Tiga Bulan Dusun Rumah Putih Gelap Gulita,PLN Aceh Utara Diduga Tutup Mata dan Telinga

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:31 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — waspadaindonesia.com Sudah tiga bulan lamanya Dusun Rumah Putih, Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hidup dalam gelap gulita pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Hingga 24 Februari 2026, aliran listrik dari PLN belum juga kembali menyala, membuat 45 kepala keluarga di dusun itu harus bertahan tanpa penerangan di tengah berbagai keterbatasan.

Banjir bandang yang menerjang akhir November tahun lalu tidak hanya merusak rumah dan fasilitas warga, tetapi juga memutus jaringan listrik ke Dusun Rumah Putih. Sejak saat itu, warga mengaku belum mendapatkan kepastian kapan perbaikan jaringan akan dilakukan. Kondisi ini kian memprihatinkan karena terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan penerangan meningkat untuk mendukung aktivitas ibadah pada malam hari.

Geuchik Gampong Leubok Pusaka, Janni, menuturkan bahwa dirinya telah berulang kali menghubungi pihak PLN melalui telepon seluler untuk menanyakan perkembangan perbaikan jaringan listrik. Namun jawaban yang diterima dinilai belum memberikan kepastian. “Kabel listriknya masih di Bandung, masih dalam proses pemesanan. Saat kami tanyakan kapan sampai, tidak ada kepastian,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemuda Lubuk Pusaka Minta Uluran Tangan Dari Dispora Aceh Utara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Janni, pihak gampong telah berupaya menyampaikan kondisi masyarakat yang semakin kesulitan tanpa aliran listrik. Ia berharap ada perhatian serius agar warga tidak terus-menerus hidup dalam kegelapan, terlebih di bulan Ramadhan yang identik dengan kegiatan ibadah pada malam hari.

Kepala Dusun Rumah Putih, Putra, mengungkapkan hal senada. Ia menyebut warga sudah berkali-kali menanyakan perkembangan kepada pemerintah gampong, namun hingga kini kondisi belum berubah. “Kami masih gelap gulita seperti kampung mati. Sangat disayangkan, sholat tarawih kami sampai terganggu,” katanya.

Putra menggambarkan bagaimana kehidupan warga berubah drastis sejak listrik padam. Aktivitas sederhana seperti menyalakan peralatan dapur saat sahur tak lagi bisa dilakukan. Bahkan, suara azan dari pengeras suara masjid tidak lagi terdengar karena ketiadaan daya listrik. Untuk mengisi daya telepon genggam, warga terpaksa menumpang ke rumah kerabat di Dusun Bidadari yang masih memiliki aliran listrik.

Baca Juga :  Ini Kata Keuchik Gampong Rawang Itek, Terkait Seorang Wanita Warganya, Diduga Lakukan Penipuan Libatkan Tukang Nikah Siri

Selama ini, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli bahan bakar guna menghidupkan mesin genset. Bantuan juga sesekali datang dari pihak gampong. Namun, upaya tersebut dinilai tidak dapat menjadi solusi jangka panjang karena keterbatasan biaya dan kemampuan operasional. “Sudah musibah banjir, tambah lagi listrik tidak hidup-hidup. Kami kewalahan,” ujar Putra.

Ia juga mengaku pernah menghubungi call center PLN untuk melaporkan kondisi tersebut. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu perbaikan jaringan listrik ke dusun mereka. Warga berharap ada langkah konkret agar mereka bisa kembali menikmati layanan dasar seperti masyarakat di dusun lainnya.

Sebanyak 45 kepala keluarga di Dusun Rumah Putih kini masih bertahan dalam keterbatasan. Di tengah suasana Ramadhan, mereka berharap dusun mereka kembali terang benderang, sehingga aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan normal. Warga menanti kepastian dan realisasi perbaikan jaringan listrik, agar penderitaan pascabanjir tidak terus berkepanjangan.(PA)

Berita Terkait

Pembangunan Rumah Hunian Tetap Awal 200 Unit Pasca Banjir Bandang Desa Lubuk Pusaka
Warga Teupin Kuyuen Akui Dugaan Potongan Rp100 Ribu dari Bantuan Stimulan, Minta Penegak Hukum Usut
Ikuti Arahan Mensos, Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga untuk Peduli Tetangga Lewat Perlinsos
Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai
Pimred Tribunpasee.com Ucapkan Selamat Hari Jadi Milad Samudra Pasai ke-800
Sertifikat Perona/PTSL Ajang Pemerasan Masyarakat Untuk Oknum BPN dan Mafia Tanah
Enam Bulan Pasca Korban Banjir Bandang Desa Lubuk Pusaka Yang Terparah Tak Kunjung Dibantu Pemerintah
Pembangunan Revitalisasi SMPN 5 Langkahan Sangat Ditunggu Masyarakat Selama Ini.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Berita Terbaru