Bupati Aceh Tenggara Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Demi Masa Depan Anak Kurang Mampu

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 22:58 WIB

50390 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pada pagi yang hangat di Jakarta, Kamis (23/4/2026), Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, SE, MM, bersama Kepala Dinas Sosial Bahagia Wati melangkah pasti menuju gedung Kementerian Sosial. Kedatangan mereka bukan sekadar urusan dinas, melainkan mengusung misi besar: menyiapkan masa depan generasi muda Aceh Tenggara melalui pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah sekolah berasrama gratis sebagai program prioritas nasional.

Audiensi berlangsung di hadapan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico. Dalam pertemuan itu, Bupati Salim Fakhry menyerahkan langsung laporan kesiapan lahan, menandai komitmen serius pemerintah daerah. Tak sekadar formalitas, audiensi yang turut dihadiri anggota DPRK Agara itu merupakan tonggak penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi—persoalan klasik yang masih melingkupi banyak wilayah, termasuk Aceh Tenggara.

Dari ruang pertemuan, semangat itu mengalir deras. “Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sangat mendukung penuh gagasan cerdas Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk memuliakan warga kurang mampu melalui jalur pendidikan dengan konsep pendidikan gratis dan boarding school,” ujar Bupati Salim. Baginya, Sekolah Rakyat adalah lebih dari sekadar bangunan, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyat yang kerap tertinggal. Harapannya sederhana namun menyentuh: program ini akan membuka peluang emas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Kejaksaan RI Raih Juara 1 Kategori Pemohon Lelang Eksekusi pada Anugerah Reksa Bandha Tahun 2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat menghadirkan pendidikan unggulan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Menurut data Badan Pusat Statistik, Aceh Tenggara masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. Keterbatasan akses pendidikan, minimnya sarana, dan tingginya angka putus sekolah terus menjadi tantangan. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memutus hambatan itu sehingga tidak ada lagi anak-anak yang gagal menempuh pendidikan karena kendala ekonomi.

Dukungan dari Kementerian Sosial juga tidak setengah hati. Sekjen Robben Rico menegaskan, “Pemerintah pusat membutuhkan komitmen daerah. Kesiapan lahan, tenaga pengajar, dan lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting untuk menjamin keberhasilan program ini.” Untuk itu, laporan kesiapan lahan dan rencana sarana pendukung dari pemerintah Aceh Tenggara menjadi kabar baik yang disambut positif.

Aceh Tenggara telah menyiapkan lahan yang strategis, mudah diakses, dan memenuhi kriteria untuk mendukung seluruh proses belajar-mengajar serta asrama. Selain itu, perencanaan pembangunan ruang kelas, asrama, fasilitas olahraga hingga dapur sehat juga sudah ikut dipaparkan dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sambut Hangat PM Narendra Modi di Jakarta, Dikawal F-16 dan Sukhoi

Kehadiran Sekolah Rakyat ditunggu banyak pihak, terutama keluarga prasejahtera. Program ini menjanjikan pembebasan biaya sekolah, asrama, makan, transportasi, hingga kebutuhan seragam. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini semakin leluasa bermimpi dan membangun masa depan. Pemerintah menargetkan dalam waktu dekat, tidak ada lagi anak Aceh Tenggara yang berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Audiensi kali itu menghasilkan satu keputusan penting: pembahasan teknis pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh Tenggara segera dilakukan. Tim gabungan dari kementerian dan kabupaten akan merumuskan langkah-langkah detail rancangan pelaksanaan.

Langkah Bupati Aceh Tenggara ini terbukti menjadi mata rantai utama dalam pemutusan kemiskinan sejak hulu. Di tengah keterbatasan dan tantangan yang tak ringan, sebuah harapan baru benar-benar menyala. Melalui Sekolah Rakyat, Aceh Tenggara kini menapaki jalan untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan mampu mengangkat derajat keluarganya menuju masa depan yang terang.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia
Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru