Panggung Demokrasi Kute Perapat Hulu: Ketika Suara Warga Menentukan Arah Desa 2026

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:05 WIB

50174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​ACEH TENGGARA — Balai Desa Kute Perapat Hulu pada Jumat siang lalu bukan hanya sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah panggung demokrasi sesungguhnya. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa

(Musrenbangdes) 2025, ratusan warga rela berdesakan dan duduk melingkar, bukan untuk formalitas, melainkan untuk menentukan nasib desa mereka satu tahun ke depan melalui penyusunan RKPDes 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Suasana ini menjadi penanda penting: di tengah kompleksitas birokrasi, warga Kute Perapat Hulu memilih untuk mengambil kembali peran aktif dalam menentukan masa depan mereka.

Membongkar Tradisi “Asal Jadi”
​Titik fokus Musrenbangdes kali ini adalah penegasan dari Pengulu Desa, Junedi Selian, SE. Ia secara tegas menyatakan bahwa pembangunan desa tidak boleh lagi berjalan “asal jadi” atau didikte oleh kepentingan segelintir elite.
​”Semua usulan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan dari keinginan segelintir orang,” tegasnya.

​Pernyataan ini adalah gebrakan etika perencanaan desa, menantang tradisi lama dan mendorong transparansi penuh. Kehadiran tokoh masyarakat dan unsur teknis dari DPMK hingga Inspektorat turut menjamin bahwa setiap usulan yang lahir bukan sekadar wishlist, tetapi harus realistis, terukur, dan akuntabel.

Baca Juga :  Sat Pol PP Agara Jaring Pelajar Bolos Saat Jam Belajar Sekolah

​ Suara Perempuan Menjadi Alarm Utama
​Salah satu aspek paling menonjol dan menggembirakan adalah tingginya partisipasi yang seimbang. Dalam banyak forum perencanaan, suara perempuan seringkali tenggelam. Namun, di Kute Perapat Hulu, perwakilan perempuan tampil vokal.

​Usulan mereka mengenai peningkatan layanan kesehatan, sarana Posyandu, dan dukungan ekonomi rumah tangga menjadi sorotan. Ini menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan di sini telah menyentuh isu-isu akar rumput yang paling fundamental: kesejahteraan keluarga dan masa depan anak.

​Usulan yang diusung warga adalah potret nyata tantangan harian, mencakup:
​Infrastruktur Jalan: Akses vital bagi mobilitas dan perekonomian hasil panen.

​Pemberdayaan Ekonomi: Dukungan langsung untuk menguatkan ketahanan ekonomi keluarga.
​Penguatan Pemuda dan Keagamaan: Investasi sosial untuk pembangunan karakter desa.

Jangan Sampai “Tertinggal Narasi”
​Camat Babussalam, Ramadani, S.STP, MM, memberikan arahan yang strategis dan mendalam. Ia mengingatkan desa untuk mensinkronkan program agar tidak “tertinggal narasi pembangunan.”

Baca Juga :  Massa Desak Kapolres Aceh Tenggara Tegakkan Hukum Tanpa Tekanan Politik

​Pesan ini sangat krusial. Desa tidak bisa berjalan sendiri. Perencanaan RKPDes 2026 harus mampu menghubungkan kebutuhan lokal (misalnya, perbaikan jalan) dengan program prioritas nasional/kabupaten (misalnya, Dana Desa untuk infrastruktur). Sinkronisasi ini memastikan bahwa potensi desa dapat dioptimalkan, dan anggaran yang masuk benar-benar tepat sasaran. Desa adalah fondasi, dan fondasi yang kuat membutuhkan perencanaan yang matang.

Harapan Baru di Tengah Keseriusan
​Sepanjang musyawarah, suasana kekeluargaan bercampur dengan keseriusan. Hidangan sederhana yang tersaji mencerminkan kerendahan hati proses ini. Musrenbangdes Kute Perapat Hulu 2025 dinilai sebagai
Musrenbangdes paling partisipatif yang pernah ada.

​Warga telah menyerahkan harapan terbaik mereka. Seluruh usulan yang terkumpul kini akan difinalisasi menjadi RKPDes 2026. Harapan besar kini menanti: semoga keputusan yang diambil bukan hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar membawa Kute Perapat Hulu menuju pembangunan yang lebih merata, transparan, dan memberdayakan masyarakatnya secara menyeluruh.[ Aliasa ]

Berita Terkait

Dr. Yusrizal Hasbi: Unggahan Fb Yang Ancam Wartawan Agara Langgar UU Pers dan KUHP Baru
Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana
Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes
Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum
Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri
Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam
Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Camat Seunagan Timur Buka Secara Resmi Perlombaan LCC Semarak HUT RI Ke 81.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Pemkab Karo Apresiasi Gereja Inkulturatif GBKP Bukit Kelasis Barus Sibayak, Usung Arsitektur Rumah Adat Karo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Konsolidasi Jelang Pemilu 2029: LAMR Meranti dan Bawaslu Gelar   

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:07 WIB

Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Bulog Sumut Tingkatkan Distribusi Beras SPHP dan Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Jaga Stabilitas Harga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Tumbuhkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air di Tengah Masyarakat Polsek Barusjahe Bersama Forkopimcam Bagikan Bendera Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Diduga Ingkari Kesepakatan, CV Lae Saga Kembali Tuai Protes: Warga Minta APH Bongkar Legalitas HGU dan Warkah Perolehan Lahan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kantor Camat Tenayan Raya jadi saksi Pelantikan RT / RW Baru

Berita Terbaru