Mat Budiaman Hadirkan Terobosan Strategis Untuk Pemulihan Layanan PDAM Aceh Tenggara Pasca Banjir Bandang

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 21:25 WIB

50306 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Pelaksana Tugas (Plt) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Tenggara, Mat Budiaman, mengambil langkah-langkah strategis yang cukup signifikan guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Langkah ini menjadi sangat penting mengingat Aceh Tenggara beberapa bulan terakhir mengalami bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang berdampak cukup serius pada berbagai infrastruktur jaringan air bersih di daerah tersebut.

Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Aceh Tenggara menyebabkan kerusakan parah pada jaringan pipa distribusi air dan mengganggu suplai air bersih ke banyak pelanggan. Dampak kerusakan ini bukan hanya menimbulkan kesulitan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan air setiap hari, melainkan juga menghadirkan tantangan besar bagi PDAM dalam melakukan pemulihan layanan secara menyeluruh dan cepat.

Menghadapi tantangan tersebut, Mat Budiaman dengan sigap menginisiasi sejumlah inovasi yang mampu mempercepat proses pengaduan dan perbaikan layanan. Salah satunya adalah pengembangan sistem pengaduan berbasis aplikasi ponsel dan grup komunikasi terpadu yang menghubungkan pelanggan dengan petugas lapangan. Melalui sistem ini, masyarakat dapat langsung melaporkan gangguan layanan, seperti kebocoran pipa atau gangguan tekanan air, secara mudah dan cepat. Sementara itu, petugas PDAM dapat secara real-time menerima laporan serta menindaklanjuti permasalahan berdasarkan lokasi dan tingkat prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasca banjir bandang, kami dituntut bergerak cepat. Sistem ini membantu kami memetakan persoalan dan langsung mengambil tindakan,” ungkap Mat Budiaman saat ditemui di kantor pusat PDAM Aceh Tenggara, Rabu (15/4/2026). Ia menambahkan bahwa sistem pengaduan ini terintegrasi secara menyeluruh dengan seluruh cabang PDAM yang tersebar di berbagai kecamatan, sehingga efektivitas respon lapangan dapat terjaga dengan baik.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Tenggara Jadwalkan Santunan untuk Anak Yatim dan Piatu di Dapil II

Inovasi bukan hanya diterapkan untuk menangani keluhan pelanggan saja, melainkan juga untuk pembenahan internal PDAM. Mat Budiaman membentuk grup khusus yang menghubungkan seluruh karyawan melalui aplikasi komunikasi digital. Tujuannya adalah meningkatkan koordinasi, memantau kehadiran, dan mengawasi kedisiplinan di antara pegawai. Setiap pelanggaran disiplin, seperti keterlambatan hadir atau ketidakhadiran tanpa alasan jelas, akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kedisiplinan menjadi hal utama, terutama di masa pemulihan ini. Kami ingin memastikan seluruh tim bekerja maksimal demi melayani masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dengan pengawasan ketat semacam ini, kinerja pegawai PDAM dapat lebih transparan dan dapat langsung dievaluasi oleh manajemen.

Tidak berhenti pada aspek internal dan pelayanan, Mat Budiaman juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai instansi pemerintahan di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat. Koordinasi ini difokuskan untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. Perbaikan meliputi normalisasi sumber air, perbaikan dan penggantian jaringan pipa distribusi yang rusak, serta peningkatan sistem operasional agar lebih adaptif dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan kondisi layanan ke tingkat optimal, tetapi juga membangun ketahanan sistem pelayanan air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Mat Budiaman menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana meminimalkan risiko gangguan yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan yang semakin sering terjadi.

Masyarakat Aceh Tenggara sendiri merespons langkah cepat dan inovasi yang dilakukan oleh PDAM dengan positif. Beberapa warga mengaku merasa jauh lebih mudah melaporkan permasalahan layanan air bersih yang mereka alami. Bahkan, frekuensi perbaikan yang kini berjalan lebih cepat menunjukkan bahwa pelayanan PDAM semakin mengarah ke arah yang lebih profesional dan responsif.

Baca Juga :  Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun

“Dulu, kalau ada gangguan air, kami harus menunggu lama sampai petugas datang. Sekarang, tinggal kirim laporan lewat aplikasi, petugas datang cepat,” kata seorang pelanggan PDAM dari Kecamatan Ketambe. Ucapan serupa juga datang dari warga Desa Lawe Penanggalan yang mengapresiasi upaya rehabilitasi yang terus dilakukan meskipun kendala jalan rusak dan akses sulit masih menjadi hambatan.

Dalam perspektif yang lebih luas, keberhasilan pemulihan dan peningkatan pelayanan PDAM Aceh Tenggara ini menjadi contoh penting dalam pengelolaan sumber daya air di daerah rawan bencana. Kondisi alam yang tidak selalu bersahabat menuntut tata kelola yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima. Peran strategis sosok pimpinan seperti Mat Budiaman dalam menghadirkan inovasi dan sinergi lintas sektor merupakan titik awal yang mampu menjawab harapan masyarakat akan air bersih yang terjamin kualitas dan kontinuitasnya.

Dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang terus dijaga, PDAM Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan Plt Mat Budiaman dipercaya akan bangkit dari luka bencana, melanjutkan perbaikan, serta mewujudkan pelayanan air bersih yang semakin handal demi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Aceh Tenggara. Langkah ini menjadi cermin bahwa pengelolaan sumber daya vital seperti air harus senantiasa diperbarui dan dijaga agar tetap mampu menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Usai Tuntaskan Misi Perdamaian PBB di Lebanon, Puluhan Prajurit Yonif 114/SM Tiba di Aceh Tenggara
PJ Pengulu Kute Buluh Pertanyakan Integritas Pelapor, Jika Benar Mengapa Tidak Tempuh Jalur Resmi Sejak Awal
Menteri Wihaji Tinjau SPPG Pulonas 02 Aceh Tenggara, Pastikan Layanan Gizi Berjalan Optimal
Pegiat LIRA Aceh Tenggara Soroti Penutupan 76 Dapur SPPG di Aceh, Minta Dugaan Jual Beli Titik Diusut
BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba
LSM Tipikor Apresiasi Komitmen Kasat Narkoba Aceh Tenggara Berantas Sabu
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 09:25 WIB

eksekusi uang pengganti Rp1,375 miliar terkait perkara korupsi pembukaan badan jalan di Pesisir Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 10:57 WIB

Damkar Pesisir Barat Evakuasi Ular Kobra 2 Meter di Dapur Rumah Warga

Kamis, 2 April 2026 - 12:53 WIB

Lambannya Penyidikan Proses Hukum Dugaan Penyimpangan Dana Bos; Ketua DPC Grib Jaya Angkat Bicara

Rabu, 1 April 2026 - 15:52 WIB

Protes Hasil Pemeriksan, Korban Penganiayaan Laporkan Oknum Penyidik Ke Wasidik Polda Lampung

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:07 WIB

Sinergi Keluarga Korban dan Penasehat Hukum Rahma Amin, S.H. & Partners Apresiasi Gerak Cepat Polres Pesibar

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:32 WIB

LSM Amunisi Desak Kejati Lampung Periksa Kadiskes Pesisir Barat Terkait Dugaan Indikasi KKN dalam Realisasi Anggaran 2025

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:34 WIB

Ketua DPRD Pesisir Barat Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Undangan Pertama di Pelantikan PAW

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00 WIB

LSM AMUNISI Desak Transparansi, Ancam Laporkan Dinas Kesehatan Pesisir Barat ke Kejati Lampung

Berita Terbaru