Munir Petani Melon Golden Alisa Sukses Kudu Ditiru

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 19 Juli 2023 - 12:14 WIB

50481 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA | Adalah Munir, petani Melon Golden Alisa dari Purworejo, Jawa Tengah dengan Luas 10 x 50 M2 mampu menghidupi keluarga dengan dua orang anak dari seorang istri yang mendukung kehidupannya di pertanian.

“Dengan durasi 65 hari bisa kami panen bibit yang kami tanam di wadah hidroponik. Dengan hasil panen Rp. 24 juta per satu kali panen. Setahun 4 kali panen. Ada 1.000 pohon.” Jelas Munir dalam perjalanan kereta Logawa, Surabaya – Purwokerto,Rabu(19/7) sore.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Munir ia melakukan persiapan biji yang dibeli dari Toko Online. Ia jadikan bibit ke benih,1 minggu sd 10 hari tanam. Persiapan sebelumnya 15 hari sebelumnya dengan cara merendam biji dengan air hangat.

Baca Juga :  Awas !!, Hati hati Membeli BBM Pertalite 300 Ribu Bisa Kena OTT. Ini terjadi Pada Wartawan

“Minimalis dari daun pertama tumbuh dipindah dan 65 hari bisa panen. Kami siapkan paralon hitam Ukuran 1/2 inci dan 5/3 selang dimana dalam
1 jam ada air yang mengalir 2 liter air dengan didorong oleh Sanyo.”Terang Munir kepada awak media.

Lebih dari lanjut Munir mengaku pada akhir Juli 2023 ia akan melakukan panen ketiga kalinya atas tanaman Melon Golden Alisa yang rasanya top markotop tanpa tandingan manisnya.
Penyiraman dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi siang dan sore.

Melon menurutnya cocok dengan rata-rata Suhu > 35 C dan pemberian Pupuk ABmix kristal cocok di daerah tempat tinggal Munir.

Baca Juga :  Pengamanan Kunjungan Presiden Jokowi, Polda Sulteng turunkan 1.023 personel

Untuk pemasaran ia pun aktif di Instagram dan
group WA. Belum terpikir olehnya untuk memasok ke Supermarket besar karena harus mampu rutin menyiapkan 2 ton melon per kali panen.

Kisah sukses petani Munir(43) asal
Dusun silumut, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah hendaknya diikuti oleh kaum muda desa.

Kaum muda di pedesaan lebih suka mencari kerja di kota, menjadi tukang ojek atau sektor informal lainnya. Pertanian sudah kurang diminati. Padahal pertanian wajib dipertahankan, karena itu adalah sektor pemasok pangan rakyat di negeri ini

Berita Terkait

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Selamat atas terbentuk nya Forum Wartawan Media Onlain Indonesia ( FWMO ) Kabupaten BAndung Barat.
DPD Gerindra Jabar Gelar Dokling di Bandung Barat, Hadirkan CKG dan Revolusi Putih.
Pangdam XXI/RI Tunjukkan Ketangguhan di Primarox81 Panglima TNI Cup 2026
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya, Tobias Ginanjar Serap Aspirasi Warga Cipadang Manah
Jalan Irigasi Diduga Beralih Fungsi Menjadi Akses Parkir, Warga Minta Pemkab Bandung Barat Turun Tangan
SDN Cijambu Memprihatinkan, Atap Bocor dan Bangunan Mulai Mengkhawatirkan
Prof. Dr KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Sengketa Pers, Ada Mekanisme Dorong Pengadu dan Teradu Adu Bukti, Bila Perlu Dipertemukan Dewan Pers!!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB