Pringsewu – Industri Kerajinan Mocaf (IKM) di Pekon Tulung Agung Kecamatan Gadingrejo salah satu dari sekian IKM, dengan memberdayakan masyarakat dimana munculnya ide pembuatan Mocaf ini merupakan solusi mengatasi masalah petani singkong yang menghadapi harga panen yang murah.
Menjawab kepentingan petani singkong inilah langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyikapi keluhan petani singkong dilampung yang mengadapi persoalan harga singkong yang sangat murah mencapai harga dibawah seribu perkilo singkong, bahkan harga singkong sampai saat ini masih pada kisaran harga Rp400/kg.
Menyikapi persoalan harga singkong murah ini dibawah kepemimpinan Hi.Riyanto Pamungkas Pemkab Pringsewu melakukan terobosan dengan pengolahan Mocaf, dimana pengolahan singkong dengan beberapa proses sehingga menghasilkan tepung mocaf, melalui proses singkong dikupas, dibersihkan, terus dipotong tipis-tipis lalu direndam dengan enzim tertentu selanjutnya dikeringkan hingga penjemuran sampai digiling menjadi tepung.
Dijelaskan Bupati Mocaf artinya modified cassava flour artinya tepung singkong termodifikasi, yang hasil tepung Mocaf berada diantara tepung tapioka singkong dan tepung terigu artinya tepung diantara kedua tepung tersebut, karena hasil pengolahan singkong yang dijadikan tepung bisa digunakan untuk berbagai olahan makanan, seperti bakso, sosis bahkan bahan kue dan lain sebagainya.
Selain itu kata Bupati sebagai langkah uji coba awal Kabupaten Pringsewu mengelola pembuatan tepung mocaf ini dikelola melalui Koperasi Cokroaminoto Pringsewu Makmur, yang beralamat dipekon Tulung agung Kecamatan Gadingrejo, yang menggunakan tempat lahan milik BUMD dengan memberdayakan masyarakat setempat disekitaran lingkungan, juga memanfaatkan singkong hasil petani diwilayah Kabupaten Pringsewu.
Untuk awalan ini dilaksanakan melalui koperasi namun jika nanti berhasil maka akan dikembangkan kesemua wilayah kecamatan yang lain, kemungkinan nantinya akan dikembalikan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaannya.
Saat ini baru memulai pengelolaan mocaf dari hasil petani singkong diwilayah Kabupaten Pringsewu namun jika pengelolaan sudah secara sekala besar tentunya akan menampung hasil petani singkong dari Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tanggamus bahkan mungkin seluruh Propinsi Lampung.
Menjawab persoalan petani singkong harga yang murah tersebut kami membeli singkong dari petani dengan harga minimal Rp.1.000, bahkan mencapai Rp.1.500,. jika memang harga singkong membaik kita akan bersaing harga belinya, dengan pabrik atau pengepul singkong yang ada.
Namun yang menjadi tantangan mocaf ini adalah penjulan tepung mocaf ini sendiri diupayakan dijual dengan harga terjangkau dengan masyarakat lokal dengan harga dikisaran Rp15.000/kg, demi membantu pedagang lokal karena diketahui harga mocaf masih tinggi dipasaran terutama dipasar online mencapai Rp30 ribu/kg.
“Diharapkan Mocaf bukan hanya menstabilkan harga jual petani singkong saja namun juga hasil tepung mocaf itu sendiri bisa membantu harga UMKM yang ada dipropinsi Lampung,” ujarnya.

































