✖
Sumber informasi diperoleh dari perbandingan data internal sekolah dengan sistem resmi milik Kementerian Pendidikan, yaitu Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Di tahun 2024, sekolah melaporkan 770 siswa, namun Dapodik hanya mencatat angka antara 725 hingga 753. Sementara pada 2025, jumlah siswa yang dilaporkan adalah 731, sementara Dapodik hanya mencatat 723 siswa. Perbedaan kecil dengan dampak keuangan yang tidak bisa dianggap remeh. Dari akumulasi selisih minimal 25 siswa dalam dua tahun, estimasi kerugian negara mencapai sedikitnya Rp75 juta. Jumlah tersebut bisa jauh lebih tinggi bila kalkulasi dilakukan berdasarkan selisih maksimal.
Skema penggelembungan siswa ini diduga dilakukan untuk mendapatkan alokasi Dana BOS yang lebih besar. WGAB dan LKGSAI secara tegas menyebut bahwa upaya ini adalah bentuk pelanggaran administratif sekaligus perbuatan melawan hukum. Nama Yuslan Efendi Angkat, Kepala Sekolah SMAN 1 Lawe Sigala-Gala, kini menjadi perhatian utama. Kedua organisasi mendesak agar yang bersangkutan segera dimintai keterangan di hadapan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi mulai bergeser dari ranah publikasi ke tekanan hukum ketika Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Jupri, secara terbuka menyampaikan bahwa jika ada dugaan penyelewengan dana dalam pendidikan, maka aparat penegak hukum (APH) harus diberi laporan dan bisa segera bertindak. “Laporkan ke APH!” ujarnya. Bagi WGAB dan LKGSAI, ini bukan sekadar pernyataan, tapi mandat moral dan politik untuk mendorong pengusutan secara menyeluruh.
Desakan terus menguat agar Kepolisian dan Kejaksaan di Aceh Tenggara tidak tinggal diam. Sejumlah langkah konkret pun dinanti oleh publik. Investigasi audit, klarifikasi data Dapodik, pemanggilan operator hingga tim penyusun laporan dana BOS dinilai perlu segera dilakukan. Dalam sudut pandang kedua lembaga pengawas, waktu tak boleh disia-siakan. Jika terbukti ada unsur niat dan pengulangan dalam rekayasa data, jalur hukum pidana korupsi harus segera dibuka.
Di balik angka-angka dan laporan keuangan, ada persoalan mendasar: rusaknya integritas manajemen pendidikan. Dana BOS seharusnya menjadi penopang utama bagi operasional sekolah dan pemerataan akses pendidikan, bukan ladang subur bagi manipulasi administrasi. Jika kasus ini dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan yang hancur.
WGAB dan LKGSAI menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berkomitmen untuk membuka jalur komunikasi dengan para pemangku kebijakan di tingkat provinsi dan nasional, jika aparat penegak hukum di tingkat daerah tidak segera merespons. Mereka juga mendorong tokoh-tokoh pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Ombudsman, untuk mengambil sikap.
Dorongan publik bersambut dengan kemarahan moral atas dana pendidikan yang seharusnya dinikmati siswa, namun justru terjerat dugaan manipulasi data. Di Aceh Tenggara, aroma skandal ini terus menguat. Kini, bola ada di tangan aparat penegak hukum. Pertanyaannya: akankah mereka bergerak?
(Aliasa)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:57 WIB
Bersatu dalam Semangat Kemerdekaan, Muspika Sungai Mas, Masyarakat dan RAPI Gelar Pawai BenderaSabtu, 25 Juli 2026 - 17:13 WIB
Bakti Brimob untuk Negeri, Jembatan Penghubung Desa Sikundo Mulai DibangunRabu, 15 Juli 2026 - 21:01 WIB
Perkuat Silaturahmi, Unsur Muspika Sungai Mas Gelar Temu Ramah dengan Kapolsek BaruSabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB
Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS. Guna Untuk Asah Ketangkasan Dan KedisiplinanKamis, 21 Mei 2026 - 16:53 WIB
TMMD Ke-128 Kodim Abdya Rampung, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi PrioritasJumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB
Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama Tem Gabungan Temukan Senjata Tajam dan HP Lapas Kelas IIB Meulaboh,Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WIB
Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Komisi IV Sidak Gudang Perum Bulog MeulabohSelasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB
DPD LPSA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Dan Pembagian TakjilBerita Terbaru
KARO
PEMKAB KARO DAN PEMPROV SUMUT PASTIKAN PENANGANAN SISWI TERDAMPAK MBG
Jumat, 11 Sep 2026 - 07:35 WIB
BANDA ACEH
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB
NASIONAL
123 Narapidana Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan untuk Tingkatkan Keamanan
Kamis, 10 Sep 2026 - 21:11 WIB
ACEH TENGGARA
Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Kamis, 10 Sep 2026 - 20:59 WIB

10 September 2026 | 9:11 pm WIB

9 September 2026 | 11:56 pm WIB

4 September 2026 | 1:10 am WIB

3 September 2026 | 5:34 pm WIB

2 September 2026 | 3:10 pm WIB

6 September 2026 | 12:38 pm WIB

31 Agustus 2026 | 4:11 pm WIB

30 Agustus 2026 | 9:28 pm WIB

10 September 2026 | 12:30 am WIB

9 September 2026 | 10:38 pm WIB

31 Agustus 2026 | 8:53 pm WIB

28 Agustus 2026 | 11:00 am WIB


10 September 2026 | 1:36 pm WIB

6 September 2026 | 7:27 am WIB

5 September 2026 | 8:50 pm WIB

31 Agustus 2026 | 9:46 pm WIB

29 Agustus 2026 | 3:32 pm WIB

18 Agustus 2026 | 11:59 pm WIB

18 Agustus 2026 | 3:31 am WIB

13 Agustus 2026 | 12:28 am WIB

13 Agustus 2026 | 12:10 am WIB

29 Juli 2026 | 1:14 am WIB