Masyarakat Diimbau Waspadai Kebakaran di Musim Panas.

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:45 WIB

50186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selatpanjang-Riau,  waspadaindonesia.com – Memasuki musim kemarau, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kepulauan Meranti, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Selasa (10-02-2026).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Zulkifli, S.H., M.Si., menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang sering kali berawal dari api kecil.

Wan Zulkifli menjelaskan bahwa kebakaran biasanya dimulai dari api kecil yang dibiarkan tanpa penanganan cepat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengetahui cara menangani api kecil dengan benar, seperti menutup api dengan kain basah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kain apapun, seperti handuk, karung goni, dapat digunakan untuk memadamkan api, setelah dibasahi terlebih dahulu untuk menutup sumber api. Yang terpenting adalah tidak panik,” ungkapnya kepada media baranewsriau.com, Selasa (10/02/2026).

Baca Juga :  Presisi Polda Riau Bernuansa Melayu, LAMR Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih

Wan Zulkifli menambahkan, dalam situasi kebakaran di lapangan, baik itu di lahan, tempat pembuangan sampah, atau di rumah, dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus mengambil gambar atau video, tetapi segera membantu memadamkan api dengan air.

Ia menegaskan bahwa tren merekam kejadian kebakaran sering kali menghambat penanganan api.

“Boleh merekam untuk melaporkan kebakaran, tetapi jangan sampai semua orang sibuk mengambil gambar dan video sehingga api terlambat ditangani dan berpotensi menjadi kebakaran besar,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wan Zulkifli juga mengingatkan bahwa jika masyarakat membakar sampah, sangat penting untuk menunggu sampai api benar-benar padam. Di musim kemarau, api yang ditinggalkan tanpa pengawasan memiliki risiko besar untuk berkembang menjadi kebakaran.

Baca Juga :  KETUA LAMR KEPULAUAN MERANTI TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI 10 KEPALA DESA 

Ia menambahkan, terdapat tiga unsur yang menyebabkan api, yakni panas, oksigen, dan bahan bakar.

Di musim kemarau ini, suhu panas yang tinggi, keberadaan oksigen, dan bahan bakar seperti kertas, kayu, atau daun kering dapat dengan mudah memicu kebakaran.

“Terpenuhinya tiga unsur ini menjadi penyebab api,” tukasnya.

Wan Zulkifli menegaskan bahwa pemadaman api adalah tanggung jawab bersama.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dan bersama-sama menangani potensi kebakaran, karena Damkar tidak dapat bekerja sendiri tanpa keterlibatan aktif dari masyarakat.

 

Penulis: Ucok Alexander

(Amar Hawari)

Editor: Ros.H

Berita Terkait

Guru dan Budayawan Meranti Dokumentasikan Sejarah Kepahlawanan di Balai Adat
Sinergi Kapolres dan Bupati Meranti Terlihat Saat Jalan Pagi
Sosialisasi Budaya Melayu oleh LAMR Sasar Santri Darul Fikri
Presisi Polda Riau Bernuansa Melayu, LAMR Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih
LAMR Meranti Anugerahkan Tanda Kehormatan ke Kapolres AKBP Gede
Jaga Mangrove, LAMR Meranti Ajak Masyarakat Rawat Pesisir
Butuh Data Resmi Pemkab Meranti? Ajukan Melalui Layanan PPID Kominfo
KETUA LAMR KEPULAUAN MERANTI TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI 10 KEPALA DESA 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru