Ketua Umum DPP Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Rino Triyono S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia tidak bisa ditawar. Pernyataan itu menanggapi gencarnya pemberitaan media global berbasis Singapura yang menyoroti ekonomi RI dengan nada pesimistis.
JAKARTA, waspadaindonesia.com – Gelombang pemberitaan negatif dari media internasional terhadap ekonomi Indonesia disikapi tegas Ketua Umum DPP AKPERSI Rino Triyono. Ia meminta seluruh rakyat waspada terhadap narasi global yang berpotensi mengikis kepercayaan bangsa pada kekuatan ekonomi sendiri, Riau (10/6/2026).
Sorotan tajam datang dari _The Straits Times_ lewat laporan “Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip” yang menyebut Indonesia hadapi aksi jual aset besar-besaran karena khawatir kebijakan fiskal.
Rupiah disebut salah satu mata uang terlemah di Asia. _The Business Times_ menyoroti kebijakan ekonomi intervensif. Sementara _Reuters_ dari Singapura dan London menyebut risiko “doom loop” di pasar keuangan RI.
“Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia,” tegas Rino, Rabu (10/6/2026).
Waspada Kedekatan Singapura dengan Barat
Rino mengingatkan publik untuk melek geopolitik. Singapura punya hubungan strategis erat dengan pusat kekuatan ekonomi dan keuangan Barat, termasuk Amerika Serikat.
“Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia.”
Meski demikian, Indonesia tetap menghormati Singapura sebagai mitra strategis ASEAN. Hubungan bilateral harus dibangun dengan prinsip saling menghormati kedaulatan.
Indonesia Bukan Negara Gampangan
Rino menegaskan Indonesia bukan negara yang mudah digoyang opini.
“Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang.”
Tekanan terhadap rupiah bahkan membuat Bank Indonesia ambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk stabilisasi.
Kedaulatan Ekonomi Harga Mati
DPP AKPERSI mengajak rakyat perkuat ketahanan nasional, jaga stabilitas, perkuat ekonomi produktif, dan tingkatkan literasi informasi.
“Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri,” kata Rino.
Ia juga menegaskan peran media nasional.
“Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri,” pungkasnya.
Sumber: Rilis DPP AKPERSI
Editor: Rosbinner Hutagaol




































