Panggung Demokrasi Kute Perapat Hulu: Ketika Suara Warga Menentukan Arah Desa 2026

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:05 WIB

50207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​ACEH TENGGARA — Balai Desa Kute Perapat Hulu pada Jumat siang lalu bukan hanya sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah panggung demokrasi sesungguhnya. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa

(Musrenbangdes) 2025, ratusan warga rela berdesakan dan duduk melingkar, bukan untuk formalitas, melainkan untuk menentukan nasib desa mereka satu tahun ke depan melalui penyusunan RKPDes 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Suasana ini menjadi penanda penting: di tengah kompleksitas birokrasi, warga Kute Perapat Hulu memilih untuk mengambil kembali peran aktif dalam menentukan masa depan mereka.

Membongkar Tradisi “Asal Jadi”
​Titik fokus Musrenbangdes kali ini adalah penegasan dari Pengulu Desa, Junedi Selian, SE. Ia secara tegas menyatakan bahwa pembangunan desa tidak boleh lagi berjalan “asal jadi” atau didikte oleh kepentingan segelintir elite.
​”Semua usulan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan dari keinginan segelintir orang,” tegasnya.

​Pernyataan ini adalah gebrakan etika perencanaan desa, menantang tradisi lama dan mendorong transparansi penuh. Kehadiran tokoh masyarakat dan unsur teknis dari DPMK hingga Inspektorat turut menjamin bahwa setiap usulan yang lahir bukan sekadar wishlist, tetapi harus realistis, terukur, dan akuntabel.

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Paparkan Capaian Kinerja Sepanjang Tahun 2025 dalam Konferensi Pers Akhir Tahun

​ Suara Perempuan Menjadi Alarm Utama
​Salah satu aspek paling menonjol dan menggembirakan adalah tingginya partisipasi yang seimbang. Dalam banyak forum perencanaan, suara perempuan seringkali tenggelam. Namun, di Kute Perapat Hulu, perwakilan perempuan tampil vokal.

​Usulan mereka mengenai peningkatan layanan kesehatan, sarana Posyandu, dan dukungan ekonomi rumah tangga menjadi sorotan. Ini menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan di sini telah menyentuh isu-isu akar rumput yang paling fundamental: kesejahteraan keluarga dan masa depan anak.

​Usulan yang diusung warga adalah potret nyata tantangan harian, mencakup:
​Infrastruktur Jalan: Akses vital bagi mobilitas dan perekonomian hasil panen.

​Pemberdayaan Ekonomi: Dukungan langsung untuk menguatkan ketahanan ekonomi keluarga.
​Penguatan Pemuda dan Keagamaan: Investasi sosial untuk pembangunan karakter desa.
​
Jangan Sampai “Tertinggal Narasi”
​Camat Babussalam, Ramadani, S.STP, MM, memberikan arahan yang strategis dan mendalam. Ia mengingatkan desa untuk mensinkronkan program agar tidak “tertinggal narasi pembangunan.”

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Gelar Panen Raya Jagung Serentak, Kapolri Pimpin Secara Virtual

​Pesan ini sangat krusial. Desa tidak bisa berjalan sendiri. Perencanaan RKPDes 2026 harus mampu menghubungkan kebutuhan lokal (misalnya, perbaikan jalan) dengan program prioritas nasional/kabupaten (misalnya, Dana Desa untuk infrastruktur). Sinkronisasi ini memastikan bahwa potensi desa dapat dioptimalkan, dan anggaran yang masuk benar-benar tepat sasaran. Desa adalah fondasi, dan fondasi yang kuat membutuhkan perencanaan yang matang.
​
Harapan Baru di Tengah Keseriusan
​Sepanjang musyawarah, suasana kekeluargaan bercampur dengan keseriusan. Hidangan sederhana yang tersaji mencerminkan kerendahan hati proses ini. Musrenbangdes Kute Perapat Hulu 2025 dinilai sebagai
Musrenbangdes paling partisipatif yang pernah ada.

​Warga telah menyerahkan harapan terbaik mereka. Seluruh usulan yang terkumpul kini akan difinalisasi menjadi RKPDes 2026. Harapan besar kini menanti: semoga keputusan yang diambil bukan hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar membawa Kute Perapat Hulu menuju pembangunan yang lebih merata, transparan, dan memberdayakan masyarakatnya secara menyeluruh.[ Aliasa ]

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Berita Terbaru