BBPOM PEKANBARU GELAR BIMTEK PENGENDALIAN RESISTANSI ANTIMIKROBA, TEKAN PENJUALAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 12:06 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, waspadaindonesia.com – Balai Besar POM di Pekanbaru menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Resistansi Antimikroba di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian, Rabu (22/4/2026) di Hotel Pangeran Pekanbaru. Bimtek bertujuan mendorong penggunaan antibiotik bijak dan rasional serta mencegah praktik penyerahan antibiotik tanpa resep. Kamis (23/04/2026).

Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander membuka Bintek Pengendalian Resistansi Antimikroba dan meminta apoteker patuhi regulasi penyerahan antibiotik.

“Apoteker harus patuhi regulasi penyerahan antibiotik di apotek sesuai resep dokter sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan dan Peraturan Badan POM Nomor 24 Tahun 2021,” kata Alex Sander.

Baca Juga :  Ini Kata Lidya, Ketua PWDPI Riau Ke Danlanud Dalam Silaturahminya Jelang Pelantikan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengimbau peserta melakukan edukasi ke pasien.

“Edukasi kepada pasien terkait aturan penggunaan antibiotik yang benar juga harus dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan diikuti 80 peserta dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, PD IAI Riau, GP Farmasi Area Riau, serta apoteker penanggung jawab, apoteker pendamping, dan pemilik apotek se-Kota Pekanbaru.

Dua narasumber hadir mengisi materi.

Pertama, Dewi Anggraini, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Sub Spesialis Bakteriologi RSUD Arifin Achmad sekaligus dosen FK Universitas Riau, membawakan Resistansi Antimikroba pada Praktik Klinis.

Kedua, Muhammad Rusydi Ridha, PFM Ahli Madya BBPOM di Pekanbaru, menyampaikan Pengendalian Resistansi Antimikroba di Indonesia.

Baca Juga :  Polda Riau dan Wartawan Mitra, Tanamkan Komitmen untuk  Lingkungan Hijau

Dalam bimtek dilakukan penandatanganan Pakta Integritas untuk tidak menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter. Alex Sander menegaskan langkah ini penting menekan angka pelanggaran di Riau.

“Persentasenya masih tinggi, 83,65 persen. Ini harus kita turunkan bersama,” tegasnya.

Resistansi antimikroba berdampak pada dosis pengobatan lebih tinggi, durasi perawatan lebih lama, biaya pengobatan meningkat, infeksi sulit diobati, memperparah penyakit, hingga kematian.

 

Sumber: Kepala BBPOM Pekanbaru “Alex Sander”

Editor: Ros.H

(Idam Lanun)

Berita Terkait

Hari Bhayangkara Dekat, Polda Riau Salurkan Bansos & Bedah Rumah Untuk Warga
SMAN Plus Provinsi Riau Ukir Prestasi Passus Raih Juara 2 LKBBPB Riau 2026 Kampus UIR 
Kapolresta Pekanbaru Hadiri Pekanbaru Lestari Run 5K, Semarakkan HUT Kota Pekanbaru ke-242
Ditlantas Polda Riau Bagi Helm SNI, Kampanye Keselamatan di Kawasan CFD
Tanam 5 Kg Bibit Jagung: Polri Dampingi Petani Lubuk Sakai Wujudkan Ketahanan Pangan
Konfrens Polda Riau Bongkar TPPU Gading Gajah, Sita Rp.1,8 Milliar
Masuk Akpol 2026 Lewat Jalur Reguler, Polda Riau Tolak Kuota Titipan
Ditlantas Polda Riau Ngopi Bareng Ojol, Rangkul Jadi Sahabat Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:52 WIB

Jagung 87 Hari di Tanah Pasir Sabak Auh Tumbuh Baik, Ps Kanit Binmas Turun Pantau

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:13 WIB

Pemantauan Jagung Pipil 86 Hari Sabak Auh Tanah Pasir Berkala

Senin, 15 Juni 2026 - 19:51 WIB

Turun Langsung KANIT Binmas Pantau Jagung Asta Cita Sabak Auh

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:26 WIB

AIPTU Syarif Adli Kawal Tanaman Pangan Jagung Sabak Auh

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jagung Swasembada Pangan 81 Hari  Dipantau Polsek Sabak Auh Tiap Hari

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Sabak Auh Turun ke Lahan Pantau Jagung Pipil 1 Hektare Usia 79 Hari

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:21 WIB

Pelajaran dari Tol Permai: Istirahat Jika Lelah, 5 Korban Laka Hiace di Siak Jadi Pengingat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Swasembada Pangan Dimulai: Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil 1 Hektare di Siak

Berita Terbaru