Ghufran Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI ke-V di Aceh Tenggara, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:29 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya berbagai paham yang mengancam persatuan bangsa, pemahaman dan penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin penting. Hal inilah yang mendorong Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ghufran, untuk menyapa langsung masyarakat Aceh Tenggara dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ke-V, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor DPD PKS Kabupaten Aceh Tenggara, Kute Rapat Hilir, berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Ratusan peserta dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda, hingga pelajar—tampak hadir dan terlibat aktif dalam diskusi yang digelar.

Dalam pemaparannya, Ghufran menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,

  2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara,

  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara, dan

  4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Baca Juga :  Mahalnya Harga Beras di Kabupaten Aceh Tenggara

Menurut Ghufran, keempat pilar tersebut merupakan fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk. Ia menekankan bahwa kehidupan berbangsa yang damai, adil, dan makmur hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur kebangsaan tersebut.

“Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tapi bentuk tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mencegah berkembangnya paham radikalisme serta intoleransi yang mengancam keutuhan NKRI,” ujar Ghufran dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung tantangan bangsa saat ini, seperti disinformasi digital, konflik identitas, dan ancaman globalisasi yang bisa mereduksi semangat kebangsaan. Dalam konteks itu, Empat Pilar menjadi benteng ideologis sekaligus alat pemersatu.

“Jika kita lupa pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kita mudah terpecah. Tapi kalau nilai-nilai itu kita pegang teguh, tidak akan ada ruang bagi perpecahan,” tambahnya.

Baca Juga :  Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar

Acara juga diselingi dengan sesi tanya jawab dan dialog terbuka antara peserta dengan Ghufran. Beberapa peserta, terutama dari kalangan pemuda dan pelajar, mengajukan pertanyaan seputar peran generasi muda dalam menjaga kebhinekaan di era digital serta bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut panitia, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan MPR RI untuk mendekatkan nilai-nilai dasar kebangsaan kepada masyarakat akar rumput. Aceh Tenggara menjadi salah satu daerah prioritas mengingat posisi strategisnya sebagai wilayah yang sangat majemuk secara etnis dan agama.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak boleh luntur. Justru harus makin kokoh di tengah perubahan zaman,” tutup Ghufran.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Harapannya, dari Aceh Tenggara, semangat kebangsaan terus menyala dan menyebar ke seluruh penjuru negeri.

(Laporan: Salihan Beruh)

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru