Universitas Gunung Leuser Gelar Wisuda XI, 388 Mahasiswa Siap Dilepas di Tengah Harapan Baru untuk Aceh Tenggara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 15:34 WIB

50298 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh di Kabupaten Aceh Tenggara bersiap menggelar wisuda ke-XI pada Sabtu, 8 November 2025. Sebanyak 388 mahasiswa dan mahasiswi akan resmi menyandang gelar sarjana dalam upacara yang berlangsung di Lapangan UGL, yang selama ini menjadi pusat berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan kampus tersebut. Kegiatan ini menjadi penutup dari proses panjang pendidikan di lingkungan universitas, sekaligus menjadi harapan baru bagi pembangunan sumber daya manusia di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Tanoh Alas.

Rektor Universitas Gunung Leuser, Dr. Indra Utama, menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda tahun ini menjadi bukti konsistensi UGL dalam mendidik generasi muda Aceh Tenggara, termasuk yang berasal dari berbagai pelosok desa. Dari total 388 mahasiswa yang akan diwisuda, sekitar 200 di antaranya berasal dari desa, mencerminkan upaya universitas dalam memperluas akses pendidikan ke seluruh lapisan masyarakat. Ia menyebut, capaian itu menjadi salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam mengintegrasikan nilai-nilai inklusi pendidikan di daerah yang secara geografis masih banyak menghadapi tantangan.

Para wisudawan berasal dari enam program studi, terdiri dari 38 lulusan program S1 Akuntansi, 98 dari S1 Manajemen, 69 lulusan dari S1 Pendidikan Biologi, 50 lulusan dari S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PKO), 96 lulusan dari S1 Agroteknologi, serta 37 dari S1 Teknik Sipil. Indra menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa telah melalui tahap akademik yang ketat, termasuk penyusunan skripsi sebagai syarat akhir kelulusan. Dalam hal ini, pihak kampus tetap menekankan nilai kejujuran dan kemandirian akademik. Ia menekankan, mahasiswa didorong menyusun skripsi secara mandiri sebagai bentuk tanggung jawab intelektual, tanpa mengandalkan jasa pihak lain.

Baca Juga :  Diduga Ada Kepentingan Pribadi, PT. Global Pinang Indonesia Didemo

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan wisuda yang telah dipersiapkan jauh hari itu juga dilengkapi dengan berbagai kebutuhan administratif, termasuk kewajiban pembayaran biaya wisuda sebesar Rp 1.800.000 per mahasiswa. Biaya tersebut, menurut Indra, mencakup seluruh keperluan penting mulai dari perlengkapan wisuda hingga dukungan teknis pelaksanaan acara. Pihak universitas juga telah mengirimkan undangan resmi kepada seluruh peserta dan menyiapkan penyambutan bagi tamu-tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Untuk semakin memeriahkan suasana wisuda, UGL turut mengundang sejumlah tokoh dari berbagai unsur pemerintahan, seperti Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhri, Ketua DPRK Aceh Tenggara Deny Febrian Roza, S.STP., M.Si., Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munandi, MM, MT., serta sejumlah pejabat dari FORKOPIMDA Aceh Tenggara. Kehadiran para tokoh daerah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia akademik dengan pemangku kebijakan serta memperkuat sinergi dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga :  Akibat Hujan Terus - Menerus Petani Jagung Aceh Tenggara, Mengeluh

Indra menegaskan bahwa wisuda ke-XI ini tidak hanya menjadi selebrasi bagi para mahasiswa yang telah menuntaskan studi, tetapi juga menjadi refleksi bagi pihak universitas atas perjalanan panjangnya membina pendidikan tinggi di Aceh Tenggara. Ia berharap, para lulusan mampu membuka lembaran baru dengan mengambil peran strategis di masyarakat, membawa ilmu yang telah diperoleh untuk dikembangkan demi kepentingan daerah, bangsa, dan negara. Momentum ini pun menjadi bukti bahwa Universitas Gunung Leuser terus berkomitmen hadir sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga pelopor perubahan di tingkat lokal dan nasional.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

​Menjemput Kepastian di Kaki Leuser: Ikhtiar 9 Kepala Desa Perjuangkan Hak Atas Tanah
Dinsos Aceh Tenggara Bantah Isu Pemotongan Dana Makan Panti, Tegaskan Hanya Pinjaman Internal yang Sudah Dikembalikan
Empat Terpidana Maisir Jalani Uqubat Cambuk di Halaman Kantor Kejari Aceh Tenggara
Emak-emak Desa Terutung Seperai Desak Inspektorat Aceh Tenggara Terbitkan LHP
Pemda Aceh Tenggara Tepat Janji, Tulah Desa Cair: Bukti Nyata Kepedulian terhadap Aparatur
Jaksa Didesak Usut Kepala Desa Lawe Beringin Horas yang Diduga Tilep Dana Desa
Jembatan Gantung Putus, Warga Tanjung Terisolasi dan Kesulitan Angkut Hasil Kebun
Jaksa Tuntut Hukuman Mati bagi Ardi Sahputra atas Pembunuhan Berencana yang Tewaskan Lima Warga di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:29 WIB

Kakon Banjar Agung Udik Bersama Warga Bergotong Royong Perbaiki Jembatan Gantung

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:19 WIB

Revitalisasi Rp.638 Juta, Kepala Sekolah dan Dinas Sembunyikan Apa? Hak Tanah Juga Misteri

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:01 WIB

LSM TRINUSA Cium Dugaan Korupsi Dana Desa di Pekon Suka Banjar Kecamatan Cukuh Balak Tanggamus, Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:08 WIB

LSM JATI: Ditemukan Dugaan Penyimpangan Anggaran Pekon Gedung Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:41 WIB

Kesigapan Polsek Kota Agung Dibantu Warga, Anak Tunarungu yang Sempat Hilang di Berhasil Ditemukan dengan Selamat

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:05 WIB

Konferensi Pers Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Tanggamus Paparkan Capaian Kinerja dan Strategi Kamtibmas

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:17 WIB

Dibantu Warga dan Tekab 308, Polsek Kota Agung Amankan Dua Pelaku Curanmor

Senin, 29 Desember 2025 - 14:08 WIB

LSM TRINUSA Cium Aroma Kuat Dugaan Korupsi Dana Desa di Pekon Tanjung Betuah, Tanggamus

Berita Terbaru