Perjuangkan Hak dan Tunjangan Guru di Agara, Ali Basrah: Semua Harus Lewat Prosedur yang Benar

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:40 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane. 23/05/2026, Waspada Indonesia   – Persoalan hak dan tunjangan untuk guru di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Anggota DPRA, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M., menegaskan komitmennya dalam mendampingi dan memperjuangkan setiap hak tenaga pendidik, termasuk pencairan dana tunjangan profesi atau sertifikasi yang kerap menjadi harapan besar para guru di daerah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa seluruh proses pengusulan harus berlandaskan prosedur dan administrasi yang tertib sesuai aturan perundang-undangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Basrah di hadapan para guru yang hadir dalam Reses II Tahun Sidang 2026 di Kutacane pada Sabtu (23/5/2026). Ali Basrah, yang selama ini dikenal sebagai legislator yang vokal dalam isu pendidikan, menegaskan kesiapan lembaga legislatif untuk memperjuangkan hak-hak para pendidik, baik menyangkut tunjangan profesi, rapel, hingga hak normatif lain yang menjadi bagian dari kesejahteraan guru. Ali Basrah menekankan, langkah advokasi ini harus dijalankan dalam koridor regulasi yang berlaku.

Dijelaskan Ali Basrah, pencairan hak guru harus melalui tahapan administrasi yang rapi dan sesuai dengan ketentuan agar ketika diperjuangkan di tingkat provinsi, semua dokumen pendukungnya sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyoroti pentingnya data guru yang valid di Dapodik, kelengkapan administrasi, serta ketepatan prosedural agar tidak menimbulkan persoalan atau temuan di kemudian hari, baik dalam pemeriksaan internal maupun eksternal. “Kami di DPRA siap pasang badan untuk setiap hak guru. Tapi tolong semua tahapan administratif dijalankan secara benar, jangan sampai proses terhambat karena kelalaian data atau dokumen,” ujar Ali Basrah kepada peserta reses.

Baca Juga :  Tragedi di Sekolah Dasar, Ronal Halomoan Kutuk Keras Aksi Bullying yang Menelan Korban Jiwa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ali Basrah menilai kesejahteraan guru merupakan pilar utama peningkatan kualitas pendidikan daerah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak guru harus diikuti peningkatan tanggung jawab dalam mutu mengajar. Guru yang hak dan tunjangannya sudah disalurkan dengan baik, diharapkan juga berkomitmen terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta mematuhi kode etik profesi sesuai undang-undang. “Negara memberikan penghargaan lewat tunjangan profesi. Kita kawal, tapi guru juga harus tunjukkan integritas dan dedikasi lebih dalam menjalankan amanah pendidikan,” tegasnya.

Selain tentang hak dan mutu profesionalisme, Ali Basrah menyinggung perlunya perhatian pada perbaikan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, Dinas Pendidikan bersama masyarakat sekolah harus melakukan pendataan fasilitas yang rusak atau butuh rehabilitasi agar bisa diajukan program pembangunan dari pemerintah provinsi. Infrastruktur yang baik sangat menentukan kelancaran proses belajar mengajar serta kenyamanan guru dan murid di sekolah.

Baca Juga :  Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial

Seluruh pesan yang disampaikan Ali Basrah mengandung harapan terciptanya sinergi kuat antara aspek hak, kualitas tenaga pendidik, serta kelayakan fasilitas pendidikan di Aceh Tenggara. Dengan prosedur yang jelas dan kolaborasi antara guru, dinas pendidikan, serta pemerintah provinsi, persoalan administrasi dan kesejahteraan tenaga pendidik dapat diatasi secara sistemik dan berkelanjutan.

Melalui pertemuan ini, Ali Basrah juga membuka pintu dialog bagi para guru yang ingin menyampaikan aspirasi dan kendala di lapangan, sehingga seluruh proses advokasi dapat berjalan transparan dan sesuai jalur. Ia mengimbau agar setiap upaya kolektif dalam memperjuangkan hak guru didasari pada keterbukaan informasi, komunikasi efektif, dan kepatuhan aturan demi terwujudnya pendidikan berkualitas di Aceh Tenggara.

Laporan : Ali Asa

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Berita Terbaru