Pringsewu, Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pringsewu mulai melakukan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari program pemerintah dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Data tersebut nantinya menjadi landasan penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan nasional maupun regional.
Kepala BPS Pringsewu, Sartika Yuliani mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah memasuki tahap sosialisasi dan pendaftaran petugas sensus yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Menurutnya, sasaran pendataan meliputi usaha mikro, usaha besar hingga rumah tangga yang memiliki aktivitas sosial ekonomi.
“Kita saat ini sedang mengadakan persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini sudah masa sosialisasi pendaftaran petugas Bulan Mei hingga Agustus 2026. Yang akan didata yakni usaha mikro, usaha besar, juga rumah tangga yang menjadi sasaran pendataan petugas usaha ekonomi,” kata Sartika Yuliani saat kepada Media Prioritastv.com di Kantor BPS Pringsewu, Rabu (13/5/2026),
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sebanyak 382 petugas telah disiapkan melalui mekanisme seleksi untuk melakukan pendataan secara langsung atau door to door. Sosialisasi juga dilakukan secara masif melalui pemasangan baliho di sejumlah wilayah seperti Gadingrejo, Sukoharjo dan Pringsewu, serta koordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah kabupaten.
“Petugas pendaftar sebanyak 382 orang melalui mekanisme seleksi. Pendataan dilakukan dengan sistem door to door. Sosialisasi juga sudah cukup masif melalui berbagai cara, termasuk pemasangan baliho dan koordinasi melalui pemerintah daerah,” bebernya.
Sartika menambahkan, jadwal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibagi dalam dua tahapan, yakni pengisian kuesioner online pada 1 hingga 31 Mei 2026, kemudian dilanjutkan pendataan lapangan pada Juni hingga Agustus 2026.
Adapun tujuan pelaksanaan sensus tersebut antara lain menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital serta ekonomi lingkungan. BPS berharap seluruh pelaku usaha yang didatangi petugas dapat memberikan jawaban yang benar dan jujur sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
“Harapan kami semua pelaku usaha yang didatangi petugas BPS bisa menjawab dengan benar dan jujur sesuai kondisi riil di lapangan, sehingga data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi perekonomian di Kabupaten Pringsewu,” tutupnya.





































