Bupati Aceh Tenggara Sambut Kepala BNPB, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana di Daerah

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:06 WIB

50453 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (27/10/2025). Kunjungan Kepala BNPB ke Provinsi Aceh tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana serta memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Sambutan terhadap Kepala BNPB berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota se-Aceh, termasuk jajaran Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan unsur Forkopimda setempat. Suasana keakraban tampak dalam momen awal kedatangan Suharyanto yang akan menjalani rangkaian agenda strategis selama berada di Aceh.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kerentanan bencana yang masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Aceh Tenggara. Wilayah yang terletak di bagian tengah provinsi tersebut tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama banjir bandang dan tanah longsor yang kerap terjadi saat musim hujan.

Baca Juga :  Dalam Kegiatan Jum'at Curhat Kali Ini, Kapolresta Banda Aceh Sebarkan Nomor WA-Curhat Untuk Masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyambut baik kehadiran Kepala BNPB di Aceh. Ini merupakan langkah penting sekaligus strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penanggulangan bencana. BNPB memiliki peran vital dalam memperkuat kapasitas daerah, baik dari sisi teknis, sumber daya, hingga dukungan logistik,” kata Salim Fakhry.

Menurut Fakhry, tantangan penanggulangan bencana tidak hanya terletak pada tanggap darurat saat kejadian bencana, tetapi juga kesiapsiagaan dalam pencegahan, edukasi masyarakat, dan penguatan struktur kelembagaan di daerah. Untuk itu, ia berharap momentum kunjungan Kepala BNPB dapat memperkuat pemetaan risiko bencana di Aceh Tenggara serta mendorong percepatan program-program mitigasi yang lebih komprehensif.

Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan mengikuti serangkaian agenda di Aceh, termasuk rapat koordinasi bersama Pemerintah Aceh, BPBD Provinsi Aceh, serta peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di beberapa kabupaten. Agenda tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang memperkuat sistem penanggulangan bencana lintas sektor secara terpadu.

Aceh menjadi salah satu daerah fokus dalam kebijakan nasional kebencanaan mengingat tingginya frekuensi dan keragaman jenis bencana di wilayah ini, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor. Di sisi lain, kesiapan infrastruktur, pengetahuan masyarakat, dan koordinasi kelembagaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya tanggap terhadap potensi bencana masa depan.

Baca Juga :  Pilkada Aceh Aman dan Lancar, Abu Razak Ingatkan Penyelenggara Tidak ‘Memantik Api’

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), disebut terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, kesiapan alat, hingga penguatan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini. Namun Fakhry menilai bahwa pendampingan dan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya BNPB, tetap dibutuhkan untuk memperluas jangkauan program dan ketahanan wilayah.

“Kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi persoalan bencana. Aceh Tenggara, seperti daerah rawan lainnya di Aceh, butuh pendampingan terus-menerus agar sistem penanganannya lebih tangguh dan adaptif. Kita berharap sinergi ini membawa hasil nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fakhry.

Kunjungan kerja Kepala BNPB ini turut menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan dan mitigasi sebagai prioritas kebijakan pembangunan daerah, sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berkelanjutan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Muslim Ayub Dorong Dana Otsus Aceh Tanpa Batas Waktu dalam Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh
Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
3. Proyek Pengadaan Kitab Dana Otsus Aceh Rp50,53 Miliar Diduga Dikuasai 10 Perusahaan
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:05 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Kamis, 10 September 2026 - 18:24 WIB

Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Berita Terbaru

PEKANBARU

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:36 WIB