Bappeda Nagan Raya Dukung Program Katalisator Kemitraan Berdikari: Dorong Inovasi UMKM Melalui Pemanfaatan Fly Ash

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 12:34 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya mendukung penuh Program Katalisator Kemitraan Berdikari, inisiatif Tim Riset BERDIKARI dari Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Program yang berlangsung pada 21–24 Mei 2025 ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Rahmattullah, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa program ini fokus pada pemanfaatan fly ash, sisa pembakaran batu bara, sebagai bahan baku alternatif dalam produksi panel ornamen dan paving block.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menerangkan bahwa dalam kegiatan ini sembilan pelaku UMKM lokal di Kabupaten Nagan Raya mendapatkan transfer ilmu dan teknologi langsung dari Tim Riset BERDIKARI yang diketuai oleh Amir Fauzi, S.T., M.Sc., Ph.D.

“Pelatihan mencakup teknik pemanfaatan fly ash sebagai pengganti semen dalam produksi, serta analisis potensi ekonomi dan manfaat lingkungannya,” ujar Kepala Bappeda Rahmattullah di Suka Makmue, Kamis, 22 Mei 2025.

Baca Juga :  Said Arifin Camat Beutong Serahkan Piala Untuk Pemenang Cabang Tahfizd Qur'an Di Malam Puncak Resepsi HUT RI Ke 80

Dijelaskan, Program Katalisator Kemitraan Berdikari terlaksana berkat dukungan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Nagan Raya yang menyediakan material fly ash secara cuma-cuma.

“Bappeda Kabupaten Nagan Raya turut mengoordinasikan distribusi bahan baku tersebut dan berperan sebagai fasilitator penghubung antara industri, perguruan tinggi, serta UMKM lokal,” sebut Kepala Bappeda.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor yang berhasil diwujudkan dalam program ini.

“Sebagai daerah yang memiliki sumber limbah dari pembangkit listrik, kita harus bisa melihat ini sebagai peluang. Selama dimanfaatkan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada, fly ash bisa menjadi bahan baku alternatif yang bernilai ekonomi bagi UMKM,” ucapnya.

Selain itu, Rahmattullah juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi inisiatif sesaat, tetapi berkelanjutan dan mampu menciptakan model kemitraan yang bisa direplikasi di kecamatan atau sektor lain. Teknologi tepat guna (TTG) seperti ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM Nagan Raya dan memperluas akses mereka ke pasar,” tambahnya.

Baca Juga :  Antaksi Debus Singa Nagan Tampil Di Pangung Anjungan Nagan Raya

Sementara itu, Ketua Tim Riset BERDIKARI, Amir Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari riset sebelumnya.

“Kami telah mengembangkan purwarupa panel ornamen dan paving block berbasis fly ash dalam skala laboratorium, serta melakukan uji teknis di Laboratorium Bahan dan Struktur Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk memastikan kualitas dan kesiapan produk bagi UMKM,” ungkapnya.

Program ini kata Amir Fauzi, didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi teknologi industri menuju ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

“Diharapkan, pelatihan dan dukungan ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta menciptakan produk bernilai tambah dari limbah industri yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. ( Red )

Berita Terkait

Program MBG di Seunagan Timur Dorong Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Terima Kasih DPR RI ,DPD TMI Nagan Raya Aceh Dukung RUU Reforma Agraria untuk Lindungi Petani
Sertijab Keuchik Blang Baro Rambong Berlangsung Tertib, Saleh Ali Serahkan Amanah kepada Mustafa
Bupati Karo Apresiasi Peran Media dalam Membangun Tanah Karo
PVMBG Kurangi Zona Bahaya Sinabung Jadi 5 Km, Pengungsi Kuta Tengah Dipulangkan
Sinergi Penanganan Bencana, Kapolres Karo Tekankan Kesiapsiagaan Personel di Zona Erupsi
Mengangkat Nama Batu Giok Nagan Raya ke Pentas Dunia, Tugu Giok Diusulkan Berdiri di Keude Seumot
Wacana Pemekaran Aceh Kembali Mengemuka, Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB