Mengangkat Nama Batu Giok Nagan Raya ke Pentas Dunia, Tugu Giok Diusulkan Berdiri di Keude Seumot

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 02:33 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA — Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, memiliki kekayaan alam yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai identitas dan daya tarik wisata daerah. Salah satunya adalah batu giok Nagan Raya yang selama ini dikenal berasal dari kawasan Beutong.

Batu giok Nagan Raya memiliki keunikan tersendiri.

Batu alam tersebut hadir dalam beragam warna, corak, karakter dan jenis, sehingga memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun para pencinta batu alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi tersebut dinilai layak untuk terus diperkenalkan, bukan hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga hingga ke kancah internasional. Dengan promosi dan pengelolaan yang baik, batu giok dapat menjadi salah satu ikon yang memperkuat citra Kabupaten Nagan Raya.

Salah seorang tokoh muda Beutong, Mahmudi mengatakan kepada media ini di salah satu warkop usai Shalat Jum’at 4/9/2026, bahwa sudah saatnya keberadaan batu giok Nagan Raya mendapatkan perhatian lebih serius dari berbagai pihak.

Menurutnya, selama ini masyarakat mengetahui bahwa batu giok tersebut berasal dari kawasan Beutong. Namun, untuk memperkuat identitas sekaligus menjadi simbol kebanggaan daerah, ia mengusulkan agar Tugu Batu Giok Nagan Raya dibangun di kawasan Keude Seumot (Ule Jalan).

Baca Juga :  Wakapolres Aceh Barat Pimpin Upacara Perkemahan Pramuka Saka Bhayangkara

“Batu giok merupakan salah satu potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Nagan Raya”.

Karena itu, menurut saya keberadaannya perlu diperkenalkan secara lebih luas. Salah satunya melalui pembangunan Tugu Batu Giok di Keude Seumot sebagai pintu masuk atau salah satu titik strategis menuju kawasan Beutong,” ujar Mahmudi

Tugu Giok Bisa Menjadi Ikon Daerah

Pembangunan Tugu Batu Giok tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan sebuah monumen.

Lebih jauh, tugu tersebut dapat menjadi ikon dan penanda identitas Kabupaten Nagan Raya, sekaligus sarana promosi potensi batu giok kepada masyarakat yang melintas maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Keude Seumot yang berada di kawasan strategis dinilai memiliki peluang untuk menjadi lokasi yang tepat.

Setiap orang yang melintas dapat melihat langsung simbol batu giok Nagan Raya, sehingga rasa ingin tahu masyarakat dari luar daerah terhadap batu giok Beutong pun dapat tumbuh.

Jika dikembangkan secara terpadu, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi tempat promosi produk batu giok, kerajinan masyarakat, UMKM, serta berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif Nagan Raya.

Dari Kekayaan Alam Menjadi Kebanggaan Bersama
Sudah saatnya potensi daerah tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat. Kekayaan alam seperti batu giok harus mampu diangkat menjadi bagian dari cerita besar tentang Nagan Raya.

Baca Juga :  Nur Saidah Warga Ujong Patihah Terima Listrik Gratis Program Light Up The Dream Dari PLN

Batu Giok Nagan Raya dapat menjadi salah satu brand daerah yang membedakan Nagan Raya dengan kabupaten lainnya di Aceh.

Tentu, upaya tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, pengrajin, pemuda, serta seluruh elemen terkait. Promosi melalui media massa dan media sosial juga dapat menjadi bagian penting untuk memperkenalkan batu giok Nagan Raya kepada masyarakat luas.

Mahmudin berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dapat mempertimbangkan gagasan pembangunan Tugu Batu Giok Nagan Raya di Keude Seumot (Ule Jalan).

“Harapan kami, pemerintah dapat melihat ini sebagai sebuah peluang. Bukan hanya membangun tugu, tetapi membangun identitas daerah.

Kita ingin ketika orang menyebut batu giok, salah satu yang terlintas adalah Nagan Raya, Aceh,” harapnya.

Dengan semangat bersama dan pengelolaan yang tepat, bukan tidak mungkin Batu Giok Nagan Raya semakin dikenal dari Aceh, Indonesia, hingga ke dunia internasional.

Kini saatnya kekayaan alam Nagan Raya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Beutong, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Nagan Raya. (*)

Berita Terkait

Program MBG di Seunagan Timur Dorong Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Terima Kasih DPR RI ,DPD TMI Nagan Raya Aceh Dukung RUU Reforma Agraria untuk Lindungi Petani
Sertijab Keuchik Blang Baro Rambong Berlangsung Tertib, Saleh Ali Serahkan Amanah kepada Mustafa
Wacana Pemekaran Aceh Kembali Mengemuka, Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan
Bupati TRK: Investasi Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Nagan Raya
Bupati TRK Resmi Lantik 125 Tuha Peut Gampong Se Kecamatan Beutong Periode 2026–2032
Kejari Nagan Raya Pimpin Apel Upacara HUT RI Ke 81
STIAPEN Perkuat Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri, Targetkan Lulusan Administrasi Bisnis Siap Bersaing

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:36 WIB

Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala

Rabu, 9 September 2026 - 23:30 WIB

Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 23:12 WIB

Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung

Rabu, 9 September 2026 - 23:04 WIB

Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 13:44 WIB

Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja

Minggu, 6 September 2026 - 15:23 WIB

Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Korban Minta Kasus Pencemaran Nama Baik Akun Facebook Muhammad Saleh Selian di Polres Agara Diambil Alih Polda Aceh

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:43 WIB

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB