Ruangan Staf Dan Ruangan Arsip di Kantor KUA Babussalam Sangat butuh Untuk Drenopasi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA -kamis 2 Juli 2026.Kantor Urusan Agama (KUA) bukan sekadar tempat mencatat pernikahan. Ia adalah hulu dari berbagai pelayanan keagamaan masyarakat, mulai dari bimbingan manasik haji, urusan kemaslahatan keluarga, hingga pengelolaan zakat dan wakaf. Namun, fungsi krusial ini tampaknya belum didukung oleh infrastruktur yang memadai di KUA Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

​Sebagai wilayah yang berada tepat di pusat ibu kota kabupaten, KUA Babussalam idealnya menjadi barometer atau percontohan bagi kecamatan-kecamatan lain di Bumi Sepakat Segenap. Namun kenyataannya, kondisi fisik kantor ini justru sangat membutuhkan perhatian mendesak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

​Dua Ruangan Vital yang Terpasung Keterbatasan
​Berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan media Waspada Indonesia di lapangan, ditemukan fakta bahwa ruang gerak para abdi negara di kantor tersebut sangat terbatas. Titik krusial yang menjadi sorotan adalah ruang penyimpanan arsip dan ruang kerja para staf pegawai.

Baca Juga :  PKH 70% Diduga Bocor, Warga Tuding Kadis Sosial 'Tuli' di Tengah Data Neraka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kedua ruangan ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan jauh dari standar kelayakan operasional. Akibatnya, para pegawai terpaksa bekerja dalam kondisi berdesakan di tengah tumpukan dokumen. Ruangan yang sempit dan sumpek ini tidak hanya menciptakan atmosfer kerja yang tidak nyaman, tetapi secara psikologis juga dapat menurunkan produktivitas serta konsentrasi pegawai dalam melayani masyarakat.
​
​Lebih luas lagi, persoalan sempitnya ruang arsip bukan sekadar masalah estetika atau kenyamanan. Arsip KUA berisi dokumen-dokumen penting negara dan data personal masyarakat yang bersifat jangka panjang. Ruangan yang terlalu kerdil dan overload berisiko tinggi menciptakan kelembapan, mempercepat kerusakan dokumen fisik, hingga menyulitkan tata kelola administrasi saat dibutuhkan secara cepat.

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Musnahkan 46 Knalpot Brong, Knalpot Disitia Akan Dibuat Tugu Ikan Emas

​Di era modernisasi di mana pemerintah gencar mengampanyekan digitalisasi pelayanan, keterbatasan ruang fisik ini justru menjadi batu sandungan yang nyata di tingkat bawah.
​Desakan Tindakan Nyata dari Pemangku Kebijakan

​Mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan volume pelayanan di kecamatan pusat kota ini, kebijakan untuk merehabilitasi dan memperluas bangunan KUA Babussalam sudah berada di tahap darurat. Pemerintah daerah dan provinsi diharapkan tidak menutup mata atau sekadar menaruh rencana ini di atas kertas.

​Masyarakat dan berbagai elemen daerah mendesak adanya koordinasi lintas sektor—baik Pemkab, Pemprov, hingga Kementerian Agama wilayah—untuk segera mengalokasikan anggaran renovasi pada tahun anggaran berjalan. Memperbaiki KUA Babussalam bukan sekadar memperluas ruangan, melainkan investasi nyata untuk menjaga marwah pelayanan publik dan keagamaan yang layak, aman, dan manusiawi di jantung Aceh Tenggara.
Laporan aliasa.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru