BarMAS Aceh Selatan mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh untuk mengevaluasi kinerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IX dan Polisi Kehutanan wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:17 WIB

50206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | ACEH SELATAN — Barisan Muda Aceh Selatan (BarMAS) mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh untuk mengevaluasi kinerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IX dan Polisi Kehutanan wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Hal ini disampaikan M. Arhas selaku Ketua Barisan Muda Aceh Selatan pada media ini di Banda Aceh, Minggu (28/12/2025).

Bukan tanpa sebab. Menurut aktivis Aceh Selatan ini, KPH dan Polisi Hutan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan perlindungan hutan, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan (Karhutla), pengamanan hasil hutan, hingga manajemen hutan lestari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, katanya, KPH juga memiliki tugas untuk menyelenggarakan pengelolaan hutan di tingkat tapak secara lestari, meliputi perencanaan, pemanfaatan (termasuk perhutanan sosial dan investasi), rehabilitasi, reklamasi, perlindungan, dan konservasi alam.

Baca Juga :  Aceh Bangkit dengan Kemanusiaan: Drs. Isa Alima Ajak Rangkul Solidaritas dan Jaga Damai di Tengah Luka Banjir

“KPH berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan agar bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, mengawasi pemegang izin, serta mengembangkan sistem informasi kehutanan,” ujar Arhas.

Arhas juga menyorot tugas Polisi Kehutanan (Polhut). Sebagai penjaga hutan, lembaga ini berkewajiban untuk menjaga keamanan, melindungi hutan, kawasan hutan, hasil hutan, tumbuhan, dan satwa liar dari ancaman dan kejahatan, melalui upaya preemptif (sosialisasi), preventif (patroli, penjagaan), dan represif (penegakan hukum, penangkapan), serta melakukan operasi intelijen dan pengawasan terhadap peredaran hasil hutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Namun, tanya Arhas, kenapa di wilayah Trumon Timur ditemukan gudang yang diduga tempat penyimpanan kayu hasil dari pembalakan liar (illegal logging).

Baca Juga :  Disambut Yahdi Hasan, Gubernur Aceh Mualem Tinjau Jembatan Putus dan Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tenggara

“Ini sesuatu yang aneh. Kenapa banjir di Trumon kemaren banyak ditemukan kayu yang diduga telah ditebang dengan sengaja sehingga mengakibatkan banjir bandang,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi perhatian dari kalangan aktivis Aceh dan organisasi kemasyarakatan. Melalui Barisan Muda Aceh Selatan (BarMAS), ia meminta agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja KPH IX dan Polisi Kehutanan.

“BarMAS menganggap bahwa mereka tidak mampu menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai penjaga hutan. Kami mendesak DLHK agar mengevaluasi kinerja mereka. Jangan merugikan masyarakat Aceh Selatan atas perbuatan yang dilakukan oknum tertentu dengan perbuatan yang menciderai kelestarian hutan Aceh Selatan,” tutupnya. [Redaksi]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB