Jembatan Darurat di Proyek Mbarung–Kedataran Dikhawatirkan Warga

Waspada Indonesia

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:13 WIB

50192 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE  — Proyek pembangunan Jembatan Mbarung–Kedataran di Kabupaten Aceh Tenggara terus dikebut menjelang target penyelesaian pada 31 Desember 2025. Namun, kehadiran jembatan darurat di lokasi proyek tersebut menuai kekhawatiran dari warga, terutama pengendara sepeda motor yang melintas.

Jembatan sementara yang dibangun oleh pelaksana proyek hanya memiliki lebar sekitar satu meter dan panjang lebih kurang 50 meter. Jembatan ini dibuat dari materi kayu yang dianggap tipis dan tidak kokoh, sehingga banyak pengguna jalan merasa khawatir saat melintasinya.

“Saya sangat takut jatuh, jembatannya sempit dan goyang. Bahkan tadi saya harus minta bantuan warga lain untuk bisa melewati,” ujar Jarimin (52), warga yang melintas, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga :  Bupati Salim Fakhry Targetkan Aceh Tenggara Tembus 10 Besar MTQ Aceh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek dengan anggaran sekitar Rp7,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara tahun 2025 ini saat ini masih dalam proses penyelesaian bagian oprit. Pembangunan jembatan darurat disebut hanya sebagai bentuk inisiatif sementara untuk menjaga akses warga tetap terbuka.

Sujarno ST, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut murni sebagai langkah antisipasi karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk tetap melintas.

Baca Juga :  Jembatan Mbarung–Kedataran Mandek di Tengah Jalan, Progres Baru 49,1 Persen, Anggaran Rp 7,8 Miliar Kini Dipertanyakan

“Awalnya akses itu memang direncanakan akan ditutup sementara selama pengerjaan berlangsung. Tapi karena banyak masyarakat yang membutuhkan, maka kami ambil inisiatif membangun jembatan darurat secara partisipatif,” terangnya.

Pembangunan jembatan utama dipastikan akan terus berprogres sesuai jadwal agar infrastruktur penghubung antarwilayah ini bisa segera difungsikan secara optimal dan aman bagi masyarakat.

Laporan: Salihan Beruh – Waspada Indonesia

Berita Terkait

Pembersihan Jalan Nasional Pascabanjir di Aceh Tenggara Dikerjakan Bertahap hingga Seluruh Ruas Aman
LIRA Desak Audit Total PLTMH Lawe Sikap, Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan hingga Minimnya Manfaat bagi Warga
Kadis Disdukcapil Aceh Tenggara Tegaskan Seluruh Pengurusan Dokumen Gratis, Masyarakat Diminta Laporkan Pungli
Pascabanjir di Desa Kuning, Jalur Nasional Kembali Normal Setelah Dibersihkan BPJN Aceh 3.5
Perjuangkan Hak dan Tunjangan Guru di Agara, Ali Basrah: Semua Harus Lewat Prosedur yang Benar
Penantian Bertahun-Tahun Terbayar, Ratusan Warga Leuser Apresiasi Langkah Nyata BPN Aceh Tenggara
Kepala Sekolah SMA/SMK Aceh Tenggara Dipanggil Polda Aceh, Dugaan Gratifikasi Mengemuka
Dewas Baitulmal Klarifikasi Narasi mengatas Namakan Baitul Mal Agara dalam Dugaan Penyalah gunaan Dana Zis Rp 3, 8 Milyar

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:22 WIB

PT Hopson Diduga Kembali Jalankan Mesin Produksi, Aktivis Soroti Lemahnya Penegakan Hukum di Aceh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:28 WIB

Penuh Keceriaan, TK Negeri 2 Blangkejeren Sukses Gelar Festival Anak untuk Bangun Generasi Cerdas dan Berkarakter

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:39 WIB

PT Hopson Tetap Diduga Jalankan Produksi Ilegal Pada Tengah Malam, Di Mana Aparat Bertindak Tegas?

Senin, 18 Mei 2026 - 22:53 WIB

Dugaan Pembangkangan PT Hopson terhadap Hasil Rapat DLHK Aceh Dinilai Bisa Menjadi Preseden Buruk Penegakan Hukum

Senin, 18 Mei 2026 - 15:18 WIB

PT Rosin Diduga Lakukan Pembangkangan Hukum, Negara Diuji di Tengah Asap Pabrik Gayo Lues

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:03 WIB

Pasca Pembekuan Administratif Pemerintah Aceh, PT Rosin Diduga Tetap Berjalan, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Bertindak

Senin, 11 Mei 2026 - 16:41 WIB

Negara Diminta Bertindak Tegas Awasi Tiga Perusahaan Getah Pinus di Gayo Lues yang Sudah Dibekukan dan Tidak Boleh Beroperasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:54 WIB

Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, PT Rosin Kembali Masuk Sorotan Keras

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Putra Anggota Kodim 0410/KBL Raih Juara 1 Tinju Gubernur Cup 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB