KUTACANE,WASPADA INDONESIA | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Julkipli, S.Pd., M.Pd, secara terbuka memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebar di media sosial mengenai kondisi fasilitas Water Closet (WC) di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara. Klarifikasi itu disampaikan Julkipli pada Minggu, 24 Mei 2026, kepada sejumlah awak media di Desa Kumbang Indah, Kecamatan Badar, menyusul semakin banyaknya pertanyaan masyarakat terkait kabar yang beredar.
Isu mengenai kerusakan fasilitas WC di kantor tersebut awalnya ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Facebook. Beberapa akun bahkan menyebut adanya kerusakan total terhadap sarana WC yang menyebabkan pegawai dan masyarakat mengalami kesulitan dalam beraktivitas di kantor. Tidak hanya itu, sejumlah komentar dan tanggapan muncul memberikan beragam persepsi terhadap kondisi fisik kantor pelayanan publik tersebut.
Dalam penjelasannya, Julkipli membantah pernyataan bahwa fasilitas WC di kantornya mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat digunakan. Ia menyatakan, memang pernah terjadi gangguan teknis pada saluran air sehingga penggunaan WC sempat terganggu pada beberapa waktu tertentu. Namun, ia menegaskan, permasalahan tersebut telah diatasi pihaknya dalam waktu singkat, sehingga seluruh fasilitas kini dapat berfungsi seperti sediakala. Julkipli menegaskan bahwa saat ini kegiatan administrasi maupun layanan pendidikan di kantor berjalan normal tanpa hambatan yang berarti.
Lebih lanjut, Julkipli menjelaskan, kondisi lingkungan kerja di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara senantiasa dijaga kebersihan dan keamanannya. Upaya tersebut, menurutnya, dilakukan demi memastikan kualitas pelayanan kepada para pegawai serta seluruh masyarakat yang membutuhkan pengurusan administrasi pendidikan. Ia juga menampik anggapan bahwa adanya gangguan fasilitas telah menghambat tupoksi atau tugas pokok dan fungsi dari dinas yang ia pimpin. Menurutnya, semua urusan dinas tetap berlangsung dengan baik sesuai prosedur yang berlaku, baik untuk kebutuhan internal pegawai maupun pelayanan eksternal kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Julkipli mengajak masyarakat agar lebih arif dalam menerima dan menyebarkan setiap informasi yang beredar, khususnya di era digital saat ini. Ia mendorong siapapun untuk mengedepankan prinsip konfirmasi lebih dulu sebelum sebuah informasi disebarluaskan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan opini yang keliru di tengah masyarakat. Dirinya menegaskan, pihak dinas sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun, selama disampaikan secara beretika dan mengedepankan fakta.
Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan fasilitas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, menurut Julkipli, menjadi salah satu prioritas kerja yang terus didorong ke depan. Sejumlah pembenahan dan perawatan fasilitas, termasuk perbaikan infrastruktur dasar seperti WC, telah dilakukan secara rutin guna menunjang kenyamanan baik bagi pegawai maupun masyarakat yang datang ke kantor untuk berbagai keperluan administrasi.
Langkah klarifikasi ini dilakukan Julkipli agar tidak terjadi bias informasi di ruang publik, terutama yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah di sektor pendidikan. Situasi ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya kehati-hatian dalam berbagi informasi di tengah keterbukaan arus komunikasi saat ini. Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana kondusif, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan setiap upaya pembenahan birokrasi bisa diapresiasi dengan cara yang bijak dan proporsional.
Laporan : Salihan Beruh





































