Pemulihan dan Pencegahan Banjir di Gayo Lues Diperkuat, 13 Ekskavator Kerjakan Normalisasi Sungai Aih Bobo di Blangkejeren

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:25 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, S.H., M.H., selaku Kepala Koordinator Wilayah Aceh II, meninjau langsung lokasi pekerjaan normalisasi Sungai Aih Bobo di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Rabu (21/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan penanganan banjir berjalan sesuai rencana, terutama setelah pemerintah pusat melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto mengerahkan dukungan alat berat ke wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Guslin didampingi perwakilan Kementerian Dalam Negeri serta jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Dari unsur daerah, hadir Sekretaris Daerah Irwansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta sejumlah pejabat terkait yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur di Gayo Lues. Kehadiran rombongan gabungan pusat dan daerah itu menunjukkan bahwa penanganan Sungai Aih Bobo menjadi salah satu prioritas dalam upaya mengurangi dampak banjir berulang di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, sekitar 13 unit ekskavator telah beroperasi di lokasi untuk mendukung pekerjaan normalisasi sungai. Alat berat tersebut dikerahkan untuk mengeruk endapan, memperbaiki alur sungai, dan membuka kembali kapasitas tampung air agar aliran menjadi lebih lancar ketika hujan deras turun. Normalisasi ini menjadi penting karena Sungai Aih Bobo selama beberapa waktu terakhir kerap meluap dan memicu gangguan pada aktivitas warga, termasuk ancaman terhadap akses transportasi dan permukiman di sekitarnya.

Baca Juga :  Muspika Blangpegayon Dampingi Pj Bupati Alhudri Meninjau Perkebunan Blangbengkik

Banjir yang berulang di kawasan Blangkejeren dan wilayah lain di Gayo Lues selama ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan kegiatan ekonomi warga. Ketika sungai meluap, genangan air dapat melumpuhkan sejumlah ruas jalan dan membuat aktivitas harian warga terganggu. Karena itu, pekerjaan normalisasi dipandang sebagai langkah penting untuk menekan risiko bencana sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas masyarakat di daerah rawan banjir.

Dukungan alat berat yang kini beroperasi disebut sebagai bagian dari bantuan Presiden untuk mempercepat penanganan bencana dan pemulihan daerah terdampak. Melalui pengerahan ekskavator tersebut, pekerjaan yang semula memerlukan waktu lebih lama diharapkan bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih terukur. Pemerintah pusat menempatkan pekerjaan ini sebagai bagian dari strategi pemulihan yang tidak hanya menyasar penanganan darurat, tetapi juga pencegahan agar banjir tidak terus berulang dengan dampak yang sama dari waktu ke waktu.

Peninjauan langsung yang dilakukan Brigjen Guslin juga menjadi bentuk pemantauan terhadap efektivitas pemanfaatan bantuan. Di lapangan, keberadaan alat berat harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, mulai dari titik-titik yang mengalami sedimentasi parah hingga bagian sungai yang berpotensi menjadi hambatan aliran air. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaksana teknis di lapangan menjadi faktor penentu agar hasil pekerjaan benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Acara Pisah sambut AKBP Efrianza SIK dan Kapolres Gayo Lues yang baru AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, S.H., S.I.K. di Aula Adhi Pradana Polres Gayo Lues

Selain untuk memperbaiki aliran Sungai Aih Bobo, normalisasi ini juga diharapkan dapat memberi rasa aman bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun yang bergantung pada akses jalan di sekitarnya. Warga setempat berharap pekerjaan yang sedang berjalan tidak berhenti pada tahap pengerukan semata, tetapi juga diikuti dengan upaya pemeliharaan dan pengawasan agar kondisi sungai tetap stabil dalam jangka panjang. Dengan begitu, ancaman luapan air dapat ditekan dan masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran setiap kali curah hujan meningkat.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah pusat ini. Bagi Gayo Lues, normalisasi Sungai Aih Bobo bukan hanya soal memperbaiki saluran air, tetapi juga bagian dari upaya melindungi keselamatan warga, menjaga konektivitas wilayah, dan memastikan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan normal. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus berlanjut hingga seluruh pekerjaan penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur di Gayo Lues benar-benar tuntas. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Satgas PRR Pusat Tinjau Penanganan Pascabanjir di Gayo Lues, 16 Alat Berat Dikerahkan untuk Pemulihan Wilayah Terdampak
Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong
Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara
Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka
Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut
Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues
Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Berita Terbaru