Bangkitkan Nilai-nilai Luhur, LEMTARI Usulkan ke Pemerintah Prabowo: Hari Adat Istiadat Nasional

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 21:02 WIB

50248 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, waspadaindonesia.comKetua Umum DPP Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI), Suhaili Husin Datuk Mandaro Mudo, mengimbau dan mengajak pemerintahan Prabowo Subianto agar menerbitkan aturan yang menetapkan pemberlakuan Hari Adat Istiadat Nasional. Rabu (19/11/2025).

DPP LEMTARI juga mendorong agar pemerintahan Probowo membentuk Kementerian Adat Istiadat yang khusus menangani persoalan penguatan karakter anak bangsa yang bersumber dari nilai-nilai istimewa adat istiadat, peninggalan para leluhur yang kini makin tergerus oleh pengaruh budaya-budaya asing.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut diungkapkan Datuk mudo seusai rapat kerja panitia persiapan Penobatan Tokoh Adat Nasional jepada Prof. Dr. Jimly Asshidhiqhi. S.H., M.H., dan pelaksanaan Rakernas di bilangan Grand Depok City (GDC) Kota Depok, Sabtu (15/10/2025).Menurutnya, penetapan Hari Adat Istiadat Nasional itu sangat penting untuk diberlakukan, karena akan berdampak signifikan dan menjadi momentum bangkitnya kembali nilai-nilai luhur suku dan daerah yang selama ini berperan penting menjaga dan merawat serta membina masyarakat Adat dengan bingkai kebhinekaan di bawah panji Merah Putih dengan slogan Bhineka Tunggal Ika nya.

“Selama ini kebanyakan masyarakat menganggap bahwa adat istiadat sama saja dengan budaya, padahal masing-masing punya kedudukan yang berbeda, di mana adat istiadat memiliki peran yang sangat penting dalam memfilter pengaruh-pengaruh budaya asing yang saat ini sudah berhasil memporak-porandakan sendi-sendi luhur kebangsaan, dan Adat itu adalah Hukum, Adat itu Aturan. Dengan adat kita pasti bisa membuat aturan hukum adat di daerah kita masing-masing dengan menegakkan aturan hukum Adat di negeri kita masing-masing dan kita pasti bisa memfilter budaya-budaya luar khususnya yang berkaitan dengan etika dan moral Akhlaq bangsa,” jelasnya.

Baca Juga :  BRI KC Jakarta Tanjung Duren Dorong Digitalisasi UMKM melalui Akuisisi QRIS

“Kita sedih melihat anak bangsa kita yang hampir tidak kenal dengan jati diri kita bangsa indonesia, orang beradat dan tidak mengamalkan lagi karakter asli bangsa indonesia, orang beradab dan kesopanan yang sudah hilang, saling curiga, sikap acuh tak acuh yang semakin menonjol, perselingkuhan, LGBT, dan praktik korupsi yang semakin dianggap biasa.

Hal ini harus menjadi PR besar kita bersama yang harus segera dibenahi agar bangsa ini tidak tinggal nama dan dikuasai oleh pihak asing sepenuhnya,” ungkapnya.

“Salah satu langkah pencegahan adalah dengan mengaktifkan kembali aturan hukum adat istiadat yang ada di negeri/ daerah kita masing-masing sesuai adat istiadat setempat dan sejalan dengan hukum ketatanegaraan, agar masing-masing daerah dan wilayah memiliki filter kuat dalam menjaga dan melindungi warganya dari berbagai pengaruh luar yang negatif”, terang Datuk mudo putra Tapung Kampar Riau itu.

Baca Juga :  Kombes Edy Sumardi Tutup Acara Workshop Risk Threat Assessment Sistem Manajemen Pengamanan di PT. MRT Jakarta

“DPP LEMTARI akan terus berjuang menegakkan kembali aturan hukum adat yang ada di setiap daerah itu serta merawat dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat keluhuran bangsa, dan berharap kepada pemerintahan dibawah kepemimpinan bapak Prabowo Subianto menjadi tonggak awal bangkitnya adat istiadat di bumi pertiwi yang kita cintai ini,” pungkasnya mantan wakil ketua LAM Riau itu..

“Dalam rangka untuk mengangkat kembali nilai-nilai adat istiadat kita, salah satu langka dan upaya Lemtari adalah memberikan gelar Adat Nasional kepada Prof. Dr. Jimly Asshidhiqie. S.H., M.H., yang acaranya akan di laksanakan pada tanggal 8 Desember 2025 di kota Denpasar Bali. Hal ini sudah kita sepakati bersama dengan bapak Prof. Jimly”, ungkap mantan Ketua Lembaga Adat Kampar itu.

 

Sumber: Ketum DPP Lemtari, Suhaili Husin

(Idam)

Berita Terkait

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji
Tolak Gerakan BEM SI Jawabarat, Kasus Andri Yunus Jangan Dijadikan Alibi untuk Aksi Provokatif dan Cederai Simbol Negara
PJT Provinsi Lampung Hadiri Halal Bihalal di Jakarta, Pererat Tali Silaturahmi Lintas Wilayah
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan ke Negara
Disdukcapil Riau Dilanda Kontroversi: Ros Diblokir Setelah Tolong Warga, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju
PA-Malut Desak DPP Demokrat Beri Perlindungan Hukum Terkait Kasus Aksandri Kitong
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Usulan Kepala BNN Larang Vape dalam RUU Narkotika
Organisasi Kepemudaan Kecam Keras Pernyataan Saiful Mujani, Tegaskan Mengarah pada Makar dan Ancam Stabilitas Negara

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:04 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila saat mendampingi tim KONI Pusat di Bendungan Way Sekampung

Jumat, 17 April 2026 - 05:54 WIB

PANTASTIS! Anggaran Bimtek Rp 1,67 Miliar dan Jasa Tenaga Ahli Sekretariat DPRD Pringsewu Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 20:53 WIB

Didampingi Wabup, KONI Pusat Survei Venue Olahraga Dayung dan Ski Air PON 2032 Di Kabupaten Pringsewu

Kamis, 16 April 2026 - 13:08 WIB

DPC ASWIN PRINGSEWU: JAWABAN KABAG UMUM DAN KEUANGAN SEKRETARIAT DPRD PRINGSEWU MEMBINGUNGKAN, PUBLIK BERHAK TAHU DATA ANGGARAN

Kamis, 16 April 2026 - 10:35 WIB

DPC ASWIN Pringsewu Desak Sekretariat DPRD Tegakkan Transparansi

Kamis, 16 April 2026 - 07:22 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa

Selasa, 14 April 2026 - 18:49 WIB

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi & Inklusi Keuangan Sicantiks

Berita Terbaru