Banjir Bandang Menyisakan Duka Mendalam Bagi Warga Desa Pasar Puntung, Kampung Baru dan Titi Pasir, Aceh Tenggara.

REDAKTUR WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 15 November 2023 - 17:08 WIB

501,255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Waspada Indonesia|
Banjir bandang yang menghempas Kecamatan Semadam 2 (dua) hari yang lalu kini meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi warga Desa Kampung Baru, Pasar Puntung dan Titi Pasir yang terdampak banjir bandang menerjang 3 (tiga) desa tersebut.
Selain merusak dan menghanyutkan puluhan rumah, 1 (satu) unit mobil juga sempat hanyut, beberapa warga mengalami luka-luka dan patah kaki serta korban meninggal dunia seorang balita usia 2 tahun 1/2 (setengah).
Menurut keterangan dari masyarakat Desa Kampung Baru, saat suara gemuruh banjir bandang semakin dekat , ayah dari balita itu diliputi rasa cemas dan ketakutan lalu ayah balita itu lari untuk menyelamatkan diri dengan membawa sebuah bantal guling, yang disangka adalah anaknya, setelah orang tua balita itu disadarkan oleh warga, bahwa yang digendong itu hanyalah sebuah bantal guling bukan anaknya, ayah balita tersebut menangis namun semua sudah terlambat karena rumah yang mereka huni telah jebol dihantam banjir bandang sehingga tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan balita yang tertinggal di kamar rumahnya.
Setelah banjir bandang mereda bantuan dari Pemda Kabupaten Aceh Tenggara dan BPBD Agara langsung turun ke lokasi banjir bandang dengan membawa alat berat untuk membersihkan material bebatuan dan kayu-kayu besar yang hanyut dibawa oleh arus banjir bandang.
Keesokan harinya dilakukan pencarian terhadap korban, diduga balita telah itu telah hanyut terbawa arus maka pencarian terus dilakukan ke mana-mana tetapi korban tidak ditemukan, menjelang siang balita itu baru ditemukan dan telah meninggal dunia dengan posisi tergulung kelambu dikamar rumah mereka yang telah porak-poranda diterjang banjir bandang.
Saat awak media Waspada Indonesia berbincang dengan salah seorang warga Desa Pasar Puntung, Rabu (15/11) menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara agar sungai yang saat ini dangkal segera dilakukan pengerukan kembali sedalam 4 (empat) meter atau lebih sebab apabila banjir kembali datang material kayu-kayu kiriman dari gunung ini dapat hanyut dan tidak terjadi penumpukan kayu yang dapat menghambat arus air, bila ini tidak diperhatikan oleh Pemerintah maka dipastikan 2 (dua) Desa yang hanya dipisahkan oleh sungai ini akan menjadi korban.
” Mohon diperhatikan kami yang terkena bencana ini, kedepannya lebih bagus lagi diperhatikan dan ini menyangkut nyawa jadi yang sudah ada kita lihat bakal yang terjadi besok itu sudah kelihatan sekarang. ” ujar Jefri Tanjung menambahkan dengan penuh harap.
Mengenai perihal harapan warga tersebut awak media Waspada Indonesia mencoba menemui Camat Semadam Ari Syafrizal Arma, S. STP. M. Si perihal apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah didalam menangani banjir bandang tersebut.
” Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara yang telah memberikan bantuannya secara maksimal kepada Kecamatan Semadam untuk 3 (tiga) Desa yang terdampak banjir bandang dengan menurunkan alat berat, membersihkan fasilitas umum, membuat tenda posko bantuan dan dapur umum, mengenai sungai saat ini sudah dikeruk namun belum sampai kebawah/maksimal dan harapan kami kepada Badan Balai dan Jalan agar dapat meninggikan jembatan agar banjir tidak terulang kembali seperti harapan dari seluruh masyarakat Desa Pasar Puntung, Kampung Baru dan Titi Pasir, kepada masyarakat juga agar tetap tenang, menjaga rumah masing-masing serta dapat menjaga diri dan bila hujan jangan terlalu nyenyak tidurnya.” ujar Camat Semadam saat dikonfirmasi oleh awak media Waspada Indonesia.

Baca Juga :  Ketua APDESI Aceh Tenggara Diduga Blokir Wartawan, Dinilai Langgar Prinsip Pelayanan Publik

— RE —

Baca Juga :  Dugaan Pengurangan Volume pada Proyek Bronjong Rp6,9 Miliar di Aceh Tenggara Kian Menguat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru