KUTACANE WASPADA INDONESIA -Polres Aceh Tenggara memusnahkan sebanyak 46 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong tidak sesuai spesifikasi teknis, hasil penyitaan yang dilakukan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) selama sepekan terkahir.
Pemusnahan knalpot brong dari berbagai jenis kendaraan roda dua itu berlangsung di lapangan Mapolres Aceh Tenggara. Dihadiri Forkompinda, Kasatpol PP dan para camat, Kamis 17 September 2026.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo mengatakan bahwa penertiban tersebut tidak hanya berorientasi pada tindakan akan tetapi juga menjadi bagian dari edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.
Ia menyebutkan penertiban knalpot brong bukan sekedar mengurangi kebisingan, tetapi juga bagian dari membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kita ingin generasi muda memahami bahwa jalan raya adalah ruang bersama, berkendara boleh, tapi harus tertib dengan menghargai pengguna jalan lain dan mengutamakan keselamatan. Penertiban ini bukan hanya soal tindakan, tetapi juga edukasi dan pembinaan,” kata Rujiyanto, Kamis 17 September 2026.
Rujiyanto menjelaskan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi perlu menjadi perhatian bersama karena banyak ditemukan pada kalangan remaja dan pelajar. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan perilaku berkendara yang tidak tertib, seperti kebut kebutan maupun balap liar.
“Sebagian knalpot hasil penertiban akan dimanfaatkan menjadi tugu berbentuk ikan mas. Tugu tersebut diharapkan menjadi simbol edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” tegasnya.
“Dari sesuatu yang menggangu,kita ubah menjadi pengingat. Harapannya, pesan tertib berlalu lintas terus melekat di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry mengapresiasi langkah Kapolres dan jajaran dalam pembinaan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.
Ia juga mengajak dinas Pendidikan, para guru, orang tua, ulama serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama memberikan pembinaan kepada para pelajar sebagai generasi penerus.
“Kita berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lalu lintas semangkin meningkat, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, nyaman dan Kondusif di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.
Laporan Salihan Beruh



































