Dana CSR PLN Kutacane Gelap, Publik Menuntut Transparansi dan Jawaban Tegas

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 00:41 WIB

50450 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT PLN (Persero) Rayon Kutacane untuk periode dua ribu dua puluh empat hingga dua ribu dua puluh lima kini menjadi bola panas di tengah masyarakat. Alih-alih menjadi instrumen pemberdayaan dan pemerataan manfaat, dana CSR justru berubah menjadi misteri yang tak kunjung terjawab. Tidak ada papan informasi, tidak ada laporan terbuka, bahkan sekadar daftar penerima manfaat pun tak pernah diumumkan ke publik. Semua serba gelap, semua serba tertutup.

Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah, terang-terangan menyebut pengelolaan dana CSR PLN Kutacane penuh tanda tanya. Ia menyoroti tidak adanya penjelasan terbuka dari pihak perusahaan, baik soal program, besaran anggaran, maupun siapa saja yang menerima manfaat. Pertanyaan sederhana, apakah dana CSR itu sudah benar-benar disalurkan atau hanya sekadar angka di atas kertas, hingga kini tak pernah dijawab. Ketiadaan data dan minimnya komunikasi dari PLN justru memperkuat dugaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Apresiasi Pemusnahan 73 Barang Bukti Tindak Pidana oleh Kejari

Sebagai perusahaan milik negara, PLN seharusnya menjadi contoh dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ketertutupan informasi menjadi tembok tebal yang sulit ditembus. Jika memang tidak ada masalah, mengapa begitu sulit bagi PLN untuk membuka data penggunaan dana CSR? Mengapa masyarakat harus menebak-nebak ke mana uang itu mengalir? Sikap diam PLN hanya menambah daftar panjang perusahaan pelat merah yang abai terhadap hak publik untuk tahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya konfirmasi kepada Manager PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi, juga berakhir buntu. Hingga berita ini ditulis, tidak ada satu pun keterangan resmi yang diberikan. Publik dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian, sementara isu dugaan penyalahgunaan dana CSR terus bergulir. PLN seolah lupa bahwa dana CSR bukan milik pribadi, melainkan hak masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Aliansi Sepuluh Pemuda menegaskan tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat PLN tetap bungkam, mereka siap membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal kepercayaan publik yang dipertaruhkan. Jika PLN tidak segera membuka data dan menjelaskan ke mana dana CSR itu mengalir, wajar jika masyarakat menduga ada permainan kotor di balik layar.

Baca Juga :  Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial

Dampak dari ketertutupan ini sangat nyata. Masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat justru dirugikan. Program pemberdayaan yang dijanjikan tak pernah sampai ke tangan warga. Sementara itu, kepercayaan terhadap PLN sebagai perusahaan negara semakin tergerus. Jika pola seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terulang di tempat lain.

Sudah saatnya PLN Kutacane berhenti bermain petak umpet dengan dana CSR. Publik berhak tahu, publik berhak mengawasi. Jika memang tidak ada yang disembunyikan, buka saja semua data. Jangan biarkan dana CSR berubah menjadi ladang gelap yang hanya menguntungkan segelintir orang. Masyarakat menunggu jawaban, bukan janji kosong. Jika PLN tetap diam, jangan salahkan jika publik mengambil langkah lebih jauh.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Bersatu dalam Semangat Kemerdekaan, Muspika Sungai Mas, Masyarakat dan RAPI Gelar Pawai Bendera

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:13 WIB

Bakti Brimob untuk Negeri, Jembatan Penghubung Desa Sikundo Mulai Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:01 WIB

​​Perkuat Silaturahmi, Unsur Muspika Sungai Mas Gelar Temu Ramah dengan Kapolsek Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS. Guna Untuk Asah Ketangkasan Dan Kedisiplinan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:53 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Rampung, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama Tem Gabungan Temukan Senjata Tajam dan HP Lapas Kelas IIB Meulaboh,

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WIB

Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Komisi IV Sidak Gudang Perum Bulog Meulaboh

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB

DPD LPSA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Dan Pembagian Takjil

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB