
Polisi Intai Jalur Narkoba di Pringsewu, Dua Pria Pembawa Sabu 51 Gram Tertangkap
Kasus Penyerobotan Tanah di Bulok : Sudah Setahun Diproses, Belum Ada Titik Terang, Polres Sampaikan Jadwal Tahap Berikutnya
Wakil Bupati Tanggamus Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Sempat Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Asal Bandar Lampung Ditemukan Selamat
DPC LSM Trinusa Tanggamus Soroti Lambannya Inspektorat Tangani Dugaan Penyimpangan Anggaran DD dan BUMDes 2024 Di Pekon Taman Sari
TEMUAN BPK UNGKAP SELISIH PENGADAAN DI RSJD LAMPUNG, TRINUSA TAGIH PERTANGGUNGJAWABAN

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:51 WIB

Dekelerasi Tujuh Kecamatan Komit Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Karo

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:01 WIB

Klarifikasi Terbuka Lia Hambali Jadi Tamparan bagi Penyebar Narasi Sepihak yang Mengabaikan Fakta dan Konteks

Senin, 1 Juni 2026 - 18:43 WIB

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Kapolres Karo Ajak Generasi Muda Karo Menjadikan Pancasila Kompas Dalam Belajar, Berteman dan Bertindak.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan, Polres Karo Tangkap Dua Terduga Pelaku dan Temukan Jenazah Korban di Bawah Jembatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:10 WIB

Kabupaten Karo Kembali Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut Dari BPK RI

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:24 WIB

Tim Lingkaber Polres Karo Bubarkan Kelompok Remaja, Potensi Tawuran dan Balap Liar Berhasil Dicegah

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:48 WIB

Bupati Karo: Pentahbisan Gedung GPT “Kristus Gembala” Bukan Hanya Pembangunan Fisik, Juga Pembangunan Spiritual, Moral, dan Sosial

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:11 WIB

Persiapan Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 Bupati Karo : Pariwisata Salah Satu Sektor Unggulan yang Menjadi Prioritas

Berita Terbaru