Pringsewu, Lampung – Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyambut baik sekaligus mengapresiasi pelaksanaan tradisi Bersih Desa yang digelar masyarakat Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat menghadiri acara Bersih Desa di Balai Kelurahan Pajaresuk, Sabtu (20/6/2026) malam. Dalam sambutannya, ia mengatakan tradisi Bersih Desa memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan secara fisik.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan manifestasi semangat gotong royong masyarakat sekaligus ungkapan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, serta ikhtiar bersama dalam memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Bersih Desa sangat sejalan dengan motto Kabupaten Pringsewu, yaitu Jejama Secancanan, yang bermakna bersama-sama saling bergandengan tangan dan bergotong royong dalam membangun daerah,” kata Bupati Riyanto.
Bupati juga menegaskan bahwa Kelurahan Pajaresuk merupakan salah satu wilayah strategis yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Pringsewu. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan Bersih Desa dapat semakin mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Melalui semangat Bersih Desa ini, kita pererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, mendukung program-program pemerintah daerah, serta menjadikannya sebagai teladan bagi kelurahan lainnya di Bumi Jejama Secancanan,” katanya di hadapan jajaran pemerintah daerah, unsur kecamatan, kelurahan, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga disuguhkan pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk yang dibawakan oleh dalang Ki Gondo Sutoto. Bupati menilai pertunjukan wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, melainkan juga sarana pendidikan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan.
Menurutnya, berbagai pesan moral dan ajaran kebijaksanaan yang terkandung dalam cerita wayang masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.
“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Banyak nilai filosofis, moral, dan ajaran hidup yang bisa kita petik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Riyanto juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendoakan agar warga Pajaresuk senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari segala musibah.
Dengan semangat gotong royong dan niat yang tulus, ia optimistis cita-cita mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius dapat tercapai sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Lampung Maju dan Indonesia Emas.
“Semoga masyarakat Pajaresuk semakin adem, ayem, dan tentrem, serta Kabupaten Pringsewu terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.



































