Uang BUMK Ladang Bisik Raib, Kepala Desa dan Pihak Ketiga Diduga Bermain Mata

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 04:09 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singkil – 6 Juli 2025 | Sudah lebih dari lima tahun berlalu, tapi dana Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Ladang Bisik, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, sebesar Rp400 juta belum juga kembali ke kas desa. Dana yang semestinya diputar untuk usaha produktif warga itu justru mengalir ke pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas.

Warga mencium aroma penyimpangan. Mereka menengarai adanya “kong kali kong” antara Kepala Desa Ladang Bisik dan pihak pengelola BUMK. Dalam laporan yang dikirimkan ke Inspektorat Aceh Singkil pada 30 April 2025, masyarakat menyebutkan bahwa dana itu sejak tahun 2020 dipinjamkan kepada seorang pihak ketiga berinisial DW. Ironisnya, hingga saat ini, dana itu tak jelas keberadaannya. Dari pengakuan DW kepada warga, ia hanya mengembalikan Rp20 juta.

“Kalau dana yang dikucurkan Rp400 juta dan yang kembali cuma Rp20 juta, berarti ada yang tidak beres. Uang negara ini, bukan uang pribadi,” kata Sudirman, tokoh pemuda Ladang Bisik, ketika ditemui di Gunung Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudirman bukan satu-satunya warga yang gusar. H. Syahputra, perwakilan warga lainnya, mengatakan mereka sudah berkali-kali menyurati lembaga pengawas dan aparat penegak hukum. Selain laporan ke Inspektorat, mereka juga mengirim pengaduan ke Polres Aceh Singkil dan bahkan membuat tembusan resmi kepada Bupati Aceh Singkil. “Kami hanya ingin kejelasan, dana desa ini harus kembali. Kalau tidak, masyarakat rugi besar,” ujar Syahputra.

Baca Juga :  Murdani Ketua PMI Aceh Titip PMI Aceh Singkil Kepada Hidayat Riadi Manik

Sikap Inspektorat pun dipertanyakan. Pada 4 Juni 2025, tim Irban dari Inspektorat Aceh Singkil yang terdiri dari Mufrin, Rusdi, dan sejumlah staf, sempat turun ke lapangan. Tapi sampai hari ini, tidak ada hasil audit yang diumumkan, bahkan sekadar pemberitahuan perkembangan pun tak disampaikan ke masyarakat. “Ada apa dengan Inspektorat? Diam atau sengaja membiarkan?” kata Bahri, tokoh masyarakat desa setempat, dengan nada geram.

Di tengah gelombang tuntutan transparansi, Pemerintah Desa Ladang Bisik masih menutup mulut. Upaya wartawan untuk mengonfirmasi Kepala Desa Ladang Bisik tidak membuahkan hasil. Ia tidak menjawab panggilan telepon dan pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga tak dibalas.

Padahal, menurut ketentuan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendamping Lokal Desa, dana desa yang disalurkan ke BUMK tidak diperbolehkan digunakan sebagai pinjaman kepada pihak ketiga tanpa mekanisme kerja sama resmi. Apalagi, tidak ada dokumen kerja sama yang valid antara BUMK Ladang Bisik dan DW, sebagaimana dikuatkan oleh pengakuan warga yang telah menelusuri dokumen pertanggungjawaban.

“BUMK boleh bekerja sama dengan pihak ketiga, tapi bentuknya harus jelas: usaha bersama, bagi hasil, ada perjanjian tertulis, bukan peminjaman tanpa dasar,” ujar seorang akademisi hukum administrasi dari Universitas Malikussaleh yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, praktik peminjaman dana desa kepada individu di luar struktur BUMK tanpa pengawasan melekat berpotensi masuk kategori penyalahgunaan wewenang dan dapat dijerat pasal korupsi. “Yang bertanggung jawab bukan hanya pengelola BUMK, tapi juga kepala desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa,” tambahnya.

Baca Juga :  Diduga Gerogoti DD, Undangan Bimtek Kembali Beredar di Kalangan Keuchik di Singkil

Situasi ini membuat warga Ladang Bisik frustrasi. Sejumlah tokoh mulai mempertimbangkan langkah hukum lanjutan. Mereka mendesak agar Kejaksaan Negeri Aceh Singkil atau bahkan Kejaksaan Tinggi Aceh turun tangan. “Kami minta kasus ini dibuka seterang-terangnya. Kalau perlu KPK masuk. Ini soal hak masyarakat kecil,” kata Syahputra.

“Kami percaya Pak Bupati akan menindaklanjuti bila melihat bahwa ini menyangkut hak masyarakat. Kalau memang tidak ada kongkalikong antara Kepala Desa dan Ketua BUMK, seharusnya dana itu bisa dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat,” kata Syahputra kepada media pada Sabtu, 6 Juli 2025.

Bagi warga Ladang Bisik, dana desa bukan sekadar angka dalam APBKampong. Dana itu adalah harapan: untuk warung kecil yang bisa berkembang, untuk pupuk pertanian yang terjangkau, untuk koperasi desa yang kuat. Ketika dana itu hilang tanpa jejak, yang terkikis bukan hanya keuangan desa, tapi juga kepercayaan publik terhadap kepala desa dan aparatnya.

Masyarakat kini menanti, apakah aparat pengawas dan penegak hukum berani mengungkap kebenaran. Atau justru ikut tenggelam bersama uang yang diduga telah “ditelan bumi”. (TIM)

Berita Terkait

Akta Hibah dan Luasan Tanah SMKN 1 Simpang Kanan Diduga Sarat Manipulasi
Kesepakatan 1992 Soal Empat Pulau: Janji yang Masih Berlaku, Sumut Harus Menghormati!
Aceh Tercoreng Didugaan Inisial M,SE Telibat Fiktifkan Laporan Keuangan
Murdani Ketua PMI Aceh Titip PMI Aceh Singkil Kepada Hidayat Riadi Manik
Sebut 6 Alasan Pokok, Politisi Muda Partai Aceh Minta Gubernur Segera Lantik Sekda dan Kepala SKPA Defenitif
Mayat Terikat di Pesantren Aceh Singkil: Perampokan Berujung Maut?
Diduga DPO Polres Aceh Singkil Ali Basra bin Nandong Dikeluarkan Penjara
Warga Trans Cikala Bersama CAPA ; Ucapkan Terimakasih Pada Pj Bupati

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:47 WIB

Polri Presisi di Teluk Meranti: Bhabinkamtibmas Kawal Ketahanan Pangan Dari Kebun Nanas Warga

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:08 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Teluk Meranti Jadikan Mapolsek Lahan Produktif, Tanam Terong  

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:03 WIB

Polsek Teluk Meranti Rawat Semangka, Cabai & Jagung di Mapolsek Dukung Ketahanan Pangan 

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:14 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Tanaman Cabai Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:46 WIB

Sat Polairud Polres Pelalawan Bantu 100 Anak Yatim di Desa Sagati 

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:04 WIB

PETANI JAGUNG PULAU MUDA DAPAT PENDAMPINGAN POLSEK TELUK MERANTI, HASIL PRODUKSI DIHARAP NAIK

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:32 WIB

SINERGI POLRI-PEMERINTAH-PETANI, PANEN RAYA 1 HEKTARE JAGUNG DI KUALU PANDUK DUKUNG SWASEMBADA 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:09 WIB

PROGRES 80%, JEMBATAN PRESISI TELUK MERANTI DITARGET RAMPUNG PEKAN INI

Berita Terbaru