Medan || Waspada Indonesia
Berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara,Rabu (22/4/26). Gubsu memimpin langsung seremoni pelepasan pengiriman tahap ketiga komoditi cabai merah keriting menuju Kota Palangka Raya, Kalteng,dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Sebanyak 350 kg cabai merah keriting kualitas unggul diberangkatkan dalam pengiriman kali ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam kerangka Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangka Raya.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, Gubernur Sumatera Utara didampingi oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Medan), Rudy Hutabarat.
Pengiriman tahap ketiga ini melengkapi rangkaian distribusi yang telah dimulai sejak pekan lalu. Total akumulasi cabai merah yang telah dikirimkan hingga saat ini mencapai 1.050 kg, dengan rincian sebagai berikut:
* Tahap 1, 14 April 2026 sebanyak 350 kg
* Tahap 2, 17 April 2026, sebanyak 350 kg
* Tahap 3, 22 April 2026, sebanyak 350 kg
Gubernur Sumatera Utara menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah konkret untuk menyeimbangkan ketersediaan stok di daerah yang mengalami defisit stok pangan, sekaligus memastikan distribusi hasil tani dari Sumatera Utara terserap dengan harga yang kompetitif.
Program KAD ini tidak hanya bermanfaat bagi konsumen di Kalimantan Tengah, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pertanian di daerah penghasil. Tercatat, aktivitas pengiriman ini telah memicu pergerakan harga yang positif di tingkat petani di Kabupaten Karo.
Harga komoditi cabai merah keriting di Kabupaten Karo mengalami kenaikan yang sehat, bergerak dari angka Rp18.000/kg menjadi Rp25.000/kg. Kenaikan ini dinilai sebagai respon pasar yang wajar dan menguntungkan bagi kesejahteraan petani lokal tanpa membebani konsumen secara berlebihan.
” Program KAD ini sangat membantu petani kita. Selain membuka pasar baru, harga juga menjadi lebih stabil dan menguntungkan,” ujar Komando Tarigan, SP.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberlanjutan program KAD sangat penting dalam menjaga keseimbangan harga, khususnya saat terjadi surplus produksi. “Ini bukan sekadar distribusi komoditas, tetapi upaya memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa KAD merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah Provinsi Sumut juga mendorong agar kerja sama ini dapat diperluas ke lebih banyak daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Medan, Rudy Hutabarat, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi daerah yang efektif melalui penguatan jalur distribusi pangan antar-pulau.
Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika akan terus mendukung publikasi dan penguatan program-program strategis daerah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
(Nathan 366)



































