KUTACANE | Tanggul Jembatan Natam yang menghubungkan 28 desa di Kecamatan Darulhasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, ambruk dan memutus total jalur utama pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut bulan lalu. Peristiwa ambruknya tanggul terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu, menyebabkan Sungai Alas meluap dan menghantam pondasi jembatan hingga ambrol.
Kondisi ini membuat warga di hampir seluruh desa terdampak mengalami kesulitan mobilitas, terutama bagi kendaraan roda empat yang nyaris tidak bisa melintasi jalur darurat yang tersedia. Jalan pengganti yang dibangun pascakejadian dinilai sangat sempit dan rawan amblas jika terus menerus dilewati arus kendaraan maupun akibat cuaca buruk berikutnya.
Ambruknya tanggul Jembatan Natam pada dasarnya sudah diprediksi masyarakat sejak awal, mengingat luapan air sungai dan derasnya arus terus melemahkan struktur penyangga. Akses ke wilayah Darulhasanah kini hanya mengandalkan jalur alternatif dengan konstruksi seadanya. Jika jalur ini ikut terputus, maka ribuan warga di 28 desa terancam terisolasi dari wilayah lain di Aceh Tenggara.

Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Darulhasanah, Amri, yang ditemui di lokasi pada Jumat, 11 September 2026, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera bertindak. Menurut warga, keterlambatan perbaikan bisa berdampak fatal mengingat jalan darurat yang ada hanya mampu dilalui kendaraan roda dua dan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan lebih lanjut. Amri menegaskan, jika tidak segera ada langkah perbaikan, jalan penghubung akan benar-benar terputus dan menyulitkan pengiriman kebutuhan pokok maupun akses layanan darurat.
Masyarakat setempat berharap ada tindakan cepat dan konkret bukan hanya pembangunan tanggul permanen, tetapi juga penguatan infrastruktur jalan sementara agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tetap berjalan. Warga mendesak pemerintah setempat mengutamakan penanganan masalah ini sebelum musim penghujan berikutnya tiba dan menambah risiko kerusakan lebih besar.
Tanggul Jembatan Natam yang ambruk menjadi bukti nyata lemahnya antisipasi infrastruktur dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem di Aceh Tenggara. Hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana perbaikan atau pembangunan kembali jembatan maupun tanggul pengaman di titik vital tersebut. Sementara itu, warga di 28 desa kini harus berjibaku dengan keterbatasan akses dan kekhawatiran akan dampak bencana susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Laporan : Salihan Beruh



































