Tarian Rateub Meseukat Nagan Raya Sebagai Penyaji Terbaik Di PKA Ke – 8.

- Redaksi

Sabtu, 11 November 2023 - 03:14 WIB

50322 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kontingen Tarian Rateub Meseukat Kabupaten Nagan Raya keluar sebagai Penyaji Terbaik pada Lomba Tari Tradisional, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang digelar di Indoor Taman Budaya Kota Banda Aceh.

Hal ini diketahui, setelah panitia penyelenggara mengumumkan hasilnya setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan pada Jum’at (10/11/2023) malam.

Sesuai jadwal, kegiatan lomba Tari Tradisional itu, digelar selama dua hari mulai tanggal 9 -10 November 2023 dan diikuti 23 kabupaten/kota di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan tari tradisional Nagan Raya sendiri yang tampil pada ajang itu, berasal dari Sanggar Seni Mahkota Sakti, Gampong Ujong Patihah Kecamatan Kuala Kabupaten setempat. Dibawah pimpinan Syeh Ida Nurmawan, S.Pd.

Syeh tari rateb meuseukat yang kesehariannya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Suka Makmue dan juga memiliki usaha Make Up Pengantin, berhasil membawa anggotanya menjadi salah satu tim yang keluar sebagai juara.

Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Kesenian, Rahmatullah, S.STP., M.Si, melalui anggotanya, Syeh Safari menjelaskan, tari rateb meuseukat  Nagan Raya keluar sebagai salah satu penyaji terbaik kelima, setelah tampil di indoor taman budaya.

Baca Juga :  Apel Gabungan Pelepasan Purnatugas Sekda : Ir. H. Ardimartha Menangis Disaat Mendengar Pidato Wabup

“Alhamdulilah berkat kekompakan tim dan doa dari masyarakat Nagan Raya, tim rateub meuseukat kita menjadi salah satu tim penyaji terbaik kelima,” ujar Safari.

Safari berharap, semoga kedepan tim Rateb Meusekat Nagan Raya dapat lebih meningkatkan lagi prestasinya terutama dalam bidang seni budaya.

“Maka dari itu, perlu kekompakan dan solidaritas dalam tim untuk mencapai semua peraihan yang terbaik guna membawa nama Nagan lebih baik lagi kedepannya,” ucap Safari.

Lebih lanjut, Safari menyampaikan, atas keberhasilan keluar sebagai tim Penyaji Terbaik, maka group kesenian tari Ratep Meuseukat Kabupaten Nagan Raya, diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 7 juta rupiah dari panitia penyelenggara.

Pada kesempatan itu, Syeh Safari yang juga kenal sebagai Cahi Rapai Saman dan Seudati di Nagan Raya, juga mencerikatan filosofi singkat Tari Rateb Meusekat. Ia menyebutkan tari Rateb Meusekat ini adalah salah satu tari yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya dan masih ditarikan sampai dengan sekarang.

Ia juga menyampaikan tari tradisional ini, berasal dari dua suku kata yaitu Ratep dan Meusekat, Rateb dalam bahasa Aceh dapat diartikan berzikir atau berdoa kepada Allah SWT, sedangkan kata Meusekat berasal dari kata Sakat yang dapat diartikan dalam Bahasa Aceh diam atau khusu’k.

Baca Juga :  Dalam Rangka Turnamen Bola Kaki HUT Pemuda UTP Hari Ini Di tunda Pertandingan Dikarnakan Faktor Hujan

“Jadi dapat dikatakan tari Ratep Meusekat bermakna kegiatan berdzikir yang dilakukan dengan khusyuk,” ujar Syeh Safari.

Selain itu, Syeh Safari juga mengungkapkan, bahwa dalam gerakan dan gaya dari Tari Rateb Meseukat diciptakan oleh Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan Nagan Raya, sedangkan yang menciptakan Syairnya adalah Teungku Chik di Kila, seorang ulama asal Seunagan yang hidup pada abad ke-19.

“Syair yang terdapat dalam tarian ini berisikan pujian dan sanjungan kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad SAW dan dimainkan beberapa perempuan yang menggunakan pakaian adat Aceh,” terangnya.

Dikatakan, Kesenian ini juga sudah menjadi sebuah pertunjukan megah dan menarik untuk disaksikan keselarasan nada, syair serta gerakan menjadi kunci terbaik dalam melakukan berbagai gerakannya.

Sementara itu, di panggung utama Taman Sulthanah Safiatuddin Kota Banda Aceh pada hari yang sama Kontingen Nagan Raya juga mengikuti lomba Musik Tradisional dari Gruop Sanggar Rameune asuhan Disbudparpora setempat.

Sesuai jadwal, kegiatan Musik Tradisional itu, diselenggarakan selama tiga hari yakni mulai tanggal 9-11 November 2023 dan diikuti 16 kabupaten/kota di Aceh. ( red)

Berita Terkait

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah
Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba
P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas
Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya
Sayuti Achmad Road Show ke Pantai Barat Selatan, Dapat Sambutan Antusias Demi Pembaruan PWI Aceh
Kejari Nagan Raya Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Lewat Pemusnahan Barang Bukti
Nagan Raya Darurat Mafia Solar Subsidi, Pola Berulang Dari 2 Ton Drum Hingga Truk Tangki 5 Ton Tak Pernah Terputus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru