KUTACANE –WASPADA INDONESIA- Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tenggara dalam memperhatikan kesejahteraan perangkat desa bukan sekadar isapan jempol. Janji untuk mencairkan Tunjangan Lelah (Tulah) yang sempat tertunda akhirnya ditepati. Langkah nyata ini mendapat apresiasi luas dan membuktikan bahwa suara dari desa benar-benar didengar.
Pencairan serentak sebesar Rp 9 miliar untuk 385 desa ini menjadi bukti bahwa Pemda Aceh Tenggara di bawah koordinasi BPKD memprioritaskan hak-hak garda terdepan pemerintahan.
Komitmen yang Berbuah Kepercayaan
Bagi para Kepala Desa, ketepatan janji Pemda adalah suntikan moral yang luar biasa. “Kami sangat menghargai langkah Pemda yang tepat janji. Ini membuktikan adanya sinergi yang baik antara kabupaten dan desa,” ujar salah satu perwakilan Kepala Desa.
Ketepatan waktu ini memberikan tiga dampak besar:
Integritas Pemerintahan: Pemda dinilai memiliki kredibilitas tinggi karena mampu merealisasikan komitmen anggaran tepat waktu.
Ketenangan Kerja: Perangkat desa tidak lagi diliputi ketidakpastian, sehingga fokus kerja kembali 100% untuk masyarakat.
Harmonisasi Hubungan: Hilangnya polemik administrasi memperkuat hubungan emosional antara perangkat desa dengan Pemerintah Kabupaten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melayani dengan Semangat Baru
Dengan terealisasinya janji Pemda, kini bola ada di tangan aparatur desa. Harapannya, kecepatan Pemda dalam mencairkan hak ini dibalas dengan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan inovatif di tingkat desa.
”Janji yang ditepati adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi kami yang bekerja di lapangan.( ALIASA).


































