LP2iM Desak Pengusutan Menyeluruh Dugaan Korupsi Proyek Oprit Jembatan Silayar Aceh Tenggara

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:48 WIB

50277 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2iM) mengajukan desakan keras kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh agar mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Oprit Jembatan Silayar Tahun Anggaran 2022 di Kabupaten Aceh Tenggara. Desakan ini disampaikan setelah Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara menetapkan dua tersangka baru dalam perkara yang tengah bergulir.

 

Ketua LP2iM, Sopian Desky, menyampaikan permintaan agar penyidikan tidak berhenti pada sejumlah tersangka yang telah ditetapkan. Ia menuntut agar seluruh pihak dengan peran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek, termasuk pejabat yang mengelola anggaran, diperiksa secara menyeluruh dan profesional. Penegasan tersebut disampaikannya pada Jumat (17/7/2026), menegaskan pentingnya transparansi serta keadilan dalam penindakan kasus korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data yang dihimpun, penetapan tersangka baru mengacu pada Surat Penetapan Tersangka Nomor R-01/L.1.20/Fd.1/06/2026 dan R-02/L.1.20/Fd.1/06/2026 bertanggal 23 Juni 2026. Dalam pengembangan kasus proyek yang diwarnai temuan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini, Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara menetapkan AR dan AW sebagai tersangka dengan dugaan pelaku pelaksana proyek.

Baca Juga :  Kasus Korupsi BBM, Sat Reskrim Polres Rohul Lakukan Penahanan Terhadap Kadis Perkim Dan Pemenang Tender

Kasus dugaan korupsi pada Proyek Oprit Jembatan Silayar merupakan kelanjutan perkara yang sebelumnya sudah inkrah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, termasuk terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) YS dan Direktur pelaksana proyek, AB. Informasi yang diperoleh LP2iM menyebutkan bahwa perusahaan pemenang tender, CV Raja Lambing, diduga hanya dijadikan penyedia jasa, sementara kendali lapangan dan keuangan sepenuhnya diduga diatur oleh para tersangka AR dan AW.

LP2iM menilai pihak Kejati Aceh perlu mendalami kemungkinan keterlibatan semua elemen penting dalam pelaksanaan proyek, mulai dari Pengguna Anggaran, PPK, pengawas teknis, hingga konsultan penyelia dan kontraktor pelaksana. Sopian juga menyatakan bahwa Pengguna Anggaran memiliki posisi strategis sehingga seluruh peran dan kewenangan wajib didalami berdasarkan alat bukti sesuai peraturan hukum berlaku.

Desakan yang disampaikan organisasi masyarakat sipil tersebut semakin tajam setelah Presiden RI Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi secara konsisten sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, antikorupsi, dan bebas dari praktik kolusi serta nepotisme (KKN). LP2iM berharap Kejati Aceh berkomitmen bekerja secara profesional, independen, dan transparan agar tidak muncul kesan penegakan hukum setengah hati.

Baca Juga :  Pengembalian Uang Seragam di SMKN 1 Kutacane Jadi Bukti Aturan Bisa Mengalahkan Kebiasaan Lama di Sekolah Negeri

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan dan desakan tersebut. Redaksi memberikan ruang hak jawab sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta asas praduga tak bersalah, guna memenuhi prinsip-prinsip jurnalisme yang adil dan berimbang.

Regulasi terkait penanganan tindak pidana korupsi diatur antara lain dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mewajibkan proses penyidikan secara profesional. Sementara itu, hak-hak narasumber dan pihak terkait dijamin sesuai UU Pers, sehingga setiap keterangan tambahan dapat dimuat sesuai ketentuan dan asas legalitas yang berlaku.

Laporan : Salihan Beruh

 

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru