Kinerja Polres Aceh Tenggara Diapresiasi, Yahdi Hasan Ramud Soroti Perlindungan Generasi Muda

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 19:42 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (13/4/2026) – Di tengah derasnya arus peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan, secercah harapan muncul dari Aceh Tenggara. Sepanjang tahun ini, jajaran Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Keberhasilan demi keberhasilan dalam menggagalkan upaya penyelundupan dan menangkap para pengguna menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan Ramud, M.Kom., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi VII DPRA.

Yahdi Hasan menilai, langkah tegas yang diambil Kapolres AKBP Yulhendri beserta jajaran Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim merupakan bentuk perlindungan konkret terhadap masyarakat Aceh Tenggara. Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan sekadar capaian institusi, melainkan juga cerminan konsistensi dalam menjalankan mandat negara. “Langkah tegas yang dilakukan Kapolres AKBP Yulhendri beserta Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim patut kita apresiasi. Ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat Aceh Tenggara,” ujar Yahdi Hasan dalam keterangannya.

Pemberantasan narkoba di Aceh Tenggara, menurut Yahdi, sejalan dengan misi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menekankan, upaya ini merupakan mandat langsung dari kepala negara yang harus dijalankan tanpa kompromi. Dalam pandangannya, keberhasilan Polres Aceh Tenggara adalah bagian dari komitmen menjaga stabilitas nasional, dimulai dari tingkat daerah. “Polres Aceh Tenggara telah bekerja sesuai dengan koridor yang diperintahkan Presiden dan selaras dengan keinginan masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen besar dalam menjaga stabilitas nasional dari tingkat daerah,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi terhadap kinerja Polres Aceh Tenggara juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Tokoh adat, pemuka agama, hingga para orang tua di Aceh Tenggara menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras aparat yang telah berupaya maksimal menekan peredaran narkoba. Mereka menilai, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada keamanan wilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan optimisme bagi masa depan generasi muda. Banyak orang tua yang merasa lebih tenang, terutama dalam menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba. Di sisi lain, generasi muda Aceh Tenggara mendapat pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan membiarkan masa depan mereka dirusak oleh zat adiktif.

Baca Juga :  Hampir 100% Aparatur Negara Pusat di Wilayah Kerja KPPN Kutacane telah Menerima Tunjangan Hari Raya atas Beban APBN di Rekening Masing-masing Pegawai

Fakta di lapangan menunjukkan, peredaran narkoba di Aceh Tenggara memang menjadi ancaman serius. Wilayah ini, yang berbatasan langsung dengan beberapa provinsi lain, kerap menjadi jalur transit bagi para pelaku kejahatan narkotika. Tidak jarang, aparat harus berhadapan dengan jaringan yang terorganisir dan memiliki modus operandi yang kian canggih. Namun, di bawah kepemimpinan AKBP Yulhendri, Polres Aceh Tenggara mampu membongkar sejumlah kasus besar, mulai dari pengungkapan jaringan pengedar hingga penangkapan pengguna di berbagai kecamatan. Operasi yang digelar secara rutin dan terukur, didukung oleh kerja sama lintas satuan, menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum setempat.

Dampak dari upaya pemberantasan ini tidak hanya dirasakan oleh aparat penegak hukum, tetapi juga oleh masyarakat luas. Yahdi Hasan menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Ia mengingatkan, narkoba adalah ancaman laten yang tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Aceh. “Kami berharap penegakan hukum ini dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Hal ini sangat krusial karena menyangkut Program Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketahanan sosial, terutama dalam melindungi generasi muda,” tegas Yahdi.

Baca Juga :  Bupati Aceh Tenggara Geram, Dinas Pangan Paling Jorok, ASN Dinilai Abai Kebersihan

Apresiasi juga diberikan atas keberanian dan dedikasi para anggota kepolisian yang kerap menghadapi risiko besar dalam menjalankan tugas. Tidak jarang, mereka harus berhadapan langsung dengan jaringan pengedar yang nekat dan berbahaya. Namun, semangat untuk menjaga Aceh Tenggara tetap bersih dari narkoba menjadi motivasi utama. Masyarakat pun diimbau untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan aparat, melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, serta aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.

Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki nilai-nilai agama dan budaya yang kuat. Namun, ancaman narkoba tetap mengintai, merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Yahdi Hasan mengingatkan, jangan pernah memberi ruang bagi para pengedar. Generasi muda harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama tetap terjaga. “Jangan beri ruang bagi pengedar. Generasi muda kita harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama di bumi Serambi Mekkah tetap terjaga dari pengaruh zat adiktif yang merusak ini,” pungkasnya.

Keberhasilan Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba menjadi inspirasi bagi daerah lain. Namun, perjuangan belum usai. Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menghadapi jaringan yang terus beradaptasi dengan berbagai cara. Diperlukan komitmen berkelanjutan, baik dari aparat, pemerintah, maupun masyarakat, untuk memastikan Aceh Tenggara tetap menjadi wilayah yang aman dan bersih dari narkoba. Di tengah segala keterbatasan, harapan tetap menyala, bahwa generasi muda Aceh akan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, bermartabat, dan berdaya saing tinggi.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

BGN Hentikan Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Warga Harap Kepastian Layanan
H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara
Jaksa Agung Tunjuk Eddy Samrah, Putra Aceh Tenggara, Menjabat Aspidum Kejati Aceh
Delapan Penghargaan Nasional, Aceh Tenggara Kukuhkan Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas dan Percepat Penurunan Stunting
Aset PDAM Tirta Agara Diduga Dijual Diam-diam, Penegak Hukum Mandek
Bupati HM Salim Fakhry Lepas 145 Mahasiswa KKN, Dorong Kemandirian dan Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tenggara
Dana CSR PLN Kutacane Dipertanyakan, Aliansi Pemuda Desak APH Turun Tangan
Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:04 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila saat mendampingi tim KONI Pusat di Bendungan Way Sekampung

Jumat, 17 April 2026 - 05:54 WIB

PANTASTIS! Anggaran Bimtek Rp 1,67 Miliar dan Jasa Tenaga Ahli Sekretariat DPRD Pringsewu Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 20:53 WIB

Didampingi Wabup, KONI Pusat Survei Venue Olahraga Dayung dan Ski Air PON 2032 Di Kabupaten Pringsewu

Kamis, 16 April 2026 - 13:08 WIB

DPC ASWIN PRINGSEWU: JAWABAN KABAG UMUM DAN KEUANGAN SEKRETARIAT DPRD PRINGSEWU MEMBINGUNGKAN, PUBLIK BERHAK TAHU DATA ANGGARAN

Kamis, 16 April 2026 - 10:35 WIB

DPC ASWIN Pringsewu Desak Sekretariat DPRD Tegakkan Transparansi

Kamis, 16 April 2026 - 07:22 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa

Selasa, 14 April 2026 - 18:49 WIB

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi & Inklusi Keuangan Sicantiks

Berita Terbaru