“Jaya Sakti Sehat”, Sentuhan Kemanusiaan Satgas Yonif 113/JS di Kampung Kendetapa

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:13 WIB

50355 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intan Jaya — Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Papua, secercah harapan datang dari jajaran Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS). Melalui pos komando taktis (TK) Agapa, personel Satgas hadir memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Kendetapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025) ini menjadi bagian dari program “Jaya Sakti Sehat”, yang tak sekadar memberikan layanan medis, tetapi juga menjadi jembatan pendekatan sosial antara aparat dan warga. Di tengah kondisi geografis yang menantang dan keterisolasian wilayah, Satgas berupaya memberikan sentuhan kemanusiaan melalui peran nyata di bidang kesehatan.

Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Tidak sedikit dari mereka yang sebelumnya ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan karena keterbatasan jarak dan biaya. Kini, mereka bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan lapangan yang dibawa oleh personel Satgas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  FKMB Bakal Kawal Perbaikan Tebing Sungai Yang Ambrol, Diduga Faktor Alam 'Force Mayor'

Bapak Josua Selegani, tokoh gereja di Kampung Kendetapa, mengungkapkan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan oleh Satgas. “Kami merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada Bapak-bapak dari Satgas 113/JS yang sudah melayani dengan penuh kasih. Warga merasa diperhatikan, dan ini meringankan beban kami,” ujar Josua.

Ia melanjutkan bahwa pelayanan ini bukan hanya menyentuh aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikologis. Warga merasa lebih dekat, dihargai, dan perlahan mulai terbebas dari rasa trauma atas situasi keamanan yang kerap menghantui daerah tersebut.

Komandan TK Agapa, Kapten Inf Doriman Rajagukguk, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moril Satgas dalam membantu warga di daerah penugasan.

“Kami tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tapi juga hadir untuk rakyat. Pelayanan kesehatan ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan. Semoga apa yang kami berikan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan,” ujar Kapten Doriman.

Baca Juga :  Dikunjungi Awak Media , Diduga Alergi PJ Kades Petani Sebut : Kalau Mau Konfirmasi Harus Koordinasi Dulu Sama Wartawan Pilihan Camat

Satgas Yonif 113/JS menempatkan aspek pembangunan manusia dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua. Meski berada di garis terdepan pengamanan perbatasan negara, mereka tak abai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang lain, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pembinaan sosial.

Program “Jaya Sakti Sehat” telah menjadi wajah mengedepankan pendekatan yang humanis dalam penugasan militer. Di Kampung Kendetapa, keberadaan Satgas bukan hanya tentang patroli, tetapi juga tentang kehadiran yang meyakinkan bahwa negara tidak absen dalam memberi perhatian bagi warganya yang tinggal jauh di pedalaman.

Di tengah medan berat dan keterisolasian kawasan, sebaris obat, senyum dan dialog dari seorang prajurit ternyata bisa meruntuhkan sekat dan kekhawatiran yang selama ini menghantui warga. Pelayanan kesehatan yang diberikan menjadi jalan membuka ruang komunikasi, menguatkan solidaritas, serta membangun kembali rasa aman yang lama hilang.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru