Seleksi Terbuka Pejabat Tinggi Subulussalam 2025 Disorot, Publik Curiga Ada Tarik-Menarik Politik

Waspada Indonesia

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 14:42 WIB

50529 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di Pemerintah Kota Subulussalam 2025 memantik riuh kritik. Mekanisme yang seharusnya menjunjung transparansi dan meritokrasi justru dipandang sebagian pihak sebagai ajang tarik-menarik kepentingan politik. Dari puluhan posisi yang masih kosong, hanya enam Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) yang dibuka untuk seleksi. Keputusan ini memunculkan tudingan pemborosan anggaran sekaligus praktik politik balas budi.

Seorang sumber dari lingkaran pejabat kota menilai langkah ini tidak masuk akal. Menurutnya, bila pemerintah kota benar-benar ingin efisiensi, seleksi seharusnya digelar serentak untuk seluruh jabatan yang kosong. “Ini hanya permainan suka atau tidak suka. Kepentingan politik balas budi lebih dominan daripada kebutuhan daerah,” ujarnya.

Enam posisi yang diperebutkan adalah pimpinan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Inspektorat, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Rano Saraan, Kepala BKPSDM Kota Subulussalam, ketika dimintai tanggapan atas dugaan rekayasa dalam proses seleksi memilih bungkam.

Baca Juga :  Anak SLB Arroyan Tandang Belajar Ke Polsek Kec.Penanggalan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di kalangan Aparatur Sipil Negara sendiri, sinisme tumbuh. Seleksi terbuka disebut hanya formalitas: panitia memang melibatkan akademisi dan lembaga independen, namun keputusan akhir tetap di tangan wali kota. “Kalau hanya formalitas, ASN jadi ragu apakah harus profesional mengejar prestasi atau justru fokus membangun kedekatan politik,” kata seorang ASN yang meminta namanya disamarkan.

Pengamat politik lokal menegaskan, open bidding di kota kecil seperti Subulussalam tidak bisa dilepaskan dari pusaran politik domestik. Hubungan eksekutif, legislatif, dan elite lokal kerap menjadi penentu siapa yang akan duduk di kursi strategis. “Seleksi terbuka jabatan adalah arena di mana kepentingan politik, birokrasi, dan ekonomi lokal bertemu. Tanpa pengelolaan transparan, ia berubah menjadi alat penguasa untuk mengamankan loyalis,” kata seorang akademisi dari salah satu universitas di Aceh.

Baca Juga :  Longsor di Jalan Lintas Aceh - Sumut Sebabkan Lalulintas Terhenti, Polisi Imbau Masyarakat Waspada

Tekanan publik agar proses ini benar-benar terbuka semakin besar. Masyarakat sipil dan media lokal menuntut publikasi daftar peserta beserta nilai uji kompetensi, pengawasan lembaga independen, dan jaminan bahwa hasil akhir tak bisa dipolitisasi.

Ujian serius kini dihadapi Pemerintah Kota Subulussalam. Reformasi birokrasi hanya akan bermakna bila proses seleksi bersih dari intervensi elite politik. Jika kembali dinodai kepentingan balas budi, kepercayaan publik pada birokrasi kota yang masih belia ini berpotensi kian merosot. @ntoni tin

Berita Terkait

Kapolres Bersama Forkopimda Simalungun Tinjau Langsung Lima Pos Ketupat Toba 2026, Pastikan Mudik Aman Lancar
Konflik Lahan Sawit di Subulussalam Memanas, Netap Ginting Klaim Jadi Korban Ancaman Parang
Kajari Subulussalam Ikuti Rakernas Kejaksaan RI 2026, Jaksa Agung Tekankan Integritas Aparatur
Tak Lagi Menjabat, Namun Dirindukan: Kehangatan Muhun Duria Bersama Haji Affan di Jontor
Lingkungan Tak Lagi Aman, Warga Sikalondang Minta Perlindungan Aparat
AKBP Muhammad Yusuf Instruksikan Pengusutan Tuntas Aksi Teror terhadap Wartawan
Kasus Teror Wartawan dan Bayang-Bayang Pembungkaman di Daerah: Uji Nyata terhadap UU Pers
Keluarga Wartawan Syahbudin Trauma: Insiden Pelemparan Batu Memicu Kekhawatiran Kebebasan Pers!

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 21:29 WIB

Kadis DLH Nagan Raya : Alat Berat Digunakan Untuk Bencana Beutong Ateuh . Bukan Untuk Kegiatan Lain

Jumat, 10 April 2026 - 23:49 WIB

Lawan Kapal Trawl Diduga Langgar Undang-Undang Perikanan, 37 Nelayan Desa Raja Bejamu Rohil & 4 Wartawan: 12 Diperiksa, 4 Jadi Tersangka!”

Jumat, 10 April 2026 - 20:30 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Selasa, 7 April 2026 - 08:20 WIB

Bupati Karo Hadiri RUPS Tahunan PT Bank Sumut Bahas Agenda Strategis

Jumat, 3 April 2026 - 00:29 WIB

Konsumen Dirugikan, PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai Diduga Lakukan Penahanan Mobil dan Dokumen Secara Sepihak

Rabu, 1 April 2026 - 10:09 WIB

Harga Hancur Akibat Bawang Impor Ilegal Petani Bawang Gelar Aksi di DPRDSU

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:34 WIB

Sat Narkoba Polres Agara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja, Seorang Mahasiswa Diamankan Saat Melintas di Ketambe

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:42 WIB

Wartawan Diperlakukan Kasar, Diteriaki Wartawan Bodong, Pelecehan Terhadap Jurnalis dan Dugaan Modus Penipuan Promo Gadai Ancam Kebebasan Pers

Berita Terbaru