Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues,Tentang Dugaan Pelanggaran Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas PT GAYO MINERAL RESOURCES

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:19 WIB

50317 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Blangkejeren, * WaspadaIndonesia.com

21 July 2026 Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues menyatakan sikap tegas terkait kelanjutan aktivitas eksplorasi pertambangan mineral di Kabupaten Gayo Lues, khususnya yang dilakukan oleh *PT Gayo Mineral Resources (GMR)* di Kecamatan Pantan Cuaca.

Kami menilai operasional perusahaan tersebut semakin tidak rasional dan berpotensi memicu bencana ekologis di wilayah hulu Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa tahun terakhir, PT GMR terus berlindung di balik dalih tahapan “eksplorasi”. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya pembukaan jalan dan pengeboran skala besar menggunakan alat berat yang telah membelah kawasan pegunungan. Bagi para profesional di bidang geologi dan pertambangan, tindakan ini tidak dapat diterima karena telah menyerupai tahapan eksploitasi.

Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan lapangan, Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues menyoroti *5 poin utama* sebagai berikut:

1. Monopoli Lahan dan Menghambat Investasi*
Wilayah konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GMR dinilai terlalu luas dan tidak proporsional di Gayo Lues. Hal ini menciptakan praktik monopoli ruang tambang yang menghambat perusahaan lain, baik investor lokal maupun nasional, untuk ikut mengelola dan mengembangkan potensi tambang secara sehat demi kemajuan ekonomi daerah.

Baca Juga :  JARA Mintak Kemendagri Perpanjang Masa Jabatan Darmansah Sebagai Pj Bupati Abdya

2. Ancaman terhadap Tembolon (Mata Air)*
Lokasi konsesi dan aktivitas PT GMR berada di kawasan yang sejak dahulu dinamakan _Tembolon_ oleh masyarakat lokal. Nama ini bermakna “mata air”. Aktivitas pengeboran tanpa arah yang jelas sangat mengkhawatirkan karena mengancam kelangsungan sumber air warga Pantan Cuaca yang menjadi sumber kehidupan utama.

3. Eksplorasi Terselubung*
Perpanjangan status eksplorasi tanpa kejelasan arah produksi yang transparan tidak sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik (_Good Mining Practice_). Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa perusahaan telah melakukan pengerukan material secara diam-diam.

4. Berada di Kawasan Hutan Lindung*
Berdasarkan pantauan titik koordinat, aktivitas pembukaan lahan dan pengeboran PT GMR telah bersinggungan hingga masuk ke dalam zona inti Hutan Lindung. Padahal fungsi lindung kawasan ini seharusnya steril dari aktivitas alat berat.

Baca Juga :  Polisi: Informasi Teridentifikasinya 23 Geng Motor di Aceh Dipastikan Hoaks

5. Ancaman Bencana dan Ekologi*
Pembukaan kawasan hutan secara masif di daerah rawan longsor seperti di kawasan Tangsaran hingga lintasan nasional Blangkejeren–Takengon mengancam keselamatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi urat nadi pertanian warga lokal.

*Oleh karena itu, Asosiasi Geologi dan Pertambangan Gayo Lues mendesak:*
1. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh serta menindak tegas kegiatan PT GMR.
2. Aparat Penegak Hukum untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas eksplorasi yang beroperasi di wilayah Hutan Lindung guna mencegah kerusakan hulu air masyarakat yang lebih parah.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga menjadi perhatian semua pihak demi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat Gayo Lues.(red)

Berita Terkait

Sayuti Achmad Road Show ke Pantai Barat Selatan, Dapat Sambutan Antusias Demi Pembaruan PWI Aceh
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda demi Jaga Stabilitas Pemerintahan
Marzuki Kadis DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru