Bupati Aceh Tenggara Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Demi Masa Depan Anak Kurang Mampu

Waspada Indonesia

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 22:58 WIB

50299 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pada pagi yang hangat di Jakarta, Kamis (23/4/2026), Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, SE, MM, bersama Kepala Dinas Sosial Bahagia Wati melangkah pasti menuju gedung Kementerian Sosial. Kedatangan mereka bukan sekadar urusan dinas, melainkan mengusung misi besar: menyiapkan masa depan generasi muda Aceh Tenggara melalui pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah sekolah berasrama gratis sebagai program prioritas nasional.

Audiensi berlangsung di hadapan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico. Dalam pertemuan itu, Bupati Salim Fakhry menyerahkan langsung laporan kesiapan lahan, menandai komitmen serius pemerintah daerah. Tak sekadar formalitas, audiensi yang turut dihadiri anggota DPRK Agara itu merupakan tonggak penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi—persoalan klasik yang masih melingkupi banyak wilayah, termasuk Aceh Tenggara.

Dari ruang pertemuan, semangat itu mengalir deras. “Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sangat mendukung penuh gagasan cerdas Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk memuliakan warga kurang mampu melalui jalur pendidikan dengan konsep pendidikan gratis dan boarding school,” ujar Bupati Salim. Baginya, Sekolah Rakyat adalah lebih dari sekadar bangunan, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyat yang kerap tertinggal. Harapannya sederhana namun menyentuh: program ini akan membuka peluang emas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  KPU Riau Ikuti Rakor Internalisasi Kebijakan Pemilu 2029

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat menghadirkan pendidikan unggulan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Menurut data Badan Pusat Statistik, Aceh Tenggara masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. Keterbatasan akses pendidikan, minimnya sarana, dan tingginya angka putus sekolah terus menjadi tantangan. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memutus hambatan itu sehingga tidak ada lagi anak-anak yang gagal menempuh pendidikan karena kendala ekonomi.

Dukungan dari Kementerian Sosial juga tidak setengah hati. Sekjen Robben Rico menegaskan, “Pemerintah pusat membutuhkan komitmen daerah. Kesiapan lahan, tenaga pengajar, dan lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting untuk menjamin keberhasilan program ini.” Untuk itu, laporan kesiapan lahan dan rencana sarana pendukung dari pemerintah Aceh Tenggara menjadi kabar baik yang disambut positif.

Aceh Tenggara telah menyiapkan lahan yang strategis, mudah diakses, dan memenuhi kriteria untuk mendukung seluruh proses belajar-mengajar serta asrama. Selain itu, perencanaan pembangunan ruang kelas, asrama, fasilitas olahraga hingga dapur sehat juga sudah ikut dipaparkan dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  PPWI Selenggarakan Hitung Cepat Pilpres 2024, Ini Hasilnya

Kehadiran Sekolah Rakyat ditunggu banyak pihak, terutama keluarga prasejahtera. Program ini menjanjikan pembebasan biaya sekolah, asrama, makan, transportasi, hingga kebutuhan seragam. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini semakin leluasa bermimpi dan membangun masa depan. Pemerintah menargetkan dalam waktu dekat, tidak ada lagi anak Aceh Tenggara yang berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Audiensi kali itu menghasilkan satu keputusan penting: pembahasan teknis pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh Tenggara segera dilakukan. Tim gabungan dari kementerian dan kabupaten akan merumuskan langkah-langkah detail rancangan pelaksanaan.

Langkah Bupati Aceh Tenggara ini terbukti menjadi mata rantai utama dalam pemutusan kemiskinan sejak hulu. Di tengah keterbatasan dan tantangan yang tak ringan, sebuah harapan baru benar-benar menyala. Melalui Sekolah Rakyat, Aceh Tenggara kini menapaki jalan untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan mampu mengangkat derajat keluarganya menuju masa depan yang terang.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Dikritik Media Global, Ketum AKPERSI: Kedaulatan Ekonomi Harga Mati  
Langkah Baru Kanwil Ditjenpas Aceh: Ramdani Boy Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan
Pejabat Baru BGN Dilantik Prabowo: Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis Untuk Rakyat 
Carut-Marut Pupuk Disorot, Gibran: Pemimpin Harus Tahu Bau Lumpur, Bukan Cuma Tanda Tangan
Enam Bulan Pasca Korban Banjir Bandang Desa Lubuk Pusaka Yang Terparah Tak Kunjung Dibantu Pemerintah
AKPERSI Ultimatum APDESI: Usut Tuntas Dugaan Intimidasi Senpi Ketua DPD Jabar, Jangan Kebal Hukum  
Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026
Bertemu di Paris,Prabowo Dorong Percepatan IEU-CEPA dan Investasi Prancis ke Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:49 WIB

Bukan Hanya Jaga Kamtibnas, Polsek KKH Banting Setir ke Sawah: Pupuk NPK-UREA Untuk Petani, Jagung Bangun Sari Dikawal Sampai Panen

Senin, 8 Juni 2026 - 17:05 WIB

Tanam Pangan Penting DI KAMPAR: Polsek Tapung Hilir Bumdes Sinergi Tanam 30 Ribu Jagung Pipil Kejar Swasembada

Senin, 8 Juni 2026 - 11:54 WIB

Disiplin Anggaran & Anti Pungli: Kacab III Disdik Riau Instruksikan Hemat Listrik-Air & Kawal Ketat SPMB 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:45 WIB

Turun ke Sawah, Kapolsek Kampar Kiri Hilir Tanam Jagung Ramoro Bareng Petani

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:24 WIB

Aksi Nyata Polri Kawal Pangan, Polsek Tapung Hilir Bagikan Benih Jagung 12 Kg di Kota Bangun

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:53 WIB

Biar Nggak Salah Beli, BBPOM Pekanbaru & Ir. H. Sahidin DPR RI Kasih Bocoran ke Warga Kampar: Ini 4 Cara Cek Pangan Aman Cegah Stunting

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Gotong Royong Polisi-Petani di Kampar Kiri Hilir: 50 Kg Jagung Dipanen dari Lahan 0,25 Ha

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:10 WIB

BUMDes Sialang Kubang Panen Optimisme dari Jagung 1,5 Ha yang Didampingi Polsek Perhentian Raja

Berita Terbaru