LSM LIRA Aceh Tenggara Siap Buka Fakta Dugaan “Tangkap Lepas” Bandar Narkoba di Medan Johor

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:08 WIB

50475 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara menyatakan kesiapannya menyerahkan bukti-bukti terkait dugaan kasus “tangkap lepas” seorang bandar narkoba berinisial AW, yang terjadi di kawasan Medan Johor, Sumatera Utara, pada Juli 2025 lalu. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bupati LIRA Aceh Tenggara, Fazriansyah, di hadapan pejabat kepolisian dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Mapolres Aceh Tenggara, Selasa (28/10/2025).

Menurut Fazriansyah, pihaknya tidak hanya menerima informasi masyarakat, tapi juga telah mengantongi dokumen dan data yang dapat memperkuat dugaan bahwa telah terjadi praktik tangkap lepas terhadap seorang bandar narkoba. LIRA, lanjutnya, akan menyerahkan bukti tersebut jika penanganan oleh aparat penegak hukum menemui hambatan.

“Dugaan tangkap lepas bandar narkoba, bukti-bukti yang sudah kami miliki siap kami berikan jika memang penyelidikan mengalami hambatan,” ujar Fazriansyah dalam audiensi terbuka bersama Wakapolres Aceh Tenggara. Ia menegaskan bahwa LIRA mengambil sikap tegas bukan untuk menyerang institusi, melainkan demi mendukung penegakan hukum secara profesional dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fazriansyah juga menuturkan bahwa pihaknya sejak awal telah memberi ruang kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Pengamanan Internal (Paminal) Polres Aceh Tenggara dan Polda Aceh untuk bekerja sesuai koridor hukum. Namun demikian, bila dalam prosesnya ditemukan hambatan atau potensi diredamnya kasus ini, LIRA akan mengambil langkah lanjutan dengan menyerahkan seluruh dokumen terkait kepada lembaga terkait di tingkat daerah maupun pusat.

Baca Juga :  Kodim 0108 dan Dinas Pertanian Gelar Kontes Kakao, Angkat Martabat Petani Aceh Tenggara

“Kami tidak main-main. Ini sudah menjadi risiko bagi kami. Kasus tangkap lepas itu benar terjadi berdasarkan bukti yang kami miliki. Silakan cek ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Sumatera Utara. Kami harapkan Paminal Polres Agara dan Polda Aceh bekerja serius,” katanya dengan tegas.

Dalam unjuk rasa yang berlangsung tertib tersebut, LSM LIRA tidak sendiri. Mereka turut didampingi oleh Komunitas Relawan Keadilan (Korek), yang juga mengangkat aspirasi serupa. Kedua elemen sipil ini mendesak Kapolri dan Kapolda Aceh agar segera mencopot Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara, Iptu Yose Rizaldi, yang diduga terlibat dalam proses penangkapan dan pembebasan bandar narkoba berinisial AW.

“Bulan Juli lalu, Kasat Narkoba diduga menangkap lalu melepaskan bandar narkoba berinisial AW di Medan Johor, Sumatera Utara. Perilaku ini sangat memprihatinkan dan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkoba di Aceh Tenggara,” ungkap Fazriansyah dalam orasinya.

Dugaan ini muncul di tengah komitmen besar pemerintah pusat dan jajaran kepolisian dalam memberantas jaringan peredaran narkoba dari berbagai lini. Karenanya, dugaan penyalahgunaan wewenang dalam struktur Polres di tingkat daerah menjadi perhatian serius masyarakat sipil. Langkah LIRA dan Korek dinilai sebagai bentuk kontrol publik atas integritas lembaga penegak hukum, terutama pada unit-unit strategis seperti Satuan Reserse Narkoba.

Baca Juga :  Camat Deleng Pokhisen Aceh Tenggara Resmi Dilaporkan ke Polres, Diduga Lakukan Penganiayaan

Sementara itu, Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Yasir yang menerima perwakilan massa aksi menyatakan bahwa sejauh ini penyelidikan terhadap dugaan tersebut masih berjalan. Menurutnya, tim gabungan dari Polres dan Polda Aceh sedang bekerja mengumpulkan informasi serta mencocokkan bukti yang ada.

“Tim dari Polda dan Polres sedang bekerja untuk membuktikan benar atau tidaknya dugaan itu. Kita tunggu saja hasil penyelidikan nanti,” ujar Kompol Yasir singkat.

Dalam suasana demonstrasi yang berlangsung damai, para aktivis juga menyampaikan sejumlah petisi kepada aparat, termasuk surat tuntutan pencopotan jabatan dan permintaan pembentukan tim pencari fakta dari internal Polri. Meski belum ada tanggapan resmi dari pimpinan kepolisian di tingkat provinsi, langkah awal aparat dalam membuka penyelidikan internal dianggap perlu diapresiasi publik sebagai bentuk transparansi.

Langkah LIRA dan Korek dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat prinsip akuntabilitas di tubuh Polri. Ketika integritas aparat dipertanyakan, masyarakat sipil berhak mengawal dan mendesak penyelesaian proses penegakan hukum secara jujur dan terbuka. Dengan cara ini, kepercayaan terhadap institusi bisa dipulihkan, dan praktik menyimpang — jika terbukti — bisa ditekan secara sistemik.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Berita Terbaru