Modus Perpisahan Siswa : Oknum Diduga Kutip Dua Ratus Ribu Persiswa.

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:58 WIB

50596 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohil-Waspadaindonesia.com Sejumlah unit Dinas Pendidikan dan Pemerintahan Daerah menerbitkan larangan pungutan perpisahan atau pelepasan Siswa di Sekolah Negeri terlebih pungutan tersebut sebagian diberikan kepada majelis Guru sebagai Hadiah.

Agar tidak menimbulkan potensi penyalahgunaan wewenang dan beban finansial bagi pihak tertentu.

Dan implementasi Program wajib belajar 13 Tahun dan Sekolah gratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan Ombudsman telah menjelaskan larangan pungutan liar (pungli) di sekolah seperti pungutan perpisahan atau pelepasan siswa dan karya wisata yang tertuang dalam sejumlah aturan seperti PP No.17 Tahun 2010, PERMENDIKBUD No 44 Tahun 2012 dan PERMENDIKBUD No.75 Tahun 2016.

 

Di SDN 015 KARYA SEMPURNA, Kepenghuluan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako diduga melakukan Pungutan senilai Rp.200.000, per siswa untuk kegiatan pelepasan 83 orang siswa kelas 6, pada Kamis 4 Juni 2026.

 

Kepala SDN 015 KARYA SEMPURNA menjelaskan sebelum kegiatan, orangtua, komite dan Kepala Sekolah melakukan rapat disekolah, namun keputusan pungutan biaya Rp.200.000, per siswa tidak melibatkan pihak sekolah.

Baca Juga :  Merasa Bangga Berperkara,Pengelola Kebun Akui Perintah Pengrusakan Sawit Milik Warga Saat Mediasi

“Memang rapat dilakukan di Sekolah, setelah Saya selesai memberikan kata sambutan saya keluar dari rapat, Saya tidak mengetahui terkait pungutan” ujar Suwarni, Kepala SDN 015 KARYA SEMPURNA, pada Senin 15 Juni 2026 kepada awak media diruangannya.

Publik menilai Keterangan Suwarni seakan tidak mencerminkan seorang Kepala Sekolah sebagai Suritauladan dan kurang bertanggung jawab penuh dilingkungan Sekolah karena meninggalkan rapat padahal diadakan disekolah atau diduga sebagai alibi tidak mengetahui pungutan tersebut.

Suwarni juga mengungkapkan bahwa Sekolah lain juga ada melakukan hal ini seperti SDN 011.

 

Koko sebagai pihak Komite Sekolah menambahkan bahwa Pihak Sekolah dan Komite tidak mengetahui jumlah pungutan tersebut, tetapi mengakui bahwa biaya pungutan pelepasan siswa untuk Penyediaan konsumsi Kue dan Pemberian bingkisan dari Anak berupa Sepatu kepada pihak Sekolah sekitar 30 orang.

” Adanya Biaya diperuntukkan pembelian Snack dan cinderamata berupa sepatu untuk 30 orang” ujar Koko.

Baca Juga :  Diduga Dana BOS Tidak Tepat Sasaran;Ruang SD Negeri 006 Raja Bejamu Banyak Yang Keropos.

Pelepasan siswa berlangsung tanggal 04 Juni 2026 di Sekolah.

 

Di masa sulit ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir bersama pihak Sekolah sepatutnya memiliki rasa yang peka atau empati dengan keadaan ekonomi dimasa sulit ini, dan memberikan edukasi kepada komite atau wali murid agar tidak melakukan pemborosan berupa pemungutan pelepasan siswa yang nilainya lumayan besar, dikarenakan taraf ekonomi Walimurid pastinya berbeda-beda dan ada juga digaris kemiskinan. Apalagi sebahagian biaya digunakan untuk Cinderamata ke pihak Sekolah, yang bisa mengarah tindak pidana gratifikasi bila penerima seorang Pejabat atau PNS.

 

Kiranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir dapat memberikan penjelasan akan pungutan dan pemberian cinderamata, apabila terbukti pihak Sekolah melanggar regulasi yang ada agar diberikan sanksi atau pencopotan demi mendukung program Pemerintah Sekolah gratis.(red)

Berita Terkait

Polres Rohil Gerebek Rumah di Bangko Pusako, Sita Sabu 95 Gram
Hangatnya Malam di Poskamling Cempedak Rahuk, Polisi dan Warga Sepakat Hidupkan Siskamling
Kesiapan Dapur MBG di Rohil Ditinjau Wakapolres Pastikan Higienis
Dugaan Korupsi Revit Rp 2,29 Miliar SMPN 10 Bangko Pusako,Spesipikasi Dipangkas Kepsek Akui Kesepakatan
Gulma Kelompongang Kepung Sawit di PTPN IV Regional 1 Sei Baruhur
Kuasai 400 Hektare di Zona Kuning Kawasan Hutan,Kebun S Pardede di Kubu Babussalam Disorot
Tim Gabungan Opsnal Polres Rohil dan Polsek Kubu Berhasil Melakukan Penangkapan Pelaku Percobaan Pencurian Dengan Penganiayaan Luka Berat Berhasil Ditangkap di Sumatera Barat.
Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Korupsi PL 10 Persen PT PHR yang Dikelola PT SPRH

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru