Perbaikan Jalan Nasional Batas Gayo Lues–Kutacane–Batas Sumut Dimulai, PPK 35 Fokus Pengaspalan dan Marka Kejut

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 17:31 WIB

50477 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, ACEH TENGGARA — Pemeliharaan rutin ruas jalan nasional kembali digiatkan di Kabupaten Aceh Tenggara. Pelaksana Pemeliharaan Jalan Nasional (PPK) 35 mulai melakukan perbaikan di sejumlah titik pada lintasan Batas Gayo Lues–Kutacane–Batas Sumatera Utara. Perbaikan difokuskan pada pengaspalan dan penutupan badan jalan yang berlubang, sekaligus pemasangan marka kejut di titik rawan kecelakaan.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa lokasi yang telah diperbaiki antara lain kawasan Kota Kutacane, Purwodadi, dan Kampung Melayu, Kecamatan Babussalam. Di Kampung Melayu, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, PPK 35 memasang marka kejut untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas.

“Di titik itu sering kali terjadi laka lantas, terutama karena kontur jalan dan kecepatan kendaraan. Maka dipasang marka kejut sebagai langkah preventif,” ujar Jaya Juliadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 35), Sabtu (1/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbaikan ini merupakan bagian dari program swakelola rutin di bawah kendali Dinas PUPR. Beberapa titik lain yang juga menjadi sasaran pekerjaan, antara lain wilayah Kuning, Lawe Sigalagala, Gurah Ketambe, dan sejumlah titik lainnya yang tersebar di sepanjang jalur nasional tersebut.

Baca Juga :  Dikbud Agara Tegaskan Sekolah Kelola Dana BOS Sesuai Juknis dan Permendikbud

Menariknya, material aspal yang digunakan tidak berasal dari perusahaan lokal. Melainkan, aspal didatangkan langsung dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, demi menjaga kualitas dan daya tahan hasil perbaikan.

“Pengaspalan ini kami pastikan sesuai standar. Harapannya, pengendara lebih nyaman dan aman saat melintasi jalur nasional ini,” jelas Jaya.

Respons positif datang dari pemerintah daerah. Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, menyambut baik pengaspalan badan jalan yang berlubang, namun juga menekankan pentingnya pengerjaan saluran drainase jalan nasional, yang kerap menimbulkan masalah saat musim hujan.

Menurutnya, genangan air menjadi permasalahan tahunan yang belum kunjung terselesaikan. Di sejumlah titik seperti Lumbang Jaya, Pulo Latong, Bambel Gumpang, Kelapa Gading dan Terutung Seperei, air kerap menggenang hingga setinggi lutut, menyebabkan kendaraan sulit melintas, dan kerusakan jalan kembali terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Zul Fahmy Dilantik sebagai Plt Inspektur, Aceh Tenggara Pastikan Stabilitas Pengawasan dan Layanan Publik

“Saya harap selain pengaspalan, perlu juga dibenahi paritnya, karena saat musim hujan air tergenang di jalan nasional dan bikin perjalanan pengguna jalan terganggu,” ujar Bupati.

Pihak PPK mengaku telah mencatat dan menerima masukan tersebut untuk disampaikan dalam laporan akhir dan koordinasi lanjutan dengan instansi terkait. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi titik-titik perbaikan, dan bersama-sama menjaga infrastruktur yang ada.

“Ini jalan kita bersama. Mari kita jaga dan rawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ucap Jaya.

Hingga awal November ini, proses perbaikan masih berlangsung. Diharapkan seluruh titik yang telah dipetakan bisa tertangani sebelum tutup tahun anggaran. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan lalu lintas kendaraan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane yang Baru Tekankan Budaya Sekolah dan Etika kepada Warga Sekolah
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru