KUTACANE – WASPADA INDONESIA -Di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, sebuah inisiatif mulia lahir dari tangan dingin Ny. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP). Setiap hari Jumat bukan lagi sekadar penutup hari kerja, melainkan sebuah oase spiritual dan intelektual bagi para istri ASN dan PPPK. Kegiatan ini hadir sebagai jembatan yang menghubungkan hati, pikiran, dan pengabdian dalam satu tarikan napas perjuangan yang sama.

Filosofi Silaturahmi yang Mengakar
Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada struktur formalnya, tetapi pada kehangatan hubungan kekeluargaan di baliknya. Dengan berkumpul secara rutin, para anggota DWP tidak hanya saling mengenal nama, tetapi juga saling memahami rasa. Inilah momentum untuk merajut kembali benang-benang persaudaraan yang mungkin sempat merenggang karena kesibukan, menciptakan sebuah ekosistem pendukung (support system) yang solid bagi para suami dalam menjalankan amanah negara.
Integrasi Ruhani dan Nalar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Keindahan program ini terletak pada keseimbangannya. Melalui pengajian, para ibu diajak untuk bersimpuh, menjernihkan hati, dan menyerap nilai-nilai ketuhanan yang akan menjadi kompas dalam mendidik keluarga. Namun, pengabdian tidak berhenti di atas sajadah. Lewat diskusi pendidikan, mereka bertransformasi menjadi pendidik utama (madrasatul ula) yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di sini, wawasan tentang dunia pendidikan dikupas tuntas, memastikan bahwa dari rahim keluarga besar Kemenag Aceh Tenggara, lahir generasi yang tidak hanya cerdas intelektualnya, tetapi juga luhur budi pekertinya.

Menjadi Perpanjangan Tangan Program Nasional
DWP Kemenag Aceh Tenggara memahami betul posisinya sebagai mitra strategis. Setiap diskusi yang digelar menjadi sarana untuk membedah dan membumikan program-program strategis Kementerian Agama RI. Baik itu penguatan moderasi beragama, transformasi layanan umat, hingga isu-isu kesejahteraan keluarga, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa yang sederhana dan menyentuh akar rumput. Para istri ASN dan PPPK ini berperan sebagai duta yang membawa misi perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Sinergi dalam Kebersamaan
Kehadiran seluruh anggota, baik istri dari ASN maupun PPPK, menunjukkan semangat inklusivitas yang luar biasa. Tidak ada sekat dalam pengabdian; semuanya melebur dalam identitas tunggal sebagai perempuan-perempuan tangguh pendamping abdi negara. Pertemuan Jumat ini adalah bukti nyata bahwa ketika perempuan bergerak bersama, mereka tidak hanya sedang mengurus sebuah organisasi, tetapi sedang membangun fondasi bangsa dari lingkup yang paling mendasar: keluarga.[ Aliasa


































