KUTACANE | Upaya pembersihan material lumpur pascabanjir di ruas jalan nasional lintas Aceh Tenggara–Medan, tepatnya di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara telah dilakukan pada Jumat, 22 Mei 2026. Pembersihan ini merupakan respons cepat atas dampak banjir yang menerjang wilayah tersebut dua hari sebelumnya dan meninggalkan endapan lumpur yang menutupi permukaan jalan utama.
Dalam pantauan di lapangan, petugas gabungan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh 3.5 mengerahkan alat berat, kendaraan water tank, hingga dump truck untuk membersihkan sedimen lumpur yang menumpuk di badan jalan. Proses penyemprotan air dan pengangkatan lumpur dilakukan secara bertahap, dimulai dari lokasi paling parah terdampak banjir menuju titik-titik yang masih rawan selip dan licin.
PPK Jalan Nasional Wilayah Aceh BPJN.3.5, Jaya Yuliadi,ST menjelaskan bahwa pekerjaan ini difokuskan pada pengembalian fungsi jalan agar arus lalu lintas kembali normal serta mencegah kecelakaan akibat kondisi jalan berlumpur dan rusak setelah banjir. “Kami berupaya semaksimal mungkin membersihkan seluruh ruas yang terdampak. Dengan pembersihan secara berkala menggunakan water tank dan alat berat, jalur nasional kini sudah dapat dilalui dengan lebih aman,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Desa Kuning, pembersihan serupa juga dilakukan di wilayah Lawe Tua Persatuan dan sekitarnya yang mengalami kondisi serupa akibat luapan air banjir. Proses ini, lanjut Jaya Yuliadi, diutamakan terlebih dahulu untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa terganggu lumpur maupun debu yang ditinggalkan pasca banjir.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana untuk menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan nasional. Dengan pembersihan yang telah selesai dilaksanakan, mobilitas warga dan angkutan dapat kembali berlangsung dengan lancar. BPJN Aceh juga mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati selama masa transisi pemulihan, serta segera melaporkan jika ada titik jalan yang masih perlu penanganan lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama BPJN Aceh 3.5 menegaskan komitmennya untuk melakukan pemeliharaan berkelanjutan pada infrastruktur jalan, termasuk usulan perbaikan menyeluruh untuk meminimalkan risiko banjir di masa datang. Masyarakat diimbau tetap waspada, namun kini harapan pulihnya jalur utama penghubung Aceh Tenggara dan Medan semakin dekat, seiring rampungnya pekerjaan pembersihan lumpur dan sedimen pascabencana. (*)





































