Momen Halal Bihalal di Pendopo Bupati, Warga Empat Kecamatan di Aceh Tenggara Suarakan Desakan Berantas Narkoba

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:12 WIB

50145 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Momentum silaturahmi Halal Bihalal di Pendopo Bupati Aceh Tenggara menjadi ajang bagi warga dari empat kecamatan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap maraknya peredaran narkoba di bumi Sepakat Segenep.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar lebih serius dalam meningkatkan upaya pemberantasan narkotika yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan.

Acara Halal Bihalal yang digelar pada Selasa (24/3/2026) tersebut dihadiri oleh Bupati HM Salim Fakhry, Wakil Bupati Heri Al Hilal, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan warga dari Kecamatan Semadam, Bambel, Deleng Pokhkisen, dan Bukit Tusam hadir memenuhi undangan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan daerah.

Camat Semadam, Sukri, yang mewakili suara warga dari empat kecamatan tersebut, menyampaikan bahwa masyarakat Aceh Tenggara saat ini mulai merasa resah dengan kembali maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya peredaran narkoba sempat menunjukkan penurunan yang cukup menggembirakan, namun dalam kurun waktu sebulan terakhir, laporan dari warga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas peredaran yang mulai meresahkan berbagai kalangan.

“Sebelumnya memang ada penurunan peredaran narkoba di Aceh Tenggara, tetapi dalam sebulan terakhir warga melaporkan bahwa peredaran narkoba mulai meningkat dan sangat meresahkan. Bahkan, peredaran narkoba ini sudah memicu munculnya berbagai penyakit masyarakat lainnya,” ungkap Sukri di hadapan para hadirin.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Warga melihat sendiri bagaimana dampak buruk narkoba mulai menggerogoti tatanan sosial di lingkungan mereka. Generasi muda yang seharusnya menjadi tumpuan harapan masa depan daerah, justru sebagian di antaranya terjerat dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkotika.

Kondisi ini mendorong masyarakat untuk bersuara lantang dalam forum Halal Bihalal yang semestinya menjadi ajang keakraban tersebut.

Oleh karena itu, sebagian besar warga Aceh Tenggara berharap agar program pemberantasan narkoba yang selama ini telah dijalankan oleh pemerintah daerah dapat terus dilanjutkan hingga narkoba benar-benar hilang dari bumi Sepakat Segenep.

Masyarakat menilai bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh komponen masyarakat, tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian semata.

Baca Juga :  Banjir Besar Kembali Menghempas Sejumlah Desa di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama, warga dari empat kecamatan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati atas berbagai program pembangunan yang dinilai sangat menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.

Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri kabinet ke Aceh Tenggara saat terjadi bencana banjir besar beberapa bulan lalu.

Kehadiran pemerintah pusat tersebut dinilai sangat berdampak bagi percepatan penanganan korban bencana serta pembangunan infrastruktur di Aceh Tenggara.

Beberapa proyek strategis yang dikerjakan pasca-banjir antara lain pembangunan jembatan rangka baja senilai ratusan miliar rupiah, pelurusan tebing Sungai Alas, serta perbaikan jalan nasional di wilayah tersebut.

Bantuan dan perhatian dari pemerintah pusat ini menjadi bukti bahwa Aceh Tenggara tidak dilupakan dalam pembangunan nasional.

Hajidin, salah seorang warga Kecamatan Semadam, menambahkan bahwa selain pemberantasan narkoba, masyarakat juga berharap agar program-program Bupati yang selama ini telah berjalan sesuai visi dan misi dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Program-program tersebut meliputi penanganan kelangkaan dan mahalnya pupuk, ketersediaan gas elpiji, bantuan bagi anak yatim, fakir miskin, serta berbagai bentuk bantuan sosial lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Program-program yang sudah berjalan ini sangat membantu warga. Kami berharap semuanya bisa terus berlanjut dan kalau memungkinkan ditingkatkan lagi agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” kata Hajidin penuh harap.

Menanggapi berbagai masukan dan saran dari masyarakat, Bupati HM Salim Fakhry dan Wakil Bupati Heri Al Hilal mengakui adanya keresahan warga terkait peningkatan peredaran narkoba dalam beberapa waktu terakhir.

Bupati menegaskan bahwa untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, upaya tersebut tidak cukup hanya diserahkan kepada kepolisian saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif.

“Pemberantasan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengulu, camat, dan seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat aktif dalam upaya ini. Kita tidak bisa hanya mengandalkan polisi saja,” tegas Bupati Salim Fakhry dengan nada serius.

Baca Juga :  Raih Gelar S2 dan Pimpin SD Percontohan, Perjalanan Hidup Rita Wati dari Anak Petani Menuju Dunia Pendidikan Aceh Tenggara

Sebagai langkah konkret untuk menjawab keresahan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) telah menyepakati untuk menganjurkan kepada seluruh pemerintah kute (desa) agar kembali menganggarkan dana pemberantasan narkoba dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) masing-masing.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba secara lebih efektif dan menyeluruh.

Dengan adanya anggaran khusus di tingkat desa, diharapkan setiap kute dapat menjalankan program pencegahan dan penanganan narkoba sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Pendekatan berbasis komunitas ini diyakini akan lebih efektif karena melibatkan partisipasi langsung masyarakat yang paling memahami kondisi di lingkungannya.

Acara Halal Bihalal yang penuh makna tersebut juga dimeriahkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Tengku Tajali dengan mengangkat tema “Ritual dan Sosial Halal Bihalal 1447 Hijriah”.

Ceramah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hadirin tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang sehat dan bebas dari berbagai bentuk penyakit sosial, termasuk narkoba.

Sebagai penutup rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati HM Salim Fakhry dan Wakil Bupati Heri Al Hilal menyerahkan cenderamata kepada perwakilan warga dari empat kecamatan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah.

Momen Halal Bihalal yang sejatinya merupakan tradisi silaturahmi pasca-Lebaran ini akhirnya menjadi wadah yang produktif bagi dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya desakan langsung dari warga, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Aceh Tenggara dapat bersatu padu dalam mewujudkan bumi Sepakat Segenep yang bersih dari narkoba.

Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat demi masa depan generasi muda Aceh Tenggara yang lebih baik, sehat, dan bermartabat.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Halal Bihalal ini diharapkan dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk menghadapi tantangan peredaran narkoba yang semakin kompleks.

Laporan Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane yang Baru Tekankan Budaya Sekolah dan Etika kepada Warga Sekolah
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru