Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​KUTACANE — WASPADA INDONESIA. -Kehadiran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di lw. Beringin gayo Kecamatan Semadam dan Kute Mejile kecamatan tanoh alas. disambut hangat oleh masyarakat petani di Kabupaten Aceh Tenggara. Program bantuan infrastruktur irigasi ini dinilai memberikan dampak signifikan dalam mendukung produktivitas dan percepatan tata guna lahan pertanian warga setempat.

​Ungkapan rasa syukur dan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah tokoh tani saat ditemui di Kutacane, Rabu (9/9/2026). Mereka menilai pembangunan saluran irigasi yang tertata rapi ini menjadi solusi nyata atas kendala pasokan air yang kerap dihadapi para petani selama ini.

​Pembangunan irigasi ini tak lepas dari komitmen serta kepedulian Anggota DPR RI asal Aceh, H. Irmawan, S.Sos., M.M. Melalui pengawalan program aspirasi di tingkat pusat, kebutuhan mendasar para petani di pelosok desa dapat terwujud dan dirasakan langsung manfaatnya.
​”Kami sangat terbantu dengan adanya program P3-TGAI ini. Aliran air ke sawah kini jauh lebih lancar, sehingga pola dan jadwal tanam bisa dilakukan lebih cepat dan teratur,” ujar salah seorang tokoh tani di Kutacane.

Baca Juga :  Selama Dua Tahun Lebih Menjadi Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R. Doni Sumarsono, S.I.K, M.H: Banyak Prestasi dan Sukses Memberantas Narkoba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Selain memperlancar distribusi air hingga ke ujung lahan, program P3-TGAI yang dijalankan secara padat karya melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga turut menggerakkan perekonomian desa dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

​Masyarakat berharap program-program yang berfokus pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Petani Aceh Tenggara

​KUTACANE — Kehadiran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kecamatan Semadam dan Kute Mejile disambut hangat oleh masyarakat petani di Kabupaten Aceh Tenggara. Program bantuan infrastruktur irigasi ini dinilai memberikan dampak signifikan dalam mendukung produktivitas dan percepatan tata guna lahan pertanian warga setempat.

​Ungkapan rasa syukur dan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah tokoh tani saat ditemui di Kutacane, Rabu (9/9/2026). Mereka menilai pembangunan saluran irigasi yang tertata rapi ini menjadi solusi nyata atas kendala pasokan air yang kerap dihadapi para petani selama ini.

Baca Juga :  Ironi di Balik "Plat Merah": Anggaran Cair, Jalan Nasional Masih "Mati Suri"

​Pembangunan irigasi ini tak lepas dari komitmen serta kepedulian Anggota DPR RI asal Aceh, H. Irmawan, S.Sos., M.M. Melalui pengawalan program aspirasi di tingkat pusat, kebutuhan mendasar para petani di pelosok desa dapat terwujud dan dirasakan langsung manfaatnya.
​”Kami sangat terbantu dengan adanya program P3-TGAI ini. Aliran air ke sawah kini jauh lebih lancar, sehingga pola dan jadwal tanam bisa dilakukan lebih cepat dan teratur,” ujar salah seorang tokoh tani di Kutacane.

​Selain memperlancar distribusi air hingga ke ujung lahan, program P3-TGAI yang dijalankan secara padat karya melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga turut menggerakkan perekonomian desa dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

​Masyarakat berharap program-program yang berfokus pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah seperti ini dapat teru berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Laporan: Aliasa.

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru