Polrestabes Medan Harus Usut Tuntas Terkait Banyaknya Dugaan Kejanggalan Cadaver di UNPRI

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 16 Desember 2023 - 17:21 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | Kota Medan dihebohkan dengan adanya video viral yang menggemparkan masyarakat baik diderah maupun nasional pada 11 Desember 2023. Dimana video yang diduga diunggah mahasiswa UNPRI tersebut memberitahukan adanya dugaan temuan 2 (dua) mayat dalam bak/boks berwarna biru di lantai 9 UNPRI.

Video tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar masyarakat terkait mengapa bisa ada mayat dilingkungan kampus?

Atas adanya video tersebut, Polrestabes Medan melakukan langkah cepat dengan mendatangi UNPRI guna melakukan penyelidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun diketahui saat itu sebagaimana pemberitaan yang telah banyak beredar diduga pihak kampus tidak kooperatif terkait penyelidikan yang dilakukan polrestabes dengan menyampaikan harus ada izin pengadilan terlebih dahulu untuk melakukan penggeledahan.

Alhasil pihak Polrestabes harus kembali melakukan penyelidikan esok harinya 12 Desember 2023. Sangat mengejutkan penyelidikan awal yang dilakukan pihak Polrestabes ternyata menemukan fakta baru yaitu diduga adanya 5 mayat dilantai 15 UNPRI.

Tidak selesai disitu dihari yang sama beredar video klarifikasi yang diduga mahasiswa UNPRI yang menyatakan permintaan maafnya atas video viral sebelumnya dan menerangkan jika properti dari video tersebut manekin atau boneka dan bukan mayat. Serta mengatakan jika video tersebut adalah hoax (IG Waspada Online).

Simpang siur terkait temuan 5 mayat tersebut, pihak UNPRI angkat bicara yaitu melalui wakil dekan fakultas kedokteran dan alumnus dalam videonya menyatakan mayat tersebut adalah Cadaver yaitu tubuh manusia yang diawetkan.

Hal yang sama disampaikan Kapolda Sumut dengan menyatakan temuan mayat di UNPRI adalah Cadaver, kamis 14 Desember 2023. Namun Wakil dekan juga menyesalkan tindakan oknum dari polrestabes yang tidak koordinasi karena pimpinan fakultas tidak dimintai keterangan secara resmi.

LBH Medan sebagai lembaga yang konsern terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) menduga banyaknya kejanggalan terkait Cadaver di UNPRI.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Mangkir, MS Oknum ASN Kantor Lurah Negeri Lama Jadi Sorotan.

Perlu diketahui Cadaver sebagai penunjang pendidikan kedokteran di bidang anatomi(ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia).

Dalam proses mendapatkan donor mayat atau Cadaver tersebut diperoleh dengan 2 (dua) proses yakni Toe-eigening (Proses Pemilikan) dan Levering (Penyerahan)

Proses Toe-eigening Kadaver adalah proses pemilikan Cadaver, Proses Toe-eigening merupakan istilah asing yang diambil dari Bahasa Belanda. proses ini untuk memperoleh Cadaver lebih dikhususkan kepada Cadaver (donor mayat/jenazah) yang berada di rumah sakit dengan keadaan identitasnya tidak dapat diverifikasi/tanpa identitas.

Sedangkan Proses levering disebut proses penyerahan Cadaver yang berfondasikan atas hibah (merupakan suatu bentuk persetujuan oleh seseorang semasa hidupnya dengan menyerahkan sesuatu dengan cara cuma-cuma tanpa bisa menarik kembali). (Jurnal Pemanfaatan Cadaver Untuk Praktik Kedokteran).

Oleh karena itu LBH Medan menduga banyak kejanggalan terkait Cadever tersebut Pertama, diduga hingga sampai saat ini baik dari pihak Polretabes Medan maupun UNPRI belum memberikan penjelasan secara komperhensif terkait asal usul Cadaver, semisal dari Rumah Sakit mana Cadaver diperoleh, sebagaimana Pasal 5 Peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis Serta Alat atau Jaringan Tubuh Manusia dan bagaimana proses perolehannya.

Dimana hal tersebut harus dilakukan pihak UNPRI sebagai bentuk implementasi asas tanggung jawab sebagaimana diatur dalam pasal 3 huruf b undang-undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang menyatakan.

Dalam hal pemimpin dan jajaran di fakultas kedokteran dan kedokteran gigi dalam penyelenggaran pendidikan kedokteran memiliki kompetensi, integritas, sikap tulus, *terbuka, jujur dan lainya.

Kedua,tempat penemuan awal Cadaver yaitu dilantai 9 yang diduga tempat perparkiran/ terbuka Seharusnya menurut Prof. Jurnalis Uddin (Ahli Anatomi Univiversitas YARSI) Cadaver tidak bisa sembarang tempat.

Baca Juga :  Pemerintahan Desa Bersama Polsek Bilah Hilir Gerebek Sarang Narkoba di Dusun Pekan Sennah.

Keterangan tersebut sejalan dengan dr.Edi Suyanto Dokter Spesialis Forensik RSUD. Sutomo mengatakan fakultas kedokteran harus menyimpan diruang yang tertutup dan rapi serta tidak terjangkau siapapun.

Siapapun yang masuk ketempat Cadaver harus melalui prosedur yang ketat dan bukan ditaruh tempat terbuka. Hal ini berkaitan dengan adab atau etika terhadap Cadaver.

Ketiga, adanya keterangan kontradiktif antara para mahasiswa yang melakukan klarifikasi terkait video awal yang beredar. Dimana mengatakan jika propertinya manekin/boneka dan video tersebut hoax.

Namun faktanya tidak menunjukan secara langsung bukti manekin dalam video klarifikasinya. Sebaliknya pihak Polrestabes, UNPRI dan Kapolda Sumut membenarkan 5 mayat tersebut Cadaver. hal ini jelas membuat masyarakat menjadi semakin curiga.

Keempat, diduga beradar video terbaru terkait adanya mobil pick up yang keluar dari UNPRI dengan membawa bak/box yang diduga tempat awal Cadaver diletakan. Sehingga patut diduga apakah hal tersebut merupakan penghilangan barang bukti?

Atas banyaknya kejagaalan tersebut sudah sepatutnya secara hukum Polrestabes Medan mengusut tuntas permasalahan a quo secara Profesional, objektif dan transpran. Guna memberikan ketertiban dan keamanan dimasyarakat.

Seraya pihak UNPRI juga harus menyapaikan fakta-fakta yang benar sebagai bentuk tanggung jawaban hukum , moral dan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

LBH Menilai jika hal tersebut tidak diusut tuntas maka akan menimbulkan perspekif negatif masyarakat terhadap Polrestabes Medan sebagai penegak hukum dan UNPRI sebagai lembaga pendidikan dan diduga bertentangan dengan pasal 1 angka 3 dan Pasal 28 F UUD 1945 dan UU 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Demikian Rilis Pers ini disampaikan, semoga dapat digunakan dengan sebaiknya.

(Leodepari)

Berita Terkait

Cegah kasus korupsi, HOTMA dukung Mantan Jampidsus Kebanggaan Presiden
Demo Jilit II Peserta Aksi Bawa BH, Kapolrestabes Medan Diminta Tepati Janji dan Tangkap Mamak Maling
Polda Sumatera Utara Kawal Distribusi BBM ke SPBU Lalulintas di Kota Medan Kembali Lancar
Lurah Negeri Lama Bantah Isu Viral di Media Sosial Terkait Penyaluran Bansos Kepada Orang Yang Sudah MD.
Tak Berkutik, Baim Diduga Pengedar Narkoba Diringkus Team Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir di Desa Sidorukun Pangkatan.
Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan Ferdy Sanjaya Sembiring Sembelih 21 Hewan Qurban Idul Adha 1447 H untuk Masyarakat
Langkah Nyata Pemasyarakatan: Gabungkan Razia Ketat dan Penyuluhan Bahaya Narkoba demi Transformasi Pembinaan
KOMITMEN TEGAS! Rutan Perempuan Medan Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan Bersih

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB