Bupati Aceh Tenggara Sambut Kepala BNPB, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana di Daerah

Waspada Indonesia

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:06 WIB

50434 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (27/10/2025). Kunjungan Kepala BNPB ke Provinsi Aceh tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Sambutan terhadap Kepala BNPB berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota se-Aceh, termasuk jajaran Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan unsur Forkopimda setempat. Suasana keakraban tampak dalam momen awal kedatangan Suharyanto yang akan menjalani rangkaian agenda strategis selama berada di Aceh.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kerentanan bencana yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Aceh Tenggara. Wilayah yang terletak di bagian tengah provinsi tersebut tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama banjir bandang dan tanah longsor yang kerap terjadi saat musim hujan.

Baca Juga :  SAPA Desak Pemerintah: Wujudkan Keadilan Harga Tiket Pesawat ke Aceh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyambut baik kehadiran Kepala BNPB di Aceh. Ini merupakan langkah penting sekaligus strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penanggulangan bencana. BNPB memiliki peran vital dalam memperkuat kapasitas daerah, baik dari sisi teknis, sumber daya, hingga dukungan logistik,” kata Salim Fakhry.

Menurut Fakhry, tantangan penanggulangan bencana tidak hanya terletak pada tanggap darurat saat kejadian bencana, tetapi juga kesiapsiagaan dalam pencegahan, edukasi masyarakat, dan penguatan struktur kelembagaan di daerah. Untuk itu, ia berharap momentum kunjungan Kepala BNPB dapat memperkuat pemetaan risiko bencana di Aceh Tenggara serta mendorong percepatan program-program mitigasi yang lebih komprehensif.

Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan mengikuti serangkaian agenda di Aceh, termasuk rapat koordinasi bersama Pemerintah Aceh, BPBD Provinsi Aceh, serta peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di beberapa kabupaten. Agenda tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang memperkuat sistem penanggulangan bencana lintas sektor secara terpadu.

Aceh menjadi salah satu daerah fokus dalam kebijakan nasional kebencanaan mengingat tingginya frekuensi dan keragaman jenis bencana di wilayah ini, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor. Di sisi lain, kesiapan infrastruktur, pengetahuan masyarakat, dan koordinasi kelembagaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya tanggap terhadap potensi bencana masa depan.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Sampaikan Aspirasi dan Apresiasi kepada Presiden atas Tanggap Darurat Bencana di Aceh

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), disebut terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, kesiapan alat, hingga penguatan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini. Namun Fakhry menilai bahwa pendampingan dan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya BNPB, tetap dibutuhkan untuk memperluas jangkauan program dan ketahanan wilayah.

“Kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi persoalan bencana. Aceh Tenggara, seperti daerah rawan lainnya di Aceh, butuh pendampingan terus-menerus agar sistem penanganannya lebih tangguh dan adaptif. Kita berharap sinergi ini membawa hasil nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fakhry.

Kunjungan kerja Kepala BNPB ini turut menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan dan mitigasi sebagai prioritas kebijakan pembangunan daerah, sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berkelanjutan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Syahbudin Padang: Jangan Diskriminasi Media yang Belum Terverifikasi Dewan Pers
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia
Aktivis Kritik Pengelolaan Anggaran Pemkot Banda Aceh, Soroti Pemborosan hingga Desak Penyelidikan
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:40 WIB

Wakil Bupati Tanggamus Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sempat Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Asal Bandar Lampung Ditemukan Selamat

Senin, 1 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:35 WIB

LSM JATI Desak Transparansi Anggaran MAN 1 Kota Agung, Soroti DIPA 2025 dan Dugaan Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:32 WIB

Lapas Kotaagung Rayakan Idul Adha dengan Salat Eid dan Kurban Bersama Warga Binaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi, Lima Pemburu Rusa Sambar Ditangkap

Senin, 25 Mei 2026 - 20:46 WIB

Polsek Pulau Panggung Identifikasi Rumah Tertimpa Pohon Kelapa

Berita Terbaru