Menakar WTP Kabupaten Pringsewu: Pernyataan DPC Aswin – Jangan Jadikan Predikat BPK Tameng Penyimpangan

hayat

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:40 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PRINGSEWU — Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Pringsewu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) patut disyukuri dan diapresiasi. Ini adalah bukti bahwa secara umum, penyajian laporan keuangan daerah sudah sesuai standar akuntansi pemerintahan dan bebas dari kesalahan yang bersifat material. Namun, di balik capaian tersebut, suara kritis dari DPC Aswin yang disampaikan perlu menjadi perhatian serius, selasa, 9 Juni 2026.

“Jangan jadikan predikat BPK sebagai tameng untuk menutupi penyimpangan.”

Pernyataan DPC Aswin ini merupakan peringatan penting agar predikat WTP tidak disalahartikan sebagai tanda bahwa pengelolaan keuangan di Pringsewu sudah sempurna, bersih total dari masalah, atau bebas dari segala bentuk pelanggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana dipahami dalam prinsip pemeriksaan keuangan, opini WTP hanya menilai kewajaran penyajian angka dan laporan, bukan menilai sepenuhnya efektivitas, efisiensi, maupun kepatuhan mutlak dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan.

Baca Juga :  Dana Rehab SMP 1, Satu Atap Pagelaran Utara,Diduga Jadi Lahan Korupsi Berjemaah

Masih ada ruang bagi ketidaktepatan pencatatan, kelemahan pengendalian internal, hingga pelanggaran prosedur yang mungkin tidak terdeteksi secara langsung dalam opini tersebut.

Menurut pandangan DPC Aswin , bahaya terbesar muncul ketika predikat ini dijadikan alat pembenaran mutlak. Seringkali, setiap kali ada pertanyaan masyarakat, temuan pengawas internal, atau laporan dugaan ketidakberesan, jawaban yang dilontarkan selalu berpatokan pada status WTP, seolah-olah penghargaan itu menjadi kekebalan. “Karena sudah WTP, berarti semua benar dan sesuai aturan,” ungkapan semacam inilah yang diluruskan DPC Aswin. Predikat itu tidak boleh dijadikan tameng untuk membungkam kritik, menunda perbaikan, atau melindungi pihak-pihak yang melakukan penyimpangan.

Lebih jauh, DPC Aswin menegaskan bahwa keberadaan temuan pemeriksaan, catatan, maupun rekomendasi perbaikan dari BPK tetap harus ditindaklanjuti secara tuntas dan transparan.

Menganggap beres semua hal hanya karena mendapatkan WTP adalah langkah keliru yang justru bisa mematikan akuntabilitas. Uang yang dikelola adalah uang rakyat, dan hak masyarakat untuk mengetahui, mengawasi, serta menuntut pertanggungjawaban tetap berlaku, terlepas dari opini apa pun yang diberikan oleh lembaga pemeriksa.

Baca Juga :  Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Bagi DPC Aswin, makna WTP bagi Kabupaten Pringsewu harus dipahami sebagai titik awal menuju tata kelola yang lebih baik, bukan titik akhir yang membuat diri merasa puas dan lengah.

Capaian ini harus menjadi motivasi untuk memperkuat pengawasan internal, memperbaiki setiap kelemahan yang ada, dan menjamin bahwa setiap rupiah anggaran digunakan tepat sasaran.

Pesan utamanya jelas: Jangan biarkan prestasi WTP berubah menjadi kedok. Predikat BPK adalah bukti kemajuan administrasi, bukan izin atau perlindungan bagi siapa pun yang menyimpang dari aturan.

Akuntabilitas harus tetap berjalan, keterbukaan harus dijaga, dan setiap temuan masalah wajib diselesaikan, tidak peduli seberapa bagus nilai yang tertera di atas kertas.

(Redaksi)

Berita Terkait

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)
Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif
OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda
Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri
Jelang Pilkakon Serentak 2026, Komisi I DPRD Pringsewu Pastikan Tahapan Berjalan Sesuai Regulasi
Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan
Dipercaya 6 Tahun Jadi Sopir, Pria di Pringsewu Gelapkan Rp50,4 Juta Setoran Ayam untuk Judi Online
Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf, Kuliner, serta Kambing dan Domba sebagai Potensi UMKM

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru